Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Ungkapan Juna dan Fara


__ADS_3

" Apa maksudmu Fara? Apa maksud ucapanmu?" Selidik Juna menatap Fara.


" Apa kau tidak mau mendengar jawabanku atas pernyataanmu? Apa kau tidak mau tahu bagaimana perasaanku kepadamu?" Tanya Fara.


Juna membalikkan badan. Ia berdiri di depan Fara sambil menatapnya.


" Apa itu penting buatku? Apa jika aku mengetahui perasaanmu kepadaku akan mengubah semuanya? Apa jika kau memiliki perasaan yang sama denganku, itu bisa membatalkan pertunanganmu dengan Saka?" Juna balik bertanya.


" May be yes may be no." Sahut Fara menatap Juna.


" Baiklah sekarang katakan padaku bagaimana perasaanmu kepadaku dan keputusan apa yang akan kau ambil untuk kebaikan kita bersama, apakah kau akan membuangku atau menerimaku." Ucap Juna melipat kedua tangan di dadanya.


" Pertama tentang perasaanku kepadamu selama ini, kau benar... Aku selalu menunjukkan ketertarikanku kepadamu, kau benar jika aku selalu berusaha untuk dekat denganmu dan kau pun benar jika aku selalu berusaha untuk menunjukkan cintaku padamu, namun setelah sekian lama kau tidak pernah melihat apa yang coba aku tunjukkan kepadamu, aku berpikir jika kau tidak bisa menerima cinta dari wanita lain setelah mendiang istrimu, itulah sebabnya aku memilih untuk mundur karena apa? Karena terlalu sakit jika ketulusan kita terus saja di abaikan, sakit karena kehadiran kita tidak pernah di harapkan oleh seseorang yang kita inginkan dan sakit karena bertahan sendirian." Ucap Fara.


" Maafkan aku, aku tidak pernah menyadari akan hal itu, namun sekarang aku sadar betapa berartinya dirimu bagiku Fara, sekali lagi maafkan aku." Ucap Juna.


" Akan aku pikirkan nanti." Sahut Fara.


" Yang kedua tentang keputusanku untuk kebaikan kita bersama adalah....." Fara menjeda ucapannya.


" Katakan Ara! Agar aku tidak terlalu berharap dengan hubungan ini." Ucap Juna.


" Aku akan..... Aku akan apa ya?" Canda Fara.


" Fara....." Geram Juna.


" Aku akan.... Aku akan menerimamu jika kau berani melamarku di depan kedua orang tuaku." Ucap Fara membuat Juna terkejut.


" A... Apa? Kau menerimaku? Apa aku tidak salah dengar?" Tanya Juna memastikan.


" Iya aku akan menerimamu sebagai calon suamiku." Sahut Fara.


" Lalu bagaimana dengan Saka?" Tanya Juna masih memikirkan perasaan Saka.


" Tentang Om Saka biar menjadi urusanku, yang menjadi urusanmu yaitu segera lamar aku dan menjadikan aku sebagai istri dan ibu dari Ghea secepatnya." Ucap Fara.


" Baiklah aku akan segera melamarmu di depan kedua orang tuamu." Sahut Juna.


" Sebelumnya terima kasih karena kau sudah mau menerimaku, kau sudah mau menerima pria yang penuh kekurangan menjadi calon imammu." Ucap Juna memeluk Fara tanpa sadar.


Deg....


Jantung Fara berdetak kencang berada dalam dekapan Juna. Namun Ia bahagia karena pada akhirnya kebahagiaan akan berpihak kepadanya.


" Aku akan melengkapi kekuranganmu sehingga keluarga kita nanti tidak akan kekurangan suatu apapun." Sahut Fara membalas pelukan Juna membuat Juna tersadar.


Juna melepas pelukannya. Ia menjadi salah tingkah dan merutuki kebodohannya karena betani memeluk Fara tanpa ijin.


" Maaf.... Maafkan aku." Ucap Juna menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Untuk?" Tanya Fara.

__ADS_1


" Karena aku telah lancang memelukmu tanpa seijinmu." Sahut Juna.


" Tidak masalah." Sahut Fara.


" Bagaimana jika aku mengijinkanmu memelukku kapan saja kau mau?" Goda Fara.


" Maka setiap aku membutuhkan ketenangan aku akan memelukmu." Sahut Juna.


" Boleh juga, lewat pelukan aku akan memberikanmu ketenangan." Ujar Fara.


" Terima kasih." Ucap Juna.


" Sama sama, kapan kau aka melamarku?" Tanya Fara.


" Aku akan datang untuk melamarmu besok malam, sekarang aku pamit pulang dulu ya." Ucap Juna berpamitan.


" Baiklah hati hati, aku akan menunggu kedatanganmu." Sahut Fara.


" Aku pulang ya." Ujar Juna masih berdiri di depan Fara. Sepertinya Ia merasa berat untuk meninggalkan Fara. Maklumlah bunga bunga cinta sedang mekar di dalam hatinya.


" Iya udah sana pulang, kenapa masih berdiri di Sini? Kasihan Ghea udah lama nungguin kamu pulang." Ucap Fara.


" Rasanya begitu berat untuk menjauh darimu, aku ingin selalu ada di sampingmu." Ucap Juna.


" Apaan sih kamu ini, kaya' abg aja." Ujar Fara.


" Jangan kalah donk sama abg." Sahut Juna.


" Dih kita mah udah tua kali Jun, nggak ingat umur apa." Ucap Fara.


" Mau di panggil apa? Abang, kakak, aa' atau Mas?" Tanya Fara menatap Juna.


" Mas Juna." Sahut Juna.


" Baiklah Mas Juna." Sahut Fara tersenyum.


" Eh tapi kan kita hampir seumuran cuma beda dua tahun doank." Sambung Fara.


" Aku kam calon suamimu sayang, jadi kamu harus panggil aku dengan panggilan sayang dan mesra." Ujar Juna.


" Ada ada aja kamu Ju... Mas." Ralat Fara saat mendapat pelototan dari Juna.


" Nah gitu donk." Sahut Juna.


" Usah deh buruan pulang, kasihan Ghea nanti nggak bisa tidur kalau nggak ada kamu." Ujar Fara.


" Iya aku pulang." Ucap Juna tidak juga bergerak.


" Sudah buruan pulang." Ucap Fara mendorong pelan punggung Juna.


" Kasih salam perpisahan dulu." Ucap Juna.

__ADS_1


" Selamat malam." Ucap Fara.


" Bukan itu." Ucap Juna.


" Lalu apa?" Tanya Fara.


Juna menatap wajah Fara begitupun sebaliknya tiba tiba...


Cup...


Juna mengecup kening Fara sedangkan Fara memejamkan matanya.


" Selamat malam." Ucap Juna.


" Malam." Sahut Fara tersenyum bahagia.


Juna berjalan meninggalkan Fara yang masih syok dengan tindakan Juna. Fara menyentuh keningnya yang tadi di kecup Juna.


" Faradela.... Mimpi apa kau semalam? Ah Juna... Kau membuatku tidak bisa tidur kalau begini, aku tidak akan mencuci muka biar bekas bibirmu tetap menempel pada keningku, Fara... Kau berhasil menakhlukkannya." Monolog Fara.


Fara masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan yang sangat bahagia. Ternyata semudah itu membuat Juna menyatakan perasaannya.


Di dalam kamar Erald, Are sedang bermanja manja dengan Erald. Ia meminta Erald menyuapi potongan buah semangka, setelah itu keduanya duduk bersandar pada headboard dengan pundak Erald sebagai sandaran Are. Keduanya menonton video bayi bayi lucu di channel utube membuat mereka merasa gemas sendiri.


" Mas lucu banget nih babbynya, ih pipinya gembul banget Mas." Ucap Are sambil mencubit pipi Erald.


" Iya sayang, tapi jangan cubit pipi Mas juga donk kan sakit." Ujar Erald.


" Manja." Cebik Are.


" Kamu mau nggak punya babby imut seperti itu?" Tanya Erald.


" Ya mau bangetlah Mas, aku berharap anak kita nanti bisa seimut itu." Sahut Are.


" Pemeriksaan besok kita bisa melihat kejutan yang sangat kita nantikan sayang." Ujar Erald.


" Iya Mas, besok kita sudah bisa memastikan apakah babby kita hanya ada satu atau dua." Sahut Are.


" Mas akan sangat bahagia jika Tuhan memberi kita dua babby sekaligus kepada kita sayang, jadi nanti kita bisa satu satu mengurusnya." Ujar Erald mengelus kepala Are.


" Iya Mas, pasti rumah kita ini akan terlihat ramai dengan tangisan keduanya." Ucap Are membayangkan jika semua itu terjadi.


" Mas akan menggendong si kecil dan kamu menggendong Kakaknya." Ujar Erald.


" Iya Mas, semoga saja ya Mas keinginan kita bisa menjadi kenyataan." Ujar Are.


Kira kira bisa nggak ya???


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author makin semangat...


Terina kasih untuk readers yang selalu memberikan suportnya kepada author, semoga sehat selalu....

__ADS_1


Miss U All....


TBC.....


__ADS_2