Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Pulang Ke Rumah


__ADS_3

Hari ini Erald, Are, Om Davian, Tante Ria, Mami Valen, Tante Luci, dan Om Gama berada di rumah Juna untuk menyambut kedatangan Fara dari rumah sakit. Mereka menunggu di sofa ruang tamu sambil mengobrol.


" Ri apa kamu sudah tahu siapa ayah angkat yang sudah membesarkan Angga dan menanamkan kebencian di dalam hatinya kepada kita semua?" Tanya Mami Valen menatap Tante Ria.


" Aku tidak tahu Kak, tapi kemarin Mas Davi sempat bertanya sama Angga, dan sampai sekarang Mas Davi belum memberitahuku." Sahut Tante Ria.


" Siapa dia Dav? Dan apa tujuan dia mengatakan kebohongan kepada Angga? Apa dia salah satu musuh dari keluarga kita?" Tanya Mami Valen.


" Sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kalian semua, dia hanya punya masalah denganku saja." Sahut Om Davian.


" Siapa dia?" Tanya Papi Nathan.


" Reno." Sahut Om Davian.


" Reno..." Gumam Mami Valen.


" Reno Mas? Maksudmu Reno yang dulu merencanakan pembunuhan kepada Mas Adrian?" Tanya Tante Ria memastikan.


Reno Bastian, sahabat Om Davian yang mengkambing hitamkan Om Davian dan keluarga Tante Ria. Reno merencanakan pembunuhan kepada calon suami Tante Ria waktu itu hingga menyebabkan nyawa Adrian tiada, tetapi bukti mengarah kepada Om Davian hingga sempat membuat keretakan hubungan Om Davian dan Tante Ria.


Penasaran dengan kisahnya baca ya di


..." Menjadi Mommy Anak Bosku"...


" Iya sayang, dia sengaja ingin balas dendam kepada kita karena masa lalu yang audah berlalu puluhan tahun lamanya." Sahut Om Davian.


" Berarti dia sudah merencanakan sejak lama." Gumam Tante Ria.


" Lalu sekarang dimana Reno Dav? Kita harus menemukannya dan memberikan pelajaran kepada dia." Ucap Papi Nathan.


" Kata Revan dia sudah tiada tiga tahun yang lalu Bang dan sebelum Reno meninggal, Ia membuat Revan berjanji padanya untuk membalas dendam dengan menghancurkan keluarga kita." Terang Om Davian.


" Kalian beruntung Angga anak yang baik Ri, dia langsung bisa memahami keadaan yang sebenarnya sehingga sekarang dia sudah menyadari kesalahannya." Ucap Tante Luci.


" Iya Kak, aku sempat meragukan ketulusannya tapi sekarang aku sudah bisa menerimanya." Ujar Tante Ria.


" Aku berharap keluarga kalian akan selalu mendapatkan kebahagiaan untuk ke depannya." Ucap Om Gama.


" Amin makasih Kak." Ucap Tante Ria.


" Semoga Angga bisa menjadi sumber kebahagiaan untuk kalian berdua." Ucap Papi Nathan.


" Semoga saja Bang." Sahut Om Davian.


Tak lama setelah itu Juna masuk ke dalam sambil menggendong Fara di ikuti Angga dari belakang. Keluarga Ardiansyah pun mengikuti Juna ke kamar Fara. Juna merebahkan tubuh Fara di atas ranjang.


" Selamat datang ke rumah kembali sayang." Ucap Tante Ria.


" Terima kasih Ma." Sahut Fara.


" Bagaimana keadaanmu sayang? Apa sudah benar benar sembuh?" Tanya Mami Valen.


" Sudah Aunti, terima kasih kalian berkenan menyambut kepulanganku." Sahut Fara.


" Sama sama sayang." Sahut Mami Valen dan Tante Luci bersamaan.


" Oh ya Ma, dimana Ghea?" Tanya Fara menatap Tante Ria.

__ADS_1


" Ghea tadi di ajak Aunti Cia ke rumah Veb sayang, hari ini kan Veb pindah ke rumah Saka." Sahut Tante Ria.


" Lhoh kenapa Aunti Valen sama Om Nathan malah di sini? Seharusnya kan kalian menyambut menantu baru di keluarga kalian Aunti." Ujar Fara menatap Mami Valen.


" Setelah dari sini Aunti akan ke sana sayang, kamu lebih membutuhkan dukungan kami dari pada Saka dan Veb yang saat ini sedang berbahagia." Sahut Mami Valen.


" Terima kasih Aunti atas perhatiannya kepadaku." Ucap Fara.


" Sama sama sayang, cepat sehat ya, sekarang Aunti pamit pulang dulu lain kali Aunti akan ke sini lagi." Ucap Mami Valen.


" Iya Aunti, hati hati ya." Sahut Fara.


" Iya sayang." Sahut Mami Valen.


" Far aku pulang dulu ya, lekas sembuh supaya bisa cepat menyusul aku, jangan sampai keduluan Veb." Canda Are.


" Kamu bisa aja Ar, doain ya semoga aku bisa cepat menyusul kamu untuk punya momongan." Ujar Fara.


" Doa terbaik untukmu." Sahut Are.


" Kami pulang ya, Assalamu'alaikum." Ucap Mami Valen.


" Wa'alaikumsallam." Sahut yang lainnya.


Mami Valen, Papi Nathan, Are dan Erald keluar dari kamar Fara.


" Hati hati sayang." Ucap Erald menggandeng tangan Are saat menuruni tangga.


" Iya Mas." Sahut Are menuruni anak tangga denga hati hati.


" Sayang kalian pulang saja ke rumah, Mami khawatir kalau Are akan kecapekan." Ujar Mami Valen.


" Ah iya sekarang kamu memanggil Veb dengan sebutan Tante, lucu juga kedengarannya." Ucap Mami Valen.


" Iya Mi, jadi bolehkan aku ikut ke rumah Opa?" Tanya Are.


" Baiklah tapi nanti di sana kamu langsung istirahat ya." Ucap Mami Valen.


" Iya Mi." Sahut Are.


Mereka menaiki dua mobil berbeda menuju rumah Opa Alex. Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di kediaman Opa Alex dan Saka.


Ya... Saka dan Vebby sepakat akan tinggal di rumah Papanya Saka yaitu Opa Alex. Saka tidak tega meninggalkan Papa angkat yang selama ini merawatnya sendirian di rumah. Ia mencoba berbicara dan memberi pemahaman kepada Vebby untuk tinggal di sana, dan dengan mudahnya Vebby menyetujuinya. Ia juga ingin merawat pria yang telah memberikan Saka kepadanya sebagai tanda terima kasihnya.


" Ayo sayang kita turun." Ucap Erald mengulurkan tangannya.


Are menerima uluran tangan Erald. Keduanya mengikuti Mami Valen dan Papi Nathan masuk ke dalam rumah Saka.


" Assalamu'alaikum." Ucap Mami Valen.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Tante Cia.


" Papa apa kabar Pa?" Tanya Mami Valen memeluk Opa Alex.


" Papa baik baik saja sayang, karena adikmu merawat Papa dengan sangat baik." Sahut Opa Alex.


Are dan Erald bergantian menyalami Opa Alex.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan calon cicitku?" Tanya Opa Alex menatap Are.


" Mereka baik baik saja Opa." Sahut Are.


" Alhamdulillah, selalu jaga kesehatan ya sayang." Sahut Opa Alex.


" Iya Opa." Sahut Are.


" Halo Erald, Opa kangen sekali sama kamu, sekarang kamu lebih sibuk dengan pekerjaanmu sampai kamu melupakan pria tua ini." Ucap Opa Alex memeluk Erald.


" Tidak Opa, aku sedang fokus aja dengan kehamilan Are, Are kan hamil anak kembar jadi kami tidak bisa kemana mana dengan bebas, aku takut mereka bertiga kenapa napa Opa, apalagi kehamilan Are kan tergolong masih rentan, maafkan aku Opa." Terang Erald.


" Baiklah Opa mengerti sayang." Sahut Opa Alex.


" Terima kasih Opa." Sahut Erald.


" Saka, Vebby, Kakak minta maaf ya karena tidak bisa menyambut kedatangan kalian, kami tidak bermaksud melukai perasaan kalian tapi kalian tahu kan kalau hari ini Fara pulang dari rumah sakit? Tidak mungkin kalau Kakak tidak ada di sana." Ujar Mami Valen duduk di sofa samping Opa Alex.


" Tidak masalah Kak, kami tahu situasinya kok, lagian kami pulang ke rumah sendiri jadi tidak perlu ada penyambutan yang berlebihan, Papa saja sudah cukup Kak." Sahut Saka.


" Terima kasih atas pengertiannya, Kakak ucapkan selamat menempuh baru untuk kalian berdua, Kakak selalu berdoa semoga kalian selalu di limpahkan kebahagiaan yang tiada henti, segera di beri momongan yang lucu lucu, dan selalu menjadi keluarga yang harmonis." Ucap Mami Valen.


" Amin." Sahut semua orang yang berada di sana.


" Kakak ucapkan selamat datang di keluarga Alexander Vebby, semoga kau membawa kebahagiaan untuk keluarga kami, dan semoga kau selalu hidup bahagia bersama keluarga kami." Ucap Mami Valen menatap Vebby.


" Amin, terima kasih Aunti." Sahut Vebby.


" Sekarang panggilnya Kakak donk sayang, bukan Aunti lagi kan sekarang Kak Valen adalah Kakak ipar kamu." Ujar Saka menggenggam tangan Vebby.


" He he iya By, terima kasih Kak Valen." Sahut Vebby canggung.


" Sama sama sayang, Kakak titip Papa sama Saka kepadamu ya, sayangi mereka seperti kamu menyayangi kami sayang." Ucap Mami Valen.


" Iya Kak, aku akan menjaga dan menyayangi mereka dengan sepenuh hati." Ucap Vebby.


" Terima kasih." Sahut Mami Valen.


" Ya sudah sekarang sudah berkumpul semua, saatnya kita makan siang." Ucap Opa Alex.


" Iya.. Ayo semuanya." Ajak Mami Valen.


" Sayang kalau kamu capek, kamu istirahat aja di kamar Erald, nanti biar bi Ijah mengantar makanan untuk kalian." Ujar Mami Valen.


" Iya sayang, ayo Mas antar." Ujar Erald.


" Iya Mas." Sahut Are.


Erald menuntun Are menuju kamarnya yang ada di rumah Opa Alex, sedangkan yang lainnya menuju meja makan untuk makan siang. Keluarga Alexander dan Ardiansyah nampak harmonis dengan kebersamaan mereka. Mereka berharap akan selalu hidup bahagia.


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya...


Mohon doa dan dukungannya semoga novel author kali ini lebih sukses dari novel sebelumnya.....


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu


Miss U All...

__ADS_1


TBC


__ADS_2