Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Keputusan


__ADS_3

" Aku juga mau minta maaf kepada Mami, Papi dan Mas Alvin khususnya, selama ini aku sudah berusaha sekeras mungkin untuk menumbuhkan perasaanku kembali kepada Mas alvin, namun sayang.... Lagi lagi aku gagal Mi." Ucap Are.


Mami Valen menatap Alvin yang nampak memejamkan mata dengan tangan terkepal erat. Mami Valen bisa memahami apa yang Alvin rasakan saat ini. Patah hati dan kecewa tentunya.


" Aku tidak bisa mencintai Mas Al lagi, hatiku tidak bisa merasakan kebaikan, perhatian dan cinta Mas Al yang Mas Al berikan kepadaku, hatiku terasa hambar di saat aku bersama dengan Mas Al, tidak ada lagi desiran dalam hatiku yang dulu pernah aku rasakan, aku tidak bisa mencintai Mas Al lagi, dan hatiku masih sama seperti satu bulan yang lalu, aku mencintai Kak Erald, aku tidak mampu menghapus nama Kak Erald dari sana, sekali lagi maafkan aku Mi, aku memutuskan ingin mengakhiri hubungan ini, aku tidak bisa hidup bersama Mas Al lagi." Ucap Are menundukkan kepalanya.


" Sayang." Ucap Alvin tidak mampu melanjutkan ucapannya. Ia justru menangis tersedu mendengar semua ucapan Are. Ternyata seperti ini rasanya mendengar penolakan dari orang yang kita cintai. Usaha Alvin selama satu bulan ini berakhir sia sia. Inilah karma yang harus Alvin tanggung saat ini.


" Hiks.... Hiks...." Isak Alvin mengusap air matanya.


" Aku sangat menghargai usahamu untuk mendapatkan cintaku lagi Mas, jujur kau berhasil menjadi pria yang lebih baik dari sebelumnya, kau berhasil menjadi suami yang bertanggung jawab, tapi sayangnya cinta tidak bisa di paksakan Mas, dan sekali lagi maaf... Maafkan aku yang tidak bisa melihat semua kebaikan dan cintamu itu sama seperti dulu saat kamu tidak bisa melihat semua cinta dan perhatianku kepadamu, tapi bedanya di sini aku tidak membalas kebencianmu yang dulu kamu tunjukkan kepadaku karena aku ingin berpisah secara baik baik, dari awal kita kenal kita bukan musuh maka saat perpisahan kau juga bukan musuhku, segera urus surat perceraian kita dan saat ini juga aku akan keluar dari rumah ini, karena aku sudah tidak berhak di sini lagi." Ucap Are beranjak meninggalkan Alvin dan kedua orang tuanya.


" Mami... Hiks... Hiks." Isak Alvin memeluk Mami Valen.


" Yang tabah ya sayang, hidup tidak selalu berjalan sesuai kemauan kita, tapi yakinlah ini yang terbaik untuk kalian berdua, jadikan semua ini pelajaran untukmu supaya ke depannya kamu bisa menghargai seseorang yang mencintaimu, kau juga bisa menjaga apa yang telah menjadi milikmu agar kau tidak kehilangan untuk yang kedua kali." Ujar Mami Valen mengelus punggung Alvin.


" Aku menyesal Mi, aku menyesal telah menyianyiakan Are, dia istri yang baik selama ini Mi, aku menyesal karena telah terlambat menyadari perasaanku untuknya, aku menyesal Mi." Ucap Alvin.


" Minta maaflah kepada Are sebelum Are pergi dari rumah ini, buatlah kenangan manis untuk terakhir kali." Ucap Mami Valen.


Alvin melepaskan pelukannya. Ia mengusap air matanya lalu beranjak menuju kamarnya.


Ceklek....


Alvin membuka pintu kamarnya. Ia menghampiri Are yang sedang menata bajunya di koper tiba tiba...


Grep....


Alvin memeluk Are dari belakang membuat tubuh Are menegang karena terkejut.


" Maafkan aku sayang." Ucap Alvin menyusupkan wajahnya pada tengkuk leher Are.


Untuk beberapa saat keduanya saling diam. Are menyadari jika Alvin sedang menangis saat leher belakangnya terasa basah.


" Maafkan aku sayang, maafkan atas kesalahanku." Ucap Alvin.


" Aku sudah memaafkanmu Mas, tapi untuk bertahan di sisihmu aku tidak bisa, hatiku terlalu sakit mengingat semua perlakuanmu kepadaku." Sahut Alvin.

__ADS_1


" Kau boleh menghukumku sayang tapi aku mohon jangan tinggalkan aku." Ucap Alvin mengeratkan pelukannya.


" Jika kau menahanku maka kau akan melihatku mati di depanmu." Sahut Are.


Deg.....


Jantung Alvin terasa berhenti berdetak mendengar kata kematian dari Are. Dia tidak mau kehilangan Are untuk selamanya. Jika hanya bercerai maka masih ada kesempatan Alvin untuk mendekati Are kembali.


Alvin melepas pelukannya. Ia memutar tubuh Are menghadap ke arahnya.


" Aku tidak mau kehilanganmu sayang, jangan lakukan itu." Ucap Alvin menangkup wajah Are.


" Lalu?" Tanya Are menatap Alvin.


" Aku akan berusaha ikhlas untuk melepasmu sesuai dengan janjiku, tapi aku ada permintaan untukmu." Ujar Alvin.


" Apa itu?" Tanya Are.


" Setelah kita berpisah jangan membatasi hubungan kita." Pinta Alvin.


" Setelah kita berpisah aku ingin menjadi temanmu, aku ingin dekat denganmu walau hanya sebagai teman, ku mohon jangan melarangku untuk menjadi temanmu." Ucap Alvin penuh harap.


" Apa kau yakin?" Tanya Are.


" Iya aku yakin." Sahut Alvin.


" Apa kau yakin kau bisa menahan perasaanmu untukku? Aku tidak mau membuatmu tersiksa seperti kau membuatku tersiksa waktu itu, aku berharap hanya aku yang mengalami nasib seperti itu." Ucap Are menjauh dari Alvin.


" Ada baiknya jika kita tidak berhubungan Mas, akhiri dan sudahi sampai di sini saja, kau bisa mencari orang lain untuk menjadi temanmu tapi yang jelas itu bukan aku." Sambung Are melipat kedua tangan di dadanya.


" Hiks... Are ku mohon jangan siksa aku seperti ini, ku mohon jangan hukum aku sekeji ini sayang." Ucap Alvin berlutut di kali Are.


" Ini hukuman yang pantas untuk pria sepertimu Mas, aku tidak mau lagi berhubungan denganmu, aku akan pergi menjauh seperti keinginanmu, aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi, bukankah ini yang kamu mau." Ujar Are.


" Sayang maafkan ucapanku saat itu, aku menarik semua kata kata menyakitkan itu sayang." Ucap Alvin.


" Sayangnya kata kata menyakitkan itu sudah membekas dalam hatiku Mas." Sahut Are.

__ADS_1


" Sekarang menjauhlah aku mau berkemas dan segera pergi dari sini, aku ingin bebas tanpa adanya beban dalam hatiku, aku sudah lama menantikan kebebasan ini Mas." Ujar Are.


" Tunggulah beberapa hari lagi sayang." Ucap Alvin berdiri menghadap Are.


" Mau minggir atau aku lompat dari balkon." Ancam Are.


" Jangan sayang." Sahut Alvin.


" Kau tidak tahu bagaimana sifat asliku Mas, untuk itu jangan pernah menguji kesabaranku." Tekan Are kembali ke kopernya untuk memuat baju baju yang akan Ia bawa.


" Sisakan satu baju untukku." Ucap Alvin membuat Are mengerutkan keningnya.


" Aku akan memeluk bajumu jika aku merindukanmu nanti, ku mohon." Sambung Alvin.


" Tidak perlu merindukanku Mas karena aku bukan lagi siapa siapamu." Ujar Are memasukkan semua baju bajunya.


" Aku harap ini pertemuan terakhir kita Mas, jangan pernah muncul di hadapanku lagi." Ucap Are menatap Alvin.


" Bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kali?" Tanya Alvin menatap Are.


" Sebentar saja karena aku sudah muak berlama lama denganmu." Sahut Are.


" Terima kasih sayang." Ucap Alvin memeluk Are.


" Aku akan terus berusaha untuk membuatmu kembali kepadaku sayang, aku benar benar mencintaimu dan tidak bisa hidup tanpamu, itu janji perpisahan kita yang akan berujung dengan pertemuan dan pernikahan kembali." Ujar Alvin dalam hati.


" Kau lihat Kak Erald? Aku membuat adikmu terpuruk dan bersedih saat ini dan tunggu saja giliranmu." Ucap Are dalam hati.


Hai hai readersku tersayang, gimana? Seneng nggak sih lihat Alvin menderita?


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya biar author semangat....


Terima kasih untuk readers yang sudah memberikan suportnya kepada author semoga sehat selalu, dan mohon doanya supaya karya ini lulus kontrak dan lebih sukses dari karya sebelumnya...


Miss U All....


TBC....

__ADS_1


__ADS_2