
Setelah menjemput Ghea, Fara mengajak Ghea ke rumah Are untuk menjenguk babby twins.
" Mama...." Teriak Ghea memasuki kamar Are.
" Sayang.... Mama kangen banget sama kamu, udah lama kita nggak ketemu." Ucap Are memeluk Ghea.
" Maaf ya Ma, Ghea sibuk sekolah jadi belum bisa jenguk Mama sama dedek bayi." Sahut Ghea.
" Tidak pa pa sayang, sekarang kan kamu sudah ada di sini, mau lihat dedek bayi nggak?" Tanya Are menatap Ghea.
" Iya donk Ma, Ghea mau melihat adik Ghea yang kata Mama Fara super tampan." Ujar Ghea mendekati box bayi.
Fara dan Are tersenyum melihat Ghea yang begitu antusias ingin melihat twins.
" Halo adik adikku yang tampan, apa kanar nih hari ini? Pasti kalian sehat semua kan? Karena Mama Are menjaga kalian dengan baik, kok kalian tidur terus sih, bangun donk! Ayo main sama Kak Ghea." Cerocos Ghea menoel pipi twins bergantian tentunya setelah cuci tangan.
" Kalau masih bayi pasti sukanya tidur Ghea, kalau udah sebesar Ghea baru mereka akan bermain dan lari lari seperti Ghea." Sahut Fara.
" Oh gitu ya Ma." Gumam Ghea.
" Iya sayang." Sahut Fara.
" Ma kalau nanti Mama hamil, apa bisa Ghea mendapat adik kembar seperti mereka?" Tanya Ghea menatap Fara.
Fara menatap Are yang di balas senyuman oleh Are.
" Mama tidak tahu sayang, kita berdoa saja kalau nanti Mama hamil Mama bisa memberikanmu adik kembar seperti Aarash dan Aaris ya." Ujar Fara.
" Iya Ma, tapi Mama jangan bersedih! Walaupun tidak kembar Ghea tetap akan bahagia kok Ma dan Ghea akan menyayangi adik Ghea sepenuh hati Ghea." Sahut Ghea sambil merentangkan tangannya.
" Terima kasih sayang." Ucap Fara mengelus kepala Ghea.
" Ma lihat! Lidah dedek bayinya mencecap seperti sedang minum susu." Ucap Ghea menunjuk Aarash.
" Mana? Ah iya, dedek Aarash pasti haus nih makanya mainan lidah begitu." Sahut Fara setelah melihat nama yang ada pada gelang Aarash.
" Lucu ya Ma." Ujar Ghea.
" Iya sayang." Sahut Fara.
" Tolong gendong ke sini Far, biar aku tete*in dulu." Ucap Are.
" Ok." Sahut Fara.
Fara mengangkat Aarash dari boxnya, lalu Ia memberikan Aarash pada Are. Ghea duduk di tepi ranjang di sebelah Are.
" Dedek bayinya mau minum ya Ma?" Tanya Ghea.
" Iya sayang, dedek Aarash lapar Kak, Kak Ghea udah makan belum? Kalau belum makan dulu gih sana di dapur." Sahut Are.
" Ah iya Mama lupa kalau Ghea belum makan, kita makan dulu yuk sayang." Ajak Fara.
" Nanti aja Ma Ghea belum lapar, Ghea mau lihat dedek bayi minum susu dulu." Sahut Ghea.
" Baiklah." Sahut Fara.
__ADS_1
" Bang Erald kemana Kak?" Tanya Fara.
" Dia lagi di ruang kerjanya menyelesaikan pekerjaannya sebentar." Sahut Are menyusui Aarash.
" Oh." Gumam Fara.
" Ma dedek bayinya lahap banget minumnya." Ucap Ghea nampak senang melihat Aarash menyesap put*ng susu Are dengan kuat.
" Iya, dedek Aarash takut kalau susunya di minta sama Kak Ghea, apa nggak di sambung pakai sufor Kak?" Tanya Fara.
" Sebisa mungkin aku kasih asi sampai umur enam bulan Far, kebetulan juga stok asiku melimpah, semoga mencukupi untuk mereka sampai enam bulan nanti." Sahut Are.
" Semoga Kak, memang Asi makanan utama untuk babby biar kekebalan tubuh mereka kuat dan nggak gampang tertular penyakit" Ujar Fara.
" Iya." Sahut Are.
" Vebby nggak ke sini Kak?" Tanya Fara.
" Enggak, katanya sih mau packing buat Om Saka, Om Saka kan mau keluar kota, rencananya sih kalau Om Saka udah pergi Vebby mau menginap di sini sampai Om Saka pulang buat bantu jagain twins." Sahut Are.
" Oh gitu ya." Sahut Fara.
" Sayang kalian di sini." Ucap Erald yang baru masuk ke kamar Are.
" Iya Pa." Sahut Ghea.
" Iya Bang." Sahut Fara.
" Barusan Juna telepon Abang nanyain kamu ada di sini apa nggak, Abang jawab enggak karena Abang memang nggak tahu kalau kalian ada di sini." Ujar Erald.
" Biarin aja lah Bang." Sahut Fara.
" Enggak." Kilah Fara.
" Kalau nggak ada masalah, kenapa Juna telepon kamu berkali kali tidak kamu angkat?" Tanya Erald.
" Lagi males aja Bang." Sahut Fara.
" Fara... Sekesal apapun kamu sama suami kamu, kamu tidak boleh begitu, ingat! Kalau surgamu ada pada ridho suami kamu." Ucap Erald memberi nasehat.
" Sekarang telepon Juna dan katakan kamu sedang ada di sini, kalau kamu nggak kasih tahu dia terus dia uring uringan nggak fokus menyetir di jalan, terus dia kecelakaan gimana? Apa kamu nggak menyesal jika sampai itu tejadi?" Tanya Erald.
" Biarin aja lah Bang, aku lagi malas sama dia." Kukuh Fara.
" Hei ada apa dengan adikku satu ini hmm? Tidak biasanya kamu bersikap kekanak kanakan seperti ini? Biasanya Fara selalu bersikap dewasa." Ujar Erald.
" Nggak tahu ah Bang, aku benar benar merasa kesal sama Mas Juna, aku malas ngomong sama dia ataupun sekedar membalas chatnya." Sahut Fara.
" Oh Abang tahu nih, kamu pasti sedang pms ya." Tebak Fara.
" Pms? Tidak." Sahut Fara.
" Ya udah gih buruan telepon Juna, apa Abang yang telepon dia saja?" Tawar Erald.
" Nggak usah biar aku aja." Sahut Fara
__ADS_1
Fara keluar kamar Are lalu menghubungi Juna, setelah selesai Ia kembali masuk ke kamar Are.
" Sudah?" Tanya Erald.
" Sudah Bang." Sahut Fara.
Fara, Ghea dan Erald bermain main dengan babby twins. Ghea nampak begitu senang bisa bermain dengan Aarash dan Aaris.
Tak lama kemudian, Juna mengetuk pintu kamar Are membuat yang berada di dalam menoleh ke arahnya.
" Papa." Ucap Ghea menghampiri Juna.
" Pa sini lihat deh!" Sambung Ghea menarik tangan Juna masuk ke dalam.
" Dedek Aarash sama Aaris lucu banget kan Pa." Ucap Ghea menunjuk twins yang saat ini sedang berbaring di atas ranjang sebelah Are.
" Iya sayang, kamu senang bermain dengan mereka?" Tanya Juna sambil melirik Fara yang duduk di tepi ranjang.
" Tentu donk Pa." Sahut Ghea.
" Hai Er, Ar, kalian apa kabar?" Tanya Juna basa basi.
" Baik." Sahut Erald.
" Baik Kak." Sahut Are.
" Oh ya Jun, aku minta maaf ya, aku tidak tahu kalau ternyata Fara dan Ghea ada di sini." Ucap Erald menatap Juna.
" Tidak pa pa." Sahut Juna.
" Boleh Papa berbicara dengan Mama Fara berdua?" Tanya Juna menatap Ghea.
" Kenapa tidak?" Ujar Ghea.
" Ayo sayang! Aku perlu bicara berdua denganmu." Ucap Juna menarik tangan Fara.
Juna membawa Fara keluar dari kamar Are. Keduanya duduk di sofa ruang keluarga.
" Kamu marah sama aku?" Tanya Juna menatap Fara.
" Entahlah." Sahut Fara.
" Aku minta maaf telah membuatmu tersinggung, aku mohon jangan marah lagi! Aku tidak mau hubungan kita retak gara gara masalah ini, aku mencintaimu, aku menerimamu apa adanya, kamu pilihan hatiku sayang, ku mohon maafkan aku ya, jangan marah lagi sama aku." Ujar Juna menggenggam tangan Fara.
" Aku akan memaafkanmu tapi dengan satu syarat." Sahut Fara.
" Apapun syaratnya akan aku penuhi sayang." Sahut Juna.
" Aku ingin....
Ingin apa hayooo.....
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya...
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author... Semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss U All...
TBC....