Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Menghindar


__ADS_3

Are melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya. Sesampainya di rumah Ia masuk ke dalam menuju kamarnya. Di pertengahan tangga Are berpapasan dengan Bi Sumi.


" Eh Non udah pulang? Gimana acara pertunangannya Non? Lancar kan?" Tanya Bi Sumi.


" Lancar Bi, oh ya kalau ada yang mencari aku, bilang saja aku tidak ada di rumah ya Bi, aku lagi nggak mau di ganggu karena aku capek banget hari ini Bi, aku pengin istirahat." Ujar Are.


" Baik Non." Sahut Bi Sumi.


Are melanjutkan langkahnya menuju kamarnya. Ia segera berbaring di atas ranjang setelah masuk ke kamarnya. Ia tidak menyangka jika Erald bisa melakukan semua itu kepadanya. Walaupun Ia tidak melihat jelas apa yang terjadi namun Ia bisa menyimpulkan apa yang terjadi di antara keduanya.


" Kenapa semua ini terjadi kepadaku? Kapan aku bisa mendapatkan kebahagiaan sesuai keinginanku? Rasanya aku tak percaya dengan apa yang aku lihat, tapi itulah kenyataannya bukan? Kenyataan memperlihatkan jika kau memang mengkhianatiku Mas, aku kecewa sama kamu, aku sangat kecewa dengan apa yang kau lakukan padaku hari ini, aku menyesali apa yang sudah terjadi di antara kita, lebih baik aku pergi saja untuk melupakan semua yang terjadi kepada kita Mas, rasanya aku sudah tidak percaya akan arti cinta, karena selama ini tidak ada yang tulus mencintaiku." Ucap Are.


" Aku mau istirahat dulu untuk menghilangkan penatku sejenak, aku akan pergi besok pagi saja supaya Mas Er merasakan di tinggal pas hari pernikahan, rasanya sakitnya akan sama dengan apa yang aku rasakan saat ini." Monolog Are.


Are memejamkan matanya terlelap ke dalam mimpinya.


Sedangkan di dalam kantor Erald, Erald mengerjapkan matanya. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar.


" Ah aku ketiduran." Ujar Erald duduk bersandar pada headboard.


Erald mengerutkan keningnya saat melihat celana dan bajunya tergeletak di lantai.


" Apa yang terjadi denganku?" Tanya Erald sambil mengingat ingat apa yang terjadi dengannya namun Ia gagal mengingat semuanya.


" Bukankah aku ada janji dengan Are siang ini? Hah jam makan siang udah lewat, aku harus menelepon Are untuk meminta maaf." Ucap Erald mengambil ponselnya di atas nakas. Ya saat ini jam sudah menunjukkan pukul dua siang. Waktu janjinya terlambat dua jam.


Erald mencoba menelepon Are namun nomer Are masih tidak aktif.


" Kemana Are? Kenapa nomernya tidak aktif? Apa dia marah karena aku tidak menjawab teleponnya? Lagian kenapa ponselku bisa mati sih?" Ujar Erald bertanya tanya.


Erald turun dari ranjang memakai pakaiannya kembali. Setelah rapi Ia keluar ruanganmya menghampiri Rita.


" Rita apa tadi Nyonya Aresha ke sini?" Tanya Erald menatap Rita.


" Iya Pak, tadi Nyonya Are kemari saat jam makan siang." Sahut Rita.


" Kenapa dia tidak menemui saya?" Tanya Erald.


" Tadi Nyonya Aresha ke ruangan Bapak, tapi beliau keluar sambil menangis karena melihat Bapak.... E...." Ucap Rita menggantung ucapannya.


" Saya kenapa? Katakan Rita! Saya kenapa?" Tanya Erald penasaran dengan apa yang terjadi.


" Sepertinya Bapak sedang melakukan sesuatu dengan tamu Bapak tadi." Sahut Rita menundukkan kepalanya.


" Melakukan sesuatu? Dengan tamu? Tamu siapa Rita?" Tanya Erald.

__ADS_1


" Tamu Bapak yang ke sini tadi pagi, kalau nggak salah namanya Nona Bella Pak." Ujar Rita.


" Bukankah tadi Bella sudah pulang? Kenapa dia masih di sini? Sebenarnya apa yang dia rencanakan kepadaku?" Gumam Erald mencoba berpikir realistis.


Sampai di sini Erald tahu apa yang terjadi dengannya dan Are. Ia yakin jika Are hanya salah paham kepadanya dengan jebakan yang Bella lakukan.


" Dimana Rian saat ini?" Tanya Erald menanyakan keberadaan asistent pribadinya.


" Tuan Rian sedang meeting dengan client dan sampai saat ini beliau belum kembali Pak." Sahut Rita.


" Ah sial." Umpat Erald mengusap rambutnya kasar.


" Aku harus ke rumah Are untuk menjelaskan semuanya, aku yakin dia pasti pulang ke rumah sekarang ini." Ujar Erald berjalan menuju lift.


Erald melajukan mobilnya menuju rumah Are. Tidak mungkin kan Are kembali ke rumah Erald? Apalagi di sana banyak pihak WO yang akan memasang dekorasi pernikahannya.


Dua puluh menit Erald sampai di rumah Are. Ia menekan bel rumah namun tidak ada yang membukanya. Erald mencoba menelepon Are namun masih sama, nomer tidak aktif. Erald semakin kebingungan, Ia tidak mau Are salah paham kepadanya karena Ia yakin jika dirinya tidak melakukan apa apa.


" Sayang kau salah paham, sekarang keluarlah biarkan Mas menjelaskan semuanya." Monolog Erald.


Erald kembali ke mobilnya, Ia melajukan mobilnya menuju rumah Maminya. Ia akan meminta Maminya untuk mendapatkan bukti jika Ia tidak bersalah.


Sesampainya di rumah Mami Valen, Erald segera berlari masuk ke dalam. Kebetulan Mami Valen hendak keluar rumah.


" Mami mau kemana?" Tanya Erald.


" Mi aku butuh bantuan Mami sekarang juga, Are menghilang Mi." Ucap Erald.


" Apa? Are menghilang? Menghilang kemana maksudmu Erald? Apa yang terjadi dengan kalian? Ya Tuhan masalah tidak selesai sampai di sini, kenapa Are bisa menghilang?" Tanya Mami Valen terkejut.


" Ada masalah yang terjadi pada kami, untuk itu aku membutuhkan bantuan Mami." Sahut Erald.


" Baiklah sini duduk dulu, ceritakan apa yang membuat Are menghilang sayang." Ucap Mami Valen.


Erald menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dari Bella menemuinya sampai cerita Rita membuat Mami Valen mengangguk anggukkan kepala.


" Mi tolong bantu aku untuk mendapatkan bukti jika aku tidak bersalah Mi, aku yakin ini hanya jebakan Bella saja Mi, bantu aku menemukan Are Mi, aku tidak mau pernikahan ini gagal karena Are salah paham padaku Mi." Ucap Erald.


" Apa di ruanganmu tidak ada cctv?" Tanya Mami Valen.


" Ada Mi, tapi kalau di dalam kamar aku sengaja tidak memasangnya karena aku butuh privasi." Sahut Erald.


" Kita bisa menemukan bukti daei cctv itu, kita akan melihat apa saja yang Bella lakukan di ruanganmu tanpa kamu sadari, dan rekaman itu akan terhubung dengan bukti di dalam ruangan pribadimu." Ujar Mami Valen.


" Mami benar." Ucap Erald.

__ADS_1


" Sekarang periksa rekamannya, nanti Mami akan menyelidiki lagi bukti bukti itu." Ujar Mami Valen.


" Iya Mi, akan aku buka." Sahut Erald mengambil ponsel di dalam saku celananya.


Erald membuka rekaman cctv yang terhubung dengan ponselnya. Ia dapat melihat apa saja yang di lakukan Bella dari pertama kali Ia masuk sampai Ia keluar dan berbicara dengan Are. Erald masih tidak tenang karena bukti belum menguatkan kebenarannya.


Di dalam kamar Are, saat ini Ia sedang duduk bersandar pada headboard sambil memainkan ponselnya. Tak lama ponselnya bergetar tanda panggilan masuk dari Mami Valen. Ia segera menggeser tanda hijau dan menempelkan ponselnya pada telinganya.


" Halo Mi." Sapa Are.


" Halo sayang, bisa kita bertemu sebentar saja?" Tanya Mami Valen di seberang sana.


" Maaf Mi aku tidak punya waktu, aku sedang sibuk Mi banyak kerjaan yang harus aku selesaikan." Kilah Are.


" Mami tahu jika kamu mencoba membohongi Mami, Mami ingin meluruskan masalahmu dengan Erald sayang, cobalah hadapi masalah jangan menghindari masalah, apa yang kau lihat belum tentu benar adanya sayang, Mami ingin menunjukkan buktinya kepadamu jika kau hanya salah paham saja." Ujar Mami Valen.


" Mami yang ke sini saja, aku sedang malas kemana mana." Sahut Are.


" Baiklah Mami akan ke sana bersama..


" Tanpa Erald." Sahut Are memotong ucapan Mami Valen.


" Baiklah." Sahut Mami Valen menghela nafasnya.


" Aku tunggu Mi." Ucap Are mematikan sambungan ponselnya.


" Gimana Mi?" Tanya Erald yang sedari tadi duduk di samping Mami Valen.


" Dia tidak mau kamu datang." Sahut Mami Valen.


" Are pasti sangat kecewa dan marah sama aku Mi, buatlah dia percaya dengan bukti itu Mi, aku tidak mau jika sampai acara pernikahan ini gagal hanya karena masalah ini, aku yakin jika Alvin juga terlibat di balik rencana Bella." Ujar Erald.


" Kita akan tahu sebentar lagi, Om Irvan sedang mencari bukti buktinya sayang." Ujar Mami Valen.


" Iya Mi." Sahut Erald.


" *Mas akan membuktikan jika Mas tidak bersalah sayang, Mas tidak akan mengkhianati cinta kita apapun yang terjadi, Mas hanya mencintaimu tidak ada wanita lainnya, Ya Tuhan bantu aku untuk membuktikan semuanya, dan lancarkan pernikahan ka*mi." Ucap Erald dalam hati.


Apakah Erald bisa membuktikan kebenarannya? Apakah pernikahan mereka akan berjalan lancar?


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya... Biar Erald semangat...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All....

__ADS_1


TBC...


__ADS_2