
" Apa?" Pekik Vebby dan Saka bersamaan.
Keduanya saling melempar pandangan lalu secara bersamaan menatap ke arah dokter.
" Saya ucapkan selamat kepada anda Pak, Bu." Ucap dokter.
" Saat ini Nona Vebby sedang hamil dan usia kehamilannya memasuki enam minggu." Sambung dokter.
" By.. Aku hamil." Teriak Vebby menarik lengan Saka dengan girang.
" Iya.. Kamu hamil sayang." Sahut Saka masih belum menyadari dengan apa yang terjadi.
" By... Aku hamil." Ucap Vebby menarik tanan Saka ke perutnya.
" Aku hamil By... Hey sadarlah!" Ucap Vebby menepuk pipi Saka.
" Di sini ada Saka junior... Saka yang selama ini kita nantikan By." Ujar Vebby.
" Ini beneran? Kamu hamil beneran sayang? Ini bukan mimpi kan?" Tanya Saka seperti orang linglung.
" Sepertinya anda sangat syok mendengar kabar ini Pak, sehingga reaksi anda begitu luar biasa, luar biasa tanggapnya.... Baru kali ini saya menemui calon orang tua seperti anda." Ucap dokter.
" Anda menyindir saya Dok." Ujar Saka melirik dokter
" Tidak Pak, saya hanya mengatakan apa yang saya lihat saja." Sahut dokter.
" Sudah lupakan itu! Jadi ini semua benar Dok? Istri saya sedang hamil anak saya saat ini?" Tanya Saka.
" Iya Pak, istri anda sedang hamil." Sahut dokter.
" Alhamdulillah akhirnya apa yang kami nanti datang juga." Ucap Saka.
Saka menatap Vebby lalu...
" Terima kasih sayang." Ucap Saka memeluk Vebby.
" Terima kasih karena kau akan menyempurnakan hidupku sayang, selamat untukmu kau akan menjadi seorang ibu, status yang selama ini sangat kau nantikan akhirnya sebentar lagi akan kau dapatkan, aku semakin menyayangimu sayang... Sehat selalu untukmu dan calon anak kita." Sambung Saka mencium kening Vebby.
" Selamat untukmu juga Mas, kau akan menjadi seorang ayah." Sahut Vebby.
" Terima kasih, sayang." Sahut Saka.
" Bagaimana keadaan calon bayi saya Dok?' Tanya Saka menatap dokter.
" Keadaan bayinya sehat Pak, kita akan lihat perkembangan janinnya bulan depan, untuk sekarang saya akan memberikan vitamin untuk Nona Vebby, saya tidak berani memberikan obat untuk lambung Nona karena itu beresiko untuk janin anda, jadi hindari saja makanan asam, pedas, dan bersantan." Ucap dokter.
" Iya Dok." Sahut Vebby.
" Istirahat cukup, jangan sampai kecapekan dan makan makanan bergizi Nona, hindari minuman beralkohol maupun bersoda." Ujar dokter.
" Baik Dok, terima kasih." Sahut Vebby.
Setelah selesai pemeriksaan, Saka menggenggam tangan Vebby keluar ruangan. Vebby di perbolehkan langsung pulang.
" Aku gendong saja sayang, kasihan nanti kamu pasti capek." Ucap Saka.
" Boleh Mas." Sahut Vebby.
__ADS_1
Saka menggendong Vebby ala bridal style menuju mobilnya. Saka segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.
" Aku gendong aja ya." Ucap Saka membuka pintu mobilnya setelah sampai di rumah.
" Aku bisa jalan kok By, aku jalan aja." Sahut Vebby turun dari mobil.
" Baiklah tapi harus aku gandeng." Ucap Saka.
Saka menggenggam tangan Vebby. Keduanya masuk ke dalam rumah bergandengan tangan.
Ceklek....
Saka membuka pintu kamarnya lalu menutupnya kembali setelah keduanya masuk ke dalam.
" Kamu langsung tidur aja ya, atau kamu menginginkan sesuatu?" Tanya Saka.
" Tidak By, aku mau tidur saja." Sahut Vebby.
" Baiklah sekarang tidurlah! Besok pagi kamu pasti akan terganggu dengan kedatangan keluarga kita, kita akan membagikan kabar bahagia ini kepada mereka." Ujar Saka duduk di tepi ranjang menatap Vebby yang saat ini berbaring menatapnya.
" Berarti usia kehamilanku sama Kak Are sepadan donk By, kelak kita akan gendong babby bareng, dan mereka akan tumbuh bersama." Ucap Vebby.
" Iya sayang, kita akan mendapatkan keponakan dan anak dalam waktu yang hampir sama." Sahut Saka.
" Iya By." Sahut Vebby.
...****************...
Jam sembilan keluarga Ardiansyah sudah berkumpul di rumah Saka. Mama dan Papanya Vebby, Tante Ria, Tante Luci, Mami Valen dan Fara. Mereka berkumpul di ruang tamu sambil meminum teh hangat dan memakan camilan.
" Jadi sebenarnya Veb kenapa Sak? Apa ada penyakit serius yang menyerangnya?" Tanya Mami Valen membuka obrolan.
Saka menggenggam tangan Vebby.
" Hanya saja keluarga kita akan bertambah lagi." Sambung Saka.
" Bertambah lagi?" Tanya Fara mengerutkan keningnya.
" Iya Far, saat ini Vebby sedang hamil." Sahut Saka.
" Alhamdulillah." Sahut semua orang.
" Vebby.... Selamat ya dek... Akhirnya kamu hamil juga." Ucap Fara memeluk Vebby.
" Terima kasih Kak." Sahut Vebby.
" Sehat sehat ya keponakan Aunti di dalam sini." Ujar Fara mengelus perut rata Vebby.
" Amin." Sahut Saka dan Vebby bersamaan.
" Selamat sayang, semoga sehat dan lancar sampai persalinan." Ucap Mami Valen.
" Terima kasih Aunti." Sahut Vebby.
" Berapa usia kandunganmu Veb?" Tanya Tante Cia.
" Enam minggu Ma." Sahut Vebby.
__ADS_1
" Mama senang sekali, akhirnya Mama akan menjadi seorang nenek, jaga kesehatan dan kandunganmu dengan baik ya, jangan sampai kecapekan! Apalagi stres karena itu berbahaya buat janin kamu." Tutur Tante Cia.
" Iya Ma." Sahut Vebby.
" Saka... Jaga Veb dengan benar! Kalau sampai Veb dan janinnya kenapa napa, Mama tidak akan memaafkanmu." Ucap Tante Cia.
" Insyaallah Ma, aku akan selalu berusaha menjaga anak Mama dan calon cucu Mama dengan baik." Sahut Saka.
" Setelah Fara melahirkan tidak lama Vebby melahirkan juga, setelah itu gantian Are." Ucap Mami Valen.
" Aku jadi ingat masa masa kehamilan kita dulu, aku hamil, terus Ria, tidak lama setelah itu Luci dan yang terakhir Cia, kembali lagi ke aku terus berhenti di Ria." Sambung Mami Valen.
" Iya Kak, keluarga kita tidak ada hentinya mendapat anggota baru." Sahut Tante Luci.
" Sejarah kembali berulang Kak, api sayangnya anak laki laki kita belum ada yang mau menikah, ya nggak Ci?" Ujar Tante Ria menatap Tante Cia.
" Iya... Mungkin sebentar lagi Ver sama Revan akan membawa calon menantu kita seperti Arsen yang dulu bilang tidak mau berurusan dengan wanita." Sahut Tante Cia.
" Aku juga tidak menyangka kalau ternyata Arsen bisa melabuhkan hatinya secepat itu, semoga nanti setelah menikah mereka segera mendapatkan momongan." Ujar Tante Ria.
" Amin." Sahut semua orang.
Mereka terus mengobrol hingga siang hari.
Saat mereka asyik mengobrol, ponsel Mami Valen berdering tanda panggilan masuk.
Mami Valen mengambil ponselnya lalu menatap id pemanggil.
" Erald." Gumam Mami Valen.
" Siapa Kak?" Tanya Tante Luci.
" Erald." Sahut Mami Valen.
" Angkat Kak! Barang kali penting." Ujar Tante Ria.
" Sebentar ya, aku angkat telepon dulu." Ucap Mami Valen.
" Silahkan Kak." Sahut Tante Ria.
Mami Valen menekan tombol hijau pada layar ponselnya.
" Halo Er, ada apa?" Tanya Mami Valen.
" Mi.. Mami cepat pulang sekarang, aku membutuhkan Mami." Ucap Erald cemas.
" Apa terjadi sesuatu di rumah?" Tanya Mami Valen.
" Iya Mi, Are......
" Apa???" Pekik Mami Valen.
Hayoooo coba tebak Are kenapa nih????
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya biar author makin semangat....
Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss U All....
TBC....