
" Bagaimana Tuan Erlangga Davidson?" Tanya Mami Valen menatap Tuan Erlangga.
" Kau tidak bisa mengancamku begitu saja Nyonya Valen, aku tidak takut dengan semua ancamanmu, lakukan apa yang kau mau dan aku juga akan melakukan apa yang aku mau." Ucap Tuan Erlangga membuat Saka geram.
" Cih kau begitu sombong Tuan Erlangga, kau tidak tahu saat ini kau berhubungan dengan siapa, aku akan membuat perhitungan kepadamu." Sahut Mami Valen geram.
" Jika kau berani macam macam maka Vebby tidak akan keluar dari sini dengan selamat." Ancam Tuan Erlangga memberi kode dengan matanya supaya Valen mengikuti arah pandangnya.
" Vebby." Pekik Mami Valen menutup mulutnya saat melihat anak buah Tuan Erlangga mendorong setengah badan Vebby di pagar tangga lantai dua hingga membuat tubuh Vebby hampir jatuh ke bawah.
Saka mengikuti arah pandangan Mami Valen, Ia sangat terkejut melihat istrinya dalam bahaya saat ini.
" Jangan macam macam Tuan Erlangga! Kau akan menyesal jika berani menyakiti istriku." Ucap Saka.
" Keputusan ada di tanganmu, pilih menjadi putraku dan meneruskan bisnisku lalu mengembangkannya atau memilih keluargamu yang sekarang dan kau akan kehilangan istrimu untuk selamanya." Sahut Tuan Erlangga.
Saka menatap Vebby yang nampak ketakutan. Ia menoleh ke arah Mami Valen yang di balas gelengan kepala oleh Mami Valen. Saka bimbang dengan keputusannya. Menerima atau tidak Ia akan tetap kehilangan istrinya.
Sebelum Saka menjawab pernyataan Tuan Erlangga, terdengar suara riuh di luar markas.
" Ada apa ini?" Gumam Tuan Erlangga berjalan menuju jendela. Ia menyibak tirai menatap keluar dimana anak buahnya sedang berkelahi dengan orang orang Mami Valen.
Tuan Erlangga menatap tajam ke arah Mami Valen.
" Ternyata kau tidak mau kalah Nyonya Valentina." Ucap Tuan Erlangga.
" Tidak ada sejarahnya keluarga Alexander mengalami kekalahan Tuan Erlangga, musuh sepertimu bagaikan seekor nyamuk yang terbang di depan kami, dan.... Hap." Mami Valen menepuk kedua telapak tangannya lalu meniupnya.
" Fiuh..... Mati." Sambung Mami Valen.
" Cih.. Jangan sombong Nyonya, kali ini aku akan mengukir sejarah kekalahanmu." Ucap Tuan Erlangga.
" Lemparkan dia dari sana." Teriak Tuan Erlangga.
Hap....
Om Irvan mengalungkan satu tangannya ke leher Tuan Erlangga. Sedangkan Mami Valen mengarahkan pistol ke kepalanya.
" Jika kau berani menyakiti adikku maka aku akan menembak kepala bosmu." Ucap Mami Valen dengan nada tinggi.
" Argh..." Teriak Tuan Erlangga saat Om Irvan menekan tangannya.
" Mau melepaskan adikku dengan baik baik atau kau akan menebusnya dengan kepalamu." Tekan Mami Valen.
" Lemparkan dia Joger." Ucap Tuan Erlangga.
" Tapi Bos." Ucap Joger.
Mami Valen menekan pelatuknya membuat Tuan Erlangga merasa takut tapi Ia bisa dengan baik menguasai dirinya.
Tap tap tap....
Terdengar langkah anak buah Mami Valen memasuki rumah.
" Blue dog." Ucap Tuan Erlangga tidak percaya.
" Kenapa? Anda kaget melihat anggota Blue dog di sini? Mereka orang orangku yang akan menghancurkan rumah dan bisnismu sekarang ini, bukankah sudah aku bilang selesaikan semua ini dengan baik baik tapi kau lebih memilih cara seperti ini Tuan Erlangga, cara yang mengasyikkan menurutku." Ucap Mami Valen.
" Lakukan tugas kalian! Bersihkan black wolf beserta bisnis dan markasnya tanpa sisa!" Ucap Mami Valen.
__ADS_1
" Baik Nyonya." Sahut salah satu anak buah Mami Valen.
" Jangan! Jangan lakukan itu! Aku menyerah." Ucap Tuan Erlangga.
" Sayangnya semua sudah terlambat Tuan." Sahut Mami Valen.
Orang orang suruhan Mami Valen mulai memporak porandakan markas Tuan Erlangga. Sebagian terlibat perkelahian dengan beberapa anak buah Tuan Erlangga.
Saka berlari menghampiri Joger yang saat ini masih memegangi Vebby di pagar tangga sambil menatap keributan di bawah. Tanpa sepengetahuannya, Saka menyerangnya dari belakang.
Brugh....
" Argh." Teriak Joger.
Saka menendang tubuh Joger dari samping membuatnya terpental menjauh dari Vebby. Vebby yang tidak siap terhuyung ke belakang, beruntung Saka segera menangkapnya.
" Kamu tidak pa pa sayang?" Tanya Saka menangkup wajah Vebby.
" A... Aku takut By." Sahut Vebby memeluk tubuh Saka.
" Jangan takut! Ada aku di sini." Sahut Saka mengelus punggung Vebby.
" Sekarang kamu sama Kak Valen, aku akan menangani Joger." Ucap Saka.
" Iya By, hati hati." Sahut Vebby.
Vebby menuruni anak tangga sambil menghindari orang orang yang sedang berkelahi menghampiri Mami Valen.
Joger menyerang Saka, begitupun sebaliknya. Keduanya terlibat perkelahian sengit.
Di bawah Om Irvan dan Tuan Erlangga juga terlibat perkelahian. Keduanya sama sama tangguhnya hingga belum ada yang menjadi pemenangnya.
" Iya Kak." Sahut Vebby.
Keduanya bersembunyi di bawah tangga sambil terus melihat perkelahian dua kubu yang masih berlangsung.
Anggota black wolf terkapar tak berdaya setelah blue dog menghajar mereka. Tuan Erlangga masih terus menyerang Om Irvan dengan sisa sisa tenaganya.
" Aunti aku takut, bagaimana jika kita kalah Aunti? Bagaimana jika Om Saka dan Om Irvan kenapa napa? Lalu kita akan menjadi sandera mereka." Ujar Vebby cemas.
" Jangan cemas! Kita akan baik baik saja, percayalah jika orang orang Kakak akan mengalahkan mereka." Sahut Mami Valen.
Brak... Brugh.... Bugh....
Begitulah suara yang terdengar riuh di dalam rumah Tuan Erlangga.
Om Irvan menginjak punggung Tuan Erlangga membuatnya teriak kesakitan.
" Argh... Lepaskan brengsek!" Pekik Tuan Erlangga.
" Apa kau bilang? Lepaskan?" Tanya Om Irvan.
" Sekarang kau bilang lepaskan setelah kau tidak berdaya, dimana keberanianmu tadi saat Valen menawarkan negosiasi dengan baik baik kepadamu hah? Bukankah kau yang menginginkan seperti ini? Kau bukan hanya akan kalah Tua Erlangga, tapi kau akan hancur bersama orang orangmu." Ucap Om Irvan semakin menekan kakinya.
" Aku minta maaf, aku mengakui kekalahanku, ku mohon lepaskan aku." Ucap Tuan Erlangga.
" Aku akan melepaskanmu jika itu perintah dari Valen, jika tidak maka aku akan membunuhmu." Sahut Om Irvan.
Di atas sana Saka sedang berkelahi dengan Joger. Keduanya masih sama sama kuat menyerang satu sama lain.
__ADS_1
" Aku akan membunuhmu brengsek." Ucap Saka.
Bugh....
Saka meninju wajah Joger yang sudah lebam.
" Aku juga akan membunuhmu setelah aku mendapat perintah dari Tuan Erlangga." Sahut Joger.
Bugh...
Joger membalas pukulan Saka hingga membuat Saka terhuyung ke belakang.
" Andai saja kau bukan Tuan kami, aku pastikan aku sudah menembakmu dari tadi." Ucap Joger dengan nada tinggi.
" Lakukan jika kau bisa!" Sahut Saka.
Bugh.... Bugh....
Begitulah suara pukulan dari keduanya. Saka merasa kelelahan mengimbangi tenaga Joger yang begitu besar.
Bugh....
Pukulan Joger tepat mengenai perut Saka.
" Argh...." Teriak Saka mundur beberapa langkah ke belakang.
Mendengar teriakan Saka, Vebby menatap ke atas.
" Om Saka." Teriak Vebby.
" Ya ampun Saka." Ucap Mami Valen mendongak menatap Saka yang sedang memegangi perutnya.
" Aunti bagaimana ini? Sepertinya Om Saka sudah kelelahan melawan Joger, aku tidak mau dia kenapa napa Aunti." Ucap Vebby cemas.
" Tenanglah! Kakak akan meminta bantuan." Sahut Mami Valen.
" Robert... Bantu Saka." Teriak Mami Valen kepada salah satu anak buahnya.
" Baik Nyonya." Sahut Robert yang masih berkelahi dengan anak buah Tuan Erlangga.
Robert segera berlari menghampiri Saka untuk membantunya. Saat Ia hendak menaiki anak tangga tiba tiba....
Brugh..... Brak....
" Om Saka...."
" Saka......"
" Saka....."
Teriak Vebby, Mami Valen, Om Irvan bersamaan.
Apa yang terjadi kepada Saka?
Temukan jawabannya di bab selanjutnya....
Tetap like dan koment ya...
Miss U All...
__ADS_1
TBC....