Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Kembali ke Rumah


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan kedua mertuanya, Are melajukan mobilnya menuju rumahnya. Ia akan memberikan kejutan untuk ibu tirinya. Are menelepon pengacaranya untuk mendampinginya mengusir ibu tiri yang selama ini telah berbuat kejam kepadanya.


Tut... Tut...


" Halo Nona Aresha." Ucap pak Hary sang pengacara.


Pak Hary adalah pengacara keluarga Wijaya yang sudah bekerja selama beberapa tahun lamanya.


" Halo Pak, saya sudah otw ke rumah saya, saya harap bapak akan sampai tepat waktu karena saya tidak mau berlama lama berhadapan dengan Nyonya Sarita." Ujar Are.


" Iya Nona saya juga sedang di jalan menuju rumah anda." Sahut pak Hary.


" Bapak sudah menyiapkan semuanya kan?" Tanya Are memastikan.


" Sudah Nona, semuanya sudah saya siapkan dengan mudah karena ibu anda tidak bergerak cepat, beliau tidak berpikir jika anda akan merebut semua milik anda kembali secepat ini, begitupun dengan perusahaan." Ujar pak Hary.


" Baik Pak terima kasih." Ucap Are.


" Sama sama Nona." Sahut pak Hary.


Are mematikan sambungan ponselnya.


" Aku tidak menyangka ternyata kau sedikit bodoh Nyonya Sarita, kau tidak tahu kalau aku memiliki Mami mertua yang pintarnya luar biasa." Ucap Are.


Ya ibu tiri Are belum bisa berbuat apa apa. Pemindahan kekuasaan dan pembagian seluruh harta tuan Wijaya bisa di lakukan ketika Are sudah menikah selama satu tahun. Sebelum itu seluruh hartanya masih atas nama tuan Wijaya. Nyonya Sarita hanya sebagai pemegang sementara saja. Itulah sebabnya Nona Sarita menikahkan Are secepat mungkin.


Entah bagaimana cara ataupun koneksi yang Mami Valen lakukan hingga saat ini seluruh harta Aresha sudah menjadi milik Aresha sepenuhnya. Dan ibu tiri Aresha hanya mendapatkan kompensasi sebesar senilai rumah yang di tempatinya.


Dua puluh menit mobil Are sampai di halaman rumahnya. Rumah yang sangat Ia rindukan. Rumah yang begitu nyaman saat Ia tempati beberapa tahun lalu.


Nyonya Sarita merupakan sahabat mamanya Are yang bernama Revita. Mama Revi menolong nyonya Sarita saat Ia membutuhkan pekerjaan, Mama Revi memintanya untuk menjadi asistent rumah tangganya. Dalam setahun Nyonya Sarita bekerja tiba tiba Mama Revi terkena serangan jantung dan meninggal dunia, tak lama setelah itu Tuan Wijaya menikahi Nyonya Sarita agar ada yang menemani Are saat Ia pergi keluar kota. Padahal saat itu Are sudah berada di bangku kuliahnya.


Dua tahun pernikahan Papanya dan ibu tirinya, Papa Wijaya jatuh sakit dan tak lama Papa Wijaya pun meninggal dunia. Tidak sampai di situ penderitaan Aresha. Belum lama Papanya meninggal Ia di paksa menikah dengan Alvin dan mendapatkan sikap buruk dari suaminya. Satu persatu Are akan membalas semua orang yang telah melukainya, termasuk Erald.


Are turun dari mobilnya lalu masuk ke dalam rumah yang ternyata pak Hary sudah sampai lebih dulu.


" Sayang kamu datang?" Tanya Nyonya Sarita hendak memeluk Are namun Are menolaknya.


" Jangan pernah menyentuhku dengan tangan kotormu." Ucap Are membuat Nyonya Sarita mengurungkan niatnya.


" Sialan gadis ini masih saja dingin kepadaku." Batin Nyonya Sarita.


" Bagaimana kabar Bapak?" Tanya Are duduk di depan pak Hary.


" Baik Nona." Sahut pak Hary.


" Langsung saja Pak." Ucap Are.


" Baiklah Nona." Sahut pak Hary.

__ADS_1


Interaksi keduanya membuat nyonya Sarita bingung, Ia sedikit was was dengan kedatangan Are dan pengacaranya.


" Ada apa sebenarnya ini? Kenapa kalian datang secara bersamaan seperti sekarang?" Tanya Nyonya Sarita.


" Silahkan di baca Nyonya!" Ucap pak Hary memberikan sebuah map kepada Nyonya Sarita.


Nyonya Sarita membuka map itu lalu membaca semua isinya dan....


" Apa apaan ini? Kalian mau menipuku?" Tanya Nyonya Sarita tidak terima.


" Itulah kenyataannya Nyonya, aku... Aresha Wijaya satu satunya ahli waris seluruh harta Papa saya, tapi jangan khawatir! Anda akan mendapatkan kompensasi sebesar lima ratus juta dari saya." Ucap Are.


" Bagaimana bisa kau sudah mengambil hak waris sedangkan pernikahanmu belum ada satu tahun? Kau memanipulasi semuanya?" Selidik Nyonya Sarita.


" Anda tidak tahu kalau saya memiliki mertua yang geniusnya luar biasa, sekarang terimalah kekalahanmu Nyonya dan segera pergi dari rumahku." Usir Are.


" Aku tidak akan pergi kemanapun." kukuh Nyonya Sarita.


" Baiklah kalau anda tidak mau pergi dari sini tidak masalah, karena sebentar lagi polisi akan menangkap anda Nyonya Sarita." Tegas Are.


" A.. Apa maksudmu?" Tanya Nyonya Sarita.


" Kau telah membunuh kedua orang tuaku." Tuduh Are melepas kesopanannya.


" Apa katamu? Aku membunuh orang tuamu? Jangan asal bicara kamu Are, aku bisa menuntutmu dengan tuduhan pencemaran nama baik." Ancam Nyonya Sarita.


" Aku tidak asal bicara Nyonya, aku punya semua buktinya." Ucap Are.


" Bukti jika kau telah melenyapkan Mama dan Papaku, dan bukti ini akan aku bawa ke pengadilan agar kau di penjara seumur hidupmu." Tekan Are.


" Heh kau pembohong Are, mana mungkin kau memiliki bukti sedangkan aku melakukannya dengan sangat rapi." Ucap Nyonya Sarita tanpa sadar.


Are melirik ke arah pak Hary yang di balas senyuman oleh pak Hary.


" Bagaimana kau bisa bilang rapi Nyonya, sedangkan kau meninggalkan jejak yang terendus oleh orang lain." Pancing Are.


" Tidak mungkin, aku memberikan orang tuamu obat yang bisa menyebabkan pembuluh pada jantung pecah, sehingga Dokter menyimpulkan jika orang tuamu terserang penyakit jantung, dan obat itu tidak terendus oleh pihak rumah sakit, lalu darimana kau mendapat bukti jejak kejahatanku?" Tanya Nyonya Sarita menatap Are.


Are meminta ponsel yang di pegang oleh pak Hary.


" Dari sini." Sahut Are mengacungkan ponselnya.


" A... Apa maksudmu?" Tanya Nyonya Sarita.


Klik....


Are menekan rekaman suara pada ponselnya membuat Nyonya Sarita melongo. Terdengar jelas pengakuan Nyonya Sarita bagaimana Ia melenyapkan kedua orang tua Are.


" Sialan beraninya kau menjebakku gadis tengik." Teriak Nyonya Sarita tidak terima.

__ADS_1


" Untuk menangkap tikus yang lihai bukankah kita harus menjebaknya? Begitupun denganmu, kau sangat pandai menyembunyikan kejahatan Nyonya, jadi terpaksa aku harus melakukan semua ini kan." Ujar Are.


" Brengsek kamu Are." Ucap Nyonya Sarita hendak menyerang Are namun polisi menghentikannya.


" Jangan bergerak!" Ucap polisi menodongkan senjata kepada Nyonya Sarita.


Nyonya Sarita tidak bisa berkutik. Ia diam sambil memikirkan cara untuk kabur.


" Tangkap dia Pak! Dia sudah membunuh orang tua saya." Ucap Are.


" Baik Nona." Ucap pak polisi satunya.


" Ini rekaman pengakuannya, semoga bisa menjadi bukti untuk tuntutan saya." Ujar Are memberikan ponselnya kepada pak polisi.


" Terima kasih Nona atas kerja samanya." Ucap pak polisi.


Di saat mereka lengah, Nyonya Sarita merebut pistol dari tangan polisi di sebelahnya.


" Jangan mendekat atau aku akan menembak Are." Ancam Nyonya Sarita menodongkan pistol ke arah Are.


" Jangan gegabah Nyonya Sarita, menyerahlah jika tidak maka hukuman untuk anda akan semakin berat." Ucap pak polisi.


" Tidak... Kalau kalian menangkapku aku akan melenyapkan Are." Ucap Nyonya Sarita. Nyonya Sarita beralih menghadap Are sambil menodongkan pistol ke kepala Are.


" Kau bangga kan dengan pencapaianmu sekarang? Kau berhasil mengambil semua hartamu, tapi aku tidak akan membiarkannya begitu saja, aku tidak rela setelah perjuanganku selama ini hanya akan berakhir sia sia, aku akan mengirimmu kepada kedua orang tuamu sekarang juga, dengan begitu aku bisa puas melihat kehancuran keluarga kalian." Teriak Nyonya Sarita.


" Aku tidak menyangka kau begitu jahat Nyonya." Ujar Are.


" Ya... Aku memang jahat, aku jahat karena aku iri dengan kehidupan Revi, dari kecil dia sudah mendapatkan kebahagiaan, hidup mewah dan di cintai oleh orang orang di sekelilingnya, sedangkan aku.... Aku selalu hidup susah dari dulu sampai aku berhasil menikahi ayahmu, baru aku menikmati kebahagiaan selama dua tahu aku sudah menderita lagi, ayahmu tahu jika akulah yang menyingkirkan ibumu, aku terancam saat itu, aku tidak bisa berpikir, itu lah sebabnya aku melenyapkan ayahmu juga, dan sekarang aku akan melenyapkanmu." Jelas Nyonya Sarita membuat Are tidak percaya ada wanita sejahat itu.


Klik...


Nyonya Sarita menarik pelatuknya.


" Nyonya." Teriak pak polisi.


Dan......


Dor......


" Are.......


Penasaran nggak nih?


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author makin semangat meneruskan ceritanya....


Terima kasih kepada untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu....


Miss U All....

__ADS_1


TBC...


__ADS_2