Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Sebenarnya Ada Apa?


__ADS_3

" Jika tidak aku akan menjelaskannya lain waktu." Sahut Juna.


" Saat ini percayalah padaku sayang karena aku membutuhkan suport darimu." Ucap Juna menggenggam tangan Fara.


Fara menatap Juna dengan tatapan yang entah. Ia sendiri ingin mempercayai Juna namun logikanya jika Juna tidak mengenal Indah kenapa Indah bisa tahu alamat rumahnya, kenapa Indah begitu yakin mengucapkan semuanya, bahkan Indah tahu alamat rumah ibunya Juna yang Fara sendiri saja tidak tahu.


Ya Fara mendengar semua ucapan Indah kepada Juna termasuk ancaman hendak melenyapkan ibunya. Fara benar benar bingung untuk saat ini. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Apakah Ia harus mengorbankan cintanya demi ibu mertua yang belum pernah di temuinya? Ataukah Ia harus bertahan? Tapi bagaimana caranya menyelamakan ibu mertuanya dari orangnya Indah?


" Aku tidak tahu harus bagaimana Mas." Ucap Fara.


" Cukup percaya padaku maka semuanya akan baik baik saja." Sahut Juna.


" Baiklah aku percaya padamu." Sahut Fara.


" Terima kasih sayang." Ucap Juna memeluk Fara.


" Sama sama Mas." Sahut Fara.


...****************...


Malam hari Are sedang makan malam bersama Mami Valen dan Papi Nathan, sedangkan Erald sedang perjalanan ke luar kota untuk menghandle perusahaan yang ada di sana. Siang tadi Erald mendapat kabar jika perusahaannya yang ada di kota B mendapat guncangan dari luar, untuk itu Ia langsung menuju ke sana untuk menyelesaikannya.


" Are, apa sejak tadi siang Erald sudah memberi kabar kepadamu?" Tanya Mami Valen di sela sela makannya.


" Belum Mi, bahkan aku hubungi juga tidak aktif." Sahut Are.


" Mungkin karena saking sibuknya Erald, makanya dia lupa menghubungimu." Ujar Papi Nathan.


" Mungkin Pi." Sahut Are.


Ting


Tak lama setelah itu ponsel Are berbunyi tanda pesan masuk. Ia segera membukanya dan betapa terkejutnya Are saat melihat Erald sedang bersama wanita lain di dalam kamar hotel. Mata Are berkaca kaca menahan rasa sesak di dadanya.


" Kenapa Are?" Tanya Mami Valen menatap Are yang seperti mau menangis.


" Mas Erald Mi." Sahut Are.


" Kenapa dengan Erald?" Tanya Mami Valen.


" Aku harus menghubungi Mbak Ratna." Ujar Are.


Are menelepon Mbak Ratna yang tak lain adalah sekretaris Erald.


Tut... Tut...


" Halo Ar." Sapa Mbak Ratna di setelah mengangkat panggilannya. Are mengaktifkan tombol loudspeaker pada ponselnya.


" Mbak apa perusahaan di kota B sedang mengalami masalah?" Tanya Are membuat Mami Valen mengerutkan keningnya.


" Di kota B? Tidak Ar, perusahaan di sana baik baik saja, memangnya kenapa?" Mbak Ratna balik bertanya.


" Apa Mas Erald ada jadwal perjalanan bisnis ke sana?" Are bertanya lagi.


" Setahuku tidak ada jadwal perjalanan bisnis ke sana Ar, apa Tuan Erald pergi kunjungan ke perusahaan di kota B?" Tanya Mbak Ratna.

__ADS_1


" Ratna ini saya." Sahut Mami Valen merebut ponsel dari tangan Are.


" Iya Nyonya." Sahut Mbak Ratna.


" Tadi siang Erald mendapat kabar jika perusahaan di kota B mendapat guncangan dari luar, itu sebabnya Erald langsung ke sana." Ucap Mami Valen.


" Tapi perusahaan di sana baik baik saja Nyonya, saya baru saja teleponan dengan Karin sekretaris yang menghandle di sana, kalau terjadi sesuatu pada perusahaan seharusnya Karin tahu Nyonya." Ujar Mbak Ratna.


" Baiklah Mbak terima kasih atas infonya." Ucap Are.


" Sama sama Ar." Sahut Mbak Ratna.


Are mematikan sambungan teleponnya.


" Are kamu jangan berpikiran macam macam sayang, Mami yakin kalau Erald bekerja di sana, mungkin saja ini hanya urusan CEO jadi sekretaris Erald tidak mengetahuinya." Ujar Mami Valen.


" Apa ini yang di namakan bekerja Mi?" Tanya Are menunjukkan foto Erald yang tadi Ia terima lewat pesan.


" Astaga apalagi ini?" Ucap Mami Valen setelah melihat foto Erald bersama wanita lain.


" Jika Mas Erald sudah bosan denganku harusnya Mas Erald bilang Mi, tidak perlu berbohong seperti ini, aku sadar kalau badanku sudah tidak berbentuk lagi, aku memaklumi jika aku sudah tidak menarik di mata Mas Erald lagi, tapi apa begini caranya dia membuangku Mi?" Tanya Are meneteskan air matanya.


" Sayang jangan percaya dengan foto ini, Mami yakin ini hanya kerjaan orang yang ingin membuat rumah tangga kalian hancur sayang, Mami mohon tetap kuat demi anak anak kalian, sebelum semua ini terbukti kebenarannya jangan mengambil kesimpulan sendiri sayang." Ujar Mami Valen.


" Papi akan mencoba menghubungi Erald." Ucap Papi Nathan.


" Iya Pi segera hubungi Erald." Sahut Mami Valen.


Mami Valen khawatir jika masalah ini akan mengguncang psikis Are dan akan mengakibatkan hal buruk untuk kedua calon cucunya. Apalagi usia kandungan Are masih rentan terhadap keguguran.


"Sebenarnya apa yang terjadi kepada keluargaku? Kenapa masalah bertubi tubi menghampiri kami? Belum juga selesai masalah Juna sekarang tambah lagi masalah Erald." Batin Mami Valen.


" Tidak aktif Mi." Sahut Papi Nathan.


" Hiks.... Hiks.... Mas Erald pasti sengaja menonaktifkan ponselnya supaya aku tidak mengganggunya Mi, saat ini dia sedang asyik bercumbu dengan wanita lain hiks...." Isak Are.


" Sabar sayang ini pasti jebakan, kalau seandainya Erald benar melakukannya lalu untuk apa orang itu mengirimkan foto itu padamu? Erald akan melakukannya dengan rapi supaya tidak ketahuan bukan." Ujar Mami Valen.


" Aku yakin kalau yang mengirim foto itu adalah wanita simpanan Mas Erald Mi, dia ingin memberitahuku jika aku sudah tidak berarti lagi di hati Mas Erald." Ujar Are.


" Bukan begitu sayang, percayalah pada Mami kalau semua ini tidak benar." Ucap Mami Valen mencoba menenangkan Are.


" Are ke kamar dulu Mi." Ucap Are beranjak dari kursinya meninggalkan Mami Valen dan Papi Nathan.


" Pi apa yang sedang terjadi kepada keluarga kita? Kenapa semuanya jadi kacau seperti ini? Mami takut kandungan Are kenapa napa karena masalah ini." Ucap Mami Valen.


" Kita berdoa saja semoga semua ini hanya kesalah pahaman saja dan akan segera menemukan jalan keluarnya." Ucap Papi Nathan.


" Semoga Pi, Mami akan meminta Joddi untuk menyelidiki semua ini." Sahut Mami Valen.


Di tempat lain tepatnya di cafe xx Vebby sedang duduk berdua dengan Angga. Tanpa sengaja keduanya bertemu di sana.


" Jadi kamu sudah bertunangan dengannya?" Tanya Angga sambil menyesap coffe lattenya.


" Iya dan pernikahan kami tinggal dua hari lagi." Sahut Vebby.

__ADS_1


" Kamu mau maunya menikah dengan om om." Ujar Angga.


" Aku dan dia hanya beda beberapa tahun saja, dan aku rasa jika kamu melihat kami bersama kamu tidak akan bisa melihat perbedaan umur kami." Ujar Vebby.


" Apa kamu benar benar mencintainya?" Tanya Angga lagi.


" Iya, aku mencintainya sejak lama namun aku selalu menyangkalnya karena Mama." Ucap Vebby.


" Kenapa nada bicaramu seperti itu? sepertinya kau tidak menyukai keputusanku." Tebak Vebby.


" Kau benar kalu aku memang tidak menyukai keputusanmu, yang aku inginkan adalah kau menikah denganku, tapi tidak masalah jika kau tetap memilihnya maka aku akan menerimanya dengan ikhlas, untuk salam perpisahan kita maukah kau minum denganku?" Tanya Angga menatap Vebby.


" Maksudmu minum bi* begitu?" Tanya Vebby memastikan.


" Iya, kenapa? Tidak mau ya?" Tanya Angga.


" Maaf aku tidak minum minuman itu." Sahut Vebby.


" Kecuali saat itu." Lanjut Vebby dalam hatinya.


" Kalau kau tidak mau minum tidak masalah, tapi ijinkan aku mengantarmu pulang." Ujar Angga.


" Sepertinya nanti aku di jemput sama Om Saka." Ujar Vebby.


" Kan baru sepertinya, mending aku antar pulang kamu aja." Sahut Angga.


" Baiklah, aku kirim pesan dulu sama Om Saka." Ucap Vebby.


Vebby mengetikkan sesuatu lalu mengirimnya kepada Saka.


" Mau pulang sekarang?" Tanya Angga.


" Iya." Sahut Vebby.


" Ayo." Ajak Angga.


Angga dan Vebby berjalan menuju mobil Angga. Setelah keduanya duduk di dalam mobil, Angga segera melajukan mobilnya bergabung dengan mobil lainnya di jalan raya.


Sampai di pertengahan jalan, Vebby mengerutkan keningnya pasalnya ini bukan jalan menuju rumahnya.


" Kita mau kemana Ngga? Ini bukan jalan ke rumahku." Ujar Vebby.


" Nanti kau akan tahu Veb." Sahut Angga tersenyum smirk.


" Angga jangan macam macam! Putar balik mobilnya aku mau pulang ke rumah." Ucap Vebby.


Angga menambah kecepatan mobilnya membuat Vebby semakin panik.


" Angga kita mau kemana?" Teriak Vebby.


Kira kira mau kemana ya???


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya udah double up lhoh...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All...


TBC....


__ADS_2