Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Ungkapan Aresha


__ADS_3

" Are apakah kau mencintaiku Aresha Wijaya?" Tanya Erald sekali lagi.


" Tidak."


Jeduar.....


Bagai di sambar petir di siang bolong tubuh Erald terasa kaku tidak bisa di gerakkan. Ia menatap Are dengan tatapan kecewa. Are paham dengan apa yang di rasakan Erald saat ini melalui sorot matanya.


" Kau...." Erald tidak sanggup melanjutkan ucapannya. Lidahnya terasa kelu karena rasa sesak yang Ia rasakan pada dadanya.


" Tidak salah Kak." Ucap Are.


" Tidak salah? Apa maksudnya tidak salah Are?" Tanya Erald mengerutkan keningnya.


" Tidak salah dengan ucapanmu, aku juga mencintaimu Kak Er." Ucap Are membuat Erald melongo tak percaya.


" Apa?" Tanya Erald.


" Aku juga mencintaimu." Ungkap Are.


" Katakan sekali lagi Are, aku takut salah mendengar ucapanmu." Ujar Erald.


" Aku mencintaimu Kak Erald." Ucap Are.


" Aku juga mencintaimu Aresha." Sahut Erald memeluk Are.


" Terima kasih sayang, terima kasih kau sudah memaafkanku dan menerima cintaku, aku sangat bahagia sayang.... Aku sangat bahagia sekali." Ucap Erald mencium pucuk kepala Are berkali kali.


" Bagaimana dengan Mami Kak? Apa Mami akan merestui hubungan kita?" Tanya Are.


" Aku sudah berbicara pada Mami sebelum aky ke sini dan Mami menyetujuinya sayang." Sahut Erald.


Are melepas pelukannya Ia kembali menatap Erald.


" Kenapa? Kau keberatan aku memanggilmu sayang?" Tanya Erald seolah tahu apa yang ingin di ucapkan oleh Are.


" Tidak." Sahut Are.


" Kalau begitu mulai sekarang aku akan memanggilmu sayang sampai seterusnya karena aku memang sayang kamu." Ucap Erald.


" Aku juga sayang kamu." Gumam Are.


" Kamu juga harus punya panggilan sayang donk buat aku." Ujar Erald.


" Panggilan sayang? Apa?" Tanya Are.


" Gimana kalau kamu panggil aku Mas." Ujar Erald.


" Mas... Mas Er." Sahut Are.


" Kedengarannya bagus." Ujar Erald.


" Baiklah Mas Er." Sahut Are.


" Duduk Yank, Mas capek berdiri terus dari tadi." Ujar Erald menarik tangan Are menuju sofa. Are tersenyum bahagia mendengar ucapan Erald.

__ADS_1


Keduanya duduk di sofa saling bersisihan. Erald menggenggam tangan Are, Are menatap ke arah Erald.


" Mas bahagia sayang, mulai sekarang Mas akan selalu menggenggam tangan kamu kemanapun Mas pergi." Ucap Erald.


" Mmm... Mas." Ucap Are gugup.


" Nggak pa pa mungkin belum terbiasa tapi mulai sekarang kamu harus membiasakannya." Ucap Erald.


" Baiklah Mas... Kita kan hanya saling mengungkapkan perasaan saja, jadi tidak mungkin kan kalau kamu akan selalu ada untukku, dan aku ada untukmu, aku juga tidak akan nyaman dengan hubungan yang seperti ini." Ucap Are.


" Apa maksudmu sayang?" Tanya Erald merapikan rambut Are.


" Kamu hanya mengungkapkan cintamu saja tanpa mengajakku menikah." Ujar Are mengerucutkan bibirnya.


" Astaga sayang... Aku mengungkapkan cintaku kepadamu untuk apa? Untuk mengajakmu menikah sayang, kita akan menikah dan punya banyak anak, aku akan menanyakan maukah kau menikah denganku, nanti pada moment yang tepat." Ujar Erald.


" Lha ini kamu sudah mengatakannya, kamu benar benar nggak romantis Mas." Ujar Are.


" Nakal kamu ya." Ucap Erald menggelitik perut Are.


" Mas udah Mas... Ampun." Ucap Are sambil tertawa.


" Nggak akan kamu udah jahilin aku." Ucap Erald.


" Mas udah ah." Ujar Are.


Keduanya nampak begitu bahagia setelah berhasil saling mengungkapkan perasaan. Are tidak menyangka jika dirinya akan menerima Erald secepat ini, namun Ia merasa sangat bahagia akhirnya Tuhan menunjukkan jalan kebahagiaannya, Are berharap semuanya akan berjalan lancar sesuai keinginannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya Erald membawa kedua orang tuanya ke rumah Are. Setelah melewati perjalanan yang memakan waktu setengah jam, akhirnya mobil Erald berhenti tepat di depan rumah Are.


" Iya sayang." Sahut Mami Valen.


Setelah Erald memberitahu Mami dan Papinya tentang Are yang menerima cintanya, Mami Valen berencana untuk melamar Are untuk menjadi menantunya kembali walaupun kali ini Ia melamarnya untuk Erald, namun Mami Valen sama bahagianya dengan waktu melamar Are yang pertama.


Ting tong...


Are yang mendengar bel berbunyi pun membukakan pintunya.


" Mami." Ucap Are menatap Mami Valen.


Tatapan Valen beralih ke arah Papi Nathan dan Erald.


" Papi juga ada di sini?" Tanya Are.


" Iya sayang." Sahut Papi Nathan.


" Silahkan masuk Pi, Mi.... " Are menggantung ucapannya menatap Erald. Ia malu hendak menyebut Erald dengan sebutan Mas.


" Mas Er." Sahut Erald.


" Ah maaf, silahkan masuk Mas." Ucap Aee malu malu.


" Terima kasih sayang." Sahut Mami Valen.

__ADS_1


Mami Valen, Papi Nathan dan Erald duduk di sofa, sedangkan Are hendak pergi ke dapur untuk membuat minuman namun Mama Valen mencegahnya. Alhasil Are ikut duduk di sampin Erald.


" Are bagaimana kabarmu sayang?" Tanya Mami Valen.


" Alhamdulillah baik Mi, kalau Mami sama Papi gimana?" Are berbalik bertanya.


" Seperti yang kamu lihat, Mami sama Papi baik baik saja." Sahut Mami Valen.


" Are, maksud kedatangan kami kemari ingin memastikan apakah yang di ucapkan Erald itu benar atau tidak." Ujar Papi Nathan.


" Tentang apa ya Pi?" Tanya Are menatap Papi Nathan.


" Tentang perasaanmu Are." Sahut Papi Nathan.


" Perasaanku?" Tanya Are mengerutkan keningnya.


" Apa benar kau menerima cinta Erald?" Tanya Papi Nathan menatap Are.


Are menoleh ke arah Erald yang di balas senyuman oleh Erald.


" Jawab saja Are, kami tidak keberatan jika kamu memang menerima cinta Erald saat ini." Ujar Mami Valen.


" Jujur saja aku memang menerima cinta Kak Erald Mi, tapi ada keraguan yang muncul dalam hatiku saat ini." Ucap Are membuat Erald menatap Are dengan perasaan cemasnya.


" Apa yang kamu cemaskan sayang? Kataka pada Mami sekarang." Ucap Mami Valen.


" Apa hubunganku dengan Kak Erald tidak akan membawa masalah untuk keluarga kalian?" Tanya Are.


" Apa maksudmu sayang?" Tanya Erald menatap Are.


" Mas aku pernah menjadi adik iparmu, aku khawatir akan ada banyak gunjingan untuk keluarga kamu, aku tidak mau menjadi masalah untuk orang lain." Ucap Are.


" Mas tidak peduli apa kata orang sayang, yang jelas Mas mencintaimu dan kamu juga mencintai Mas, jadi tidak ada yang harus di pikirkan lagi selain kebahagiaan kita." Ucap Erald.


" Jangan egois donk Mas, kita dengarkan dulu pendapat dari Mami sama Papi." Ujar Are.


" Kalau kamu memikirkan hal itu, maka kita akan menikah di luar negeri saja, lebih baik kita menetap di sana supaya tidak ada orang yang tahu tentang masa lalu kita." Ujar Erald.


" Semua orang pasti akan tahu lah Mas, kamu lupa kalau kita orang penting?" Tanya Are.


" Aku akan menutup semua informasi tentang kita, semuanya akan beres." Sahut Erald.


Papi Nathan dan Mami Valen saling melempar senyum melihat perdebatan Erald dan Are. Dari sana terlihat jelas pancaran cinta dari keduanya.


" Sudah sudah jangan berdebat lagi, sebenarnya yang di minta pendapat Mami apa kamu sih Bang." Ujar Mami Valen menghentikan perdebatan keduanya.


" Iya Mi maaf, bagaimana menurut pendapat Mami tentang hubunganku dengan Are?" Tanya Erald.


" Menurut Mami kamu harus........


Harus apa ya???


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author tambah semangat ngetiknya


Terima kasih untuk readers yang selalu mensupport author semoga sehat selalu

__ADS_1


Miss U All


TBC.....


__ADS_2