
" Om stop! Berhenti!" Teriak Vebby ketakutan namun Saka tidak mempedulikannya, Ia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang meluapkan emosi yang membakar hatinya karena mendengar ucapan Vebby yang hendak mencari pria lain untuk Ia nikahi. Bemar benar konyol si Saka.
" Om aku bilang berhenti! Kalau tidak mau berhenti aku lompat nih." Ancam Vebby hendak membuka pintu.
Ckit....
Saka menginjak rem mobil mendadak membuat kepala Vebby terhuyung ke depan, beruntung Saka mengadahkan tangannya pada dahi Vebby sehingga dahi Vebby aman terkendali. Saka segera meminggirkan mobilnya di tepi jalan.
" Om ini apa apaan sih, kalau mau mati, mati aja sendiri jangan ngajak ngajak gue, gue belum mau mati karena gue belum nikah Om, gue juga masih muda masih ingin meraih masa depan yang cerah." Cebik Vebby cemberut.
" Maaf." Sahut Saka singkat.
" Maaf maaf... Udah pulang maksa, narik narik tangan segala, ini mengendarai mobil mirip pembalap nomer satu saja, nggak ada angin nggak ada hujan kok tiba tiba mirip orang kesetanan aja." Gerutu Vebby.
" Iya maafkan aku sayang, aku merasa marah ketika kamu bilang kalau kamu mau menikahi pria lain selain aku, aku cemburu sayang, aku tidak rela jika kamu menjadi milik pria lain karena kamu hanya milikku." Ujar Saka menatap Vebby.
" Sayang sayang, seenaknya aja Om manggil manggil aku sayang, emangnya aku ini siapamu hah? Lagian nih ya kalau kedengeran Mama baru tahu rasa kamu Om, bisa bisa kamu nggak boleh datang ke rumah lagi." Ujar Vebby.
" Ya jangan sampai kedengaran Tante Cia donk, kamu tahu nggak?....
__ADS_1
" Enggak." Sahut Vebby memotong ucapan Saka.
" Aku belum bilang Veb, aku itu terkadang bingung sendiri kenapa Tante Cia sampai sekarang nggak suka sama aku, padahal kalau Tante Cia membenciku karena soal Mama, itu kan udah lama banget berlalu, lagian saat itu aku juga tidak tahu apa apa, dan kalau di pikir pikir sebenarnya Mama juga tidak bersalah dalam hal ini karena menurutku yang bersalah adalah Opa, Opa yang meracuni pikiran Mama dan menyakinkan Mama jika Om Irvan itu ayah kandungku, Opa juga udah menebus kesalahannya dengan mendekam di penjara selama ini kan? Lalu mengapa Tante Cia masih membenciku? Sebenarnya apa kesalahanku selama ini? Apakah aku salah jika aku terlahir dari rahim Mamaku? Sebelum kepergian Mama, Mama juga mengalami hal yang sangat menyedihkan, dalam ingatanku masih terekam jelas Veb, apa semua hukuman ini belum cukup untuk aku da Mamaku? Apa aku tidak berhak bahagia bersama dengan orang yang aku cintai?" Tanya Saka tak menatap Vebby dengan tatapan nanar.
Sedangkan Vebby menatap Saka dengan tatapan trenyuh. Ia juga merasa kasihan dengan Saka yang selalu mendapatkan kebencian dari Mamanya, entah apa penyebabnya yang jelas Mama Cia tidak akan pernah merestui hubungan mereka.
" Sekarang dengarkan apa isi hatiku Vebby." Sambung Saka menggenggam tangan Vebby.
Saka merapikan anak rambut Vebby membuat jantung Vebby merasa deg degan. Untuk sesaat keduanya saling bertatapan.
" Ya Tuhan jantungku kenapa berdegup kencang begini? Ternyata jika di lihat dari pesona Om Saka, dia benar benar terlihat tampan walaupun usianya tidak muda lagi, ah aku pengin mencubit pipinya yang selalu bikin aku gemas sendiri, eh sadar Vebby... Jangan sampai kamu tergoda sama Om Om ini, atau Mama kamu akan mengusirmu dan tidak akan mengakuimu sebagai anak lagi... Kenapa aku berada pada posisi yang sulit seperti ini sih." Gerutu Vebby dalam hati.
" Veb." Panggil Saka menyentuh pundak Vebby membuat Vebby tersadar.
" Dengarkan aku! Apapun yang akan aku katakan, semuanya tulus dari dalam hatiku, aku mencintimu, aku benar benar mencintaimu dan menginginkanmu untuk menjadi istriku Veb, aku menunggumu dari kamu masih bayi sampai kamu sedewasa ini, aku bahkan hanya memberikan waktuku untukmu tidak ada waktu untuk orang lain, dan kau tahu itu, aku juga tidak ada waktu untuk melirik wanita lain selain kamu sampai usiaku saat ini yang sudah mencapai tiga puluh lima tahun Vebby." Ucap Saka menatap Vebby.
" Sekarang kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan, sekarang kamu sudah menjadi pengusaha salon terkenal dan ternama di kota ini, kariermu sudah jaya Veb, lalu kita menunggu apalagi? Jika kamu terus menolakku, lalu bagaimana dengan aku? Aku akan semakin tua dan tidak laku lagi, apa iya seumur hidupku aku harus menjadi bujang lapuk karena penolakan dari dirimu, aku mencintaimu Vebby, sangat mencintaimu ku mohon terimalah aku sebagai calon pendamping hidupmu." Ucap Saka mencium tangan Vebby.
" Maaf Om seharusnya yang kamu tanyakan itu bagaimana perasaanku padamu, bukan langsung membicarakan lamaran atau hal lain sebagainya yang berkaitan dengan pernikahan, kau sama saja tidak menghargai perasaan yang selama ini aku rasakan padamu, kau tidak mau tahu bagaimana aku menganggapmu selama ini." Ucap Vebby.
__ADS_1
" Aku yakin jika kau juga memiliki perasaan yang sama denganku Veb, tapi kamu takut dengan Tante Cia, katakan padaku sekali saja jika kamu juga mencintaiku maka aku akan mencari cara supaya Tante Cia merestui hubungan kita, dan aku akan memperjuangkan cinta kita sampai titik darah penghabisan, katakan padaku sekali saja Veb maka aku akan berjuang, hanya dengan tiga kata kita akan berjuang bersama sama untuk mendapatkan restu dari Tante Cia." Ujar Saka.
Vebby menarik tangannya dari genggaman Saka. Ia membuang muka ke luar jendela membuat Saka menghela nafasnya. Ia merasa putus asa memperjuangkan cintanya, karena selama ini Vebby seperti sengaja menarik ulur perasaannya.
" Katakan Veb apa kau mencintaiku atau tidak, jika tidak maka aku akan mundur sampai di sini, aku tidak akan mengejarmu lagi, aku akan menjauh darimu dan aku akan mencari orang lain yang bisa melihat perjuangan, cinta dan kasih sayangku padanya, karena sepertinya kau tidak bisa melihat semua itu dari dalam diriku." Ucap Saka membuat hati Vebby mencelos.
" Mungkin ini memang yang terbaik untuk kita semua." Batin Vebby.
" Jujur... Selama ini aku tidak ada perasaan apa apa sama kamu Om, aku menganggapmu sebagai adik dari Aunti Valen saja tidak lebih." Sahut Vebby yang terdengar bagai petir yang menyambar di hati Saka.
Saka kembali melajukan mobilnya menuju rumah Om Irvan. Di sepanjang perjalanan tak henti hentinya Saka menggerutu dalam hatinya.
" Aku tidak percaya jika kau sekeras kepala ini Veb, aku yakin akan perasaan yang kau miliki untukku, kau tidak pernah menolak kebaikanku, kau tidak pernah menolak pemberianku apapun itu, kau tidak pernah mengusirku jika aku berada di sisihmu, kau selalu terlihat bahagia bila di dekatku, aku akan membuatmu mengakui perasaanmu yang sebenarnya." Ujar Saka dalam hatinya.
Kira kira apa ya yang akan di lakukan Saka?
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu
__ADS_1
Miss U All
TBC.....