
" Bagaimana Saka?" Tanya Om Irvan menatap Saka.
Saka menatap ke arah Om Irvan dan Tante Cia bergantian. Ia menghela nafasnya pelan mengumpulkan keberanian untuk menjawab pertanyaan Om Irvan.
" Maaf Om aku tidak bisa." Sahut Saka membuat Om Irvan dan Tante Cia melongo.
" Apa? Kamu tidak bisa menerima Vebby? Memangnya kenapa tidak bisa Saka?" Tanya Om Irvan.
" Karena Tante Cia tidak merestuinya Om, Tante Cia masih menyimpan kebencian kepadaku entah apa alasannya sampai sekarang aku juga tidak tahu, jika hanya karena masa lalu, aku rasa seharusnya Tante Cia sudah melupakannya, Mamaku tidak bersalah dalam hal ini karena semua terjadi akibat kebohongan dari Opa, beda lagi ceritanya jika Tante Cia membenciku karena statusku yang tidak jelas dari keluarga mana aku lahir, karena sampai saat ini aku hanya menjadi putra bungsu dari keluarga Alexander saja, aku tidak tahu siapa ayah kandungku." Ucap Saka menohok hati Om Irvan dan Tante Cia.
" Jangan berbicara seperti tu Saka! Om juga bukan dari keluarga yang utuh Saka, Om sama sepertimu yang hidup karena kebaikan hati Papa Alex dan Valen saja, tanpa mereka Om tidak akan menjadi seperti sekarang ini, mereka yang memungut Om dari jalanan dan menjadikan Om keluarganya, jadi Om rasa tidak ada alasan untuk Tante Cia membencimu karena hal itu." Ujar Om Irvan melirik Tante Cia.
"Baiklah aku mengaku salah, Saka maafkan Tante selama ini, Tante sendiri sebenarnya tidak membencimu tapi Tante hanya merasa insecure saja karena kamu suka sama Vebby, di lihat dari segi usia kalian terpaut lumayan jauh, Tante takut jika suatu hari nanti Vebby akan menyesali keputusannya karena menikah denganmu, menikah dengan pria yang jauh lebih tua darinya, dan selain itu Tante juga memikirkan satu hal... Kamu masih ada ikatan saudara dengan kami Saka, itulah yang menjadi pemikiran Tante selama ini, kalau masalah Mamamu, Tante sudah melupakannya." Ucap Tante Cia.
" Jadi ini yang kamu pikirkan selama ini?" Tanya Om Irvan menatap Tante Cia.
" Iya Mas, jujur aku merasa tidak nyaman jika Saka menyukai Vebby, Saka merupakan adik dari Kak Valen, aku merasa gimana gitu jika harus berbesanan dengan Kakakku sendiri." Sahut Tante Cia.
" Kenapa kamu harus bingung bingung memikirkannya sayang, Valen sendiri juga tidak masalah dengan hal ini, dia malah senang bisa berbesanan dengan kita sayang." Sahut Om Irvan.
" Jadi benar hanya pemikiran itu yang membuatmu tidak menyetujui hubungan mereka? Tidak ada yang lain?" Tanya Om Irvan.
" Iya Mas." Sahut Tante Cia.
" Kau dengar Saka?" Tanya Om Irvan menatap Saka.
" Iya Om." Sahut Saka.
" Om merasa greget sendiri, hanya karena pemikiran yang menurutku kuno itu kamu sampai melarang hubungan mereka sayang? Astaga sayang.... Kita hidup di jaman apa sih." Kekeh Om Irvan mengelus kepala Tante Cia.
__ADS_1
" Bukan karena itu saja Mas, selama ini kalau aku bertanya kepada Veb apakah dia mencintai Saka, Veb selalu menjawab tidak jadi aku berpikir kalau Vebby tidak benar benar mencintai Saka." Ujar Tante Cia.
" Terus sekarang mau kamu gimana? Apa kamu masih melarang mereka untuk berhubungan ke jenjang yang lebih serius lagi?" Tanya Om Irvan.
" Aku menyerah sekarang, aku menyetujui hubungan mereka jika memang mereka berdua menginginkannya." Sahut Tante Cia.
" Bagaimana denganmu Saka?" Tanya Om Irvan menatap Saka.
" Aku setuju Om." Sahut Saka mantap.
" Lalu bagaimana dengan Fara?" Tanya Tante Cia.
" Fara akan dapat jodoh yang tepat Tante." Sahut Saka.
" Kalau begitu saya permisi pulang Tante, Om, saya akan membicarakan masalah ini kepada Papa saya dulu." Ujar Saka.
" Baiklah hati hati." Sahut Om Irvan.
Di tempat lain Juna sedang bertamu di rumah Fara. Keduanya duduk berhadapan di samping kolam renang. Mendengar Fara bertunangan membuat Juna langsung menuju rumah Fara dengan meninggalkan Ghea kepada tetangganya. Alhasil di sinilah Juna sekarang.
" Kenapa kau memilih bertunangan dengan orang lain?" Tanya Juna menatap Fara.
" Memangnya kenapa? Apa ada yang salah dengan keputusanku?" Fara balik bertanya membuat Juna sedikit gelagapan.
" A... Aku... Ah tidak ada yang salah maksudku." Sahut Juna.
" Lalu kenapa kau bertanya seperti itu? Seolah olah kau keberatan jika aku bertunangan dengan pria lain, apa mungkin kau ada rasa denganku?" Tanya Fara memancing Juna.
Juna terdiam sambil menatap Fara. Ia mengambil nafas dalam dalam mencoba menenangkan hatinya. Fara mengerutkan keningnya sambil menatap Juna.
__ADS_1
" Kenapa?" Tanya Fara.
" Sebenarnya ada yang ingin aku katakan sama kamu, walaupun ini sudah sangat terlambat tapi aku ingin kamu tahu tentang perasaanku selama ini kepadamu." Ucap Juna.
" Seperti apa?" Tanya Fara.
" Jujur saat awal awal kebersamaan kita aku tidak begitu memperhatikanmu, aku juga tidak merasakan apa apa, yang aku rasakan hanyalah aku bahagia melihat Ghea terlihat bahagia bersamamu, namun aku merasa ada yang kurang saat kau bersikap dingin kepadaku, aku merasa ada yang hilang saat kau menjauh dariku, aku merasa hidupku terasa hampa saat kau tidak lagi datang ke rumah kami, hari hariku terasa sunyi tanpa adanya kehadiran dirimu Fara." Ucap Juna menggenggam tangan Fara.
" Fara... Entah sejak kapan aku mulai menyukaimu, entah sejak kapan perasaan itu ada untukmu, entah sejak kapan aku mulai bergantung kepadamu, aku merasa jika aku tidak bisa hidup tanpamu Fara, aku merasa hidupku tidak lengkap tanpa adanya dirimu di sisihku, hatiku merasa hancur saat aku mendengar kabar pertunanganmu dengan Saka, aku kehilangan gairah hidupku karena aku kehilangan kamu Fara, tapi aku menyadari jika aku tidak pantas untukmu, aku menyadari jika selama ini aku hanya membuatmu terluka, maafkan aku Fara, maafkan aku yang tidak peka akan perasaanku sendiri." Ucap Juna.
Fara diam tanpa bersuara. Ia ingin mendengar lebih jauh lagi tentang apa yang Juna rasakan selama ini.
" Aku tahu jika sebenarnya kamu juga mencintaiku, aku tahu jika selama ini kamu selalu berusaha untuk menunjukkan cintamu kepadaku, tapi maaf... Aku tidak peka akan semua itu, aku berpikir jika aku hanya kepedean saja, aku berpikir jika wanita sepertimu tidak mungkin menyukai pria seperti diriku, apalagi melihat statusku yang seperti sekarang ini, tapi aku tidak peduli dengan semua itu, yang jelas sekarang aku hanya ingin kamu tahu kalau aku mencintaimu, aku menyayangimu sepenuh hatiku, aku akan mendoakan kebahagiaan untukmu dan Saka, jangan lupakan aku dan Ghea setelah kalian menikah nanti, aku ucapkan selamat untuk kalian berdua." Ucap Juna beranjak dari kursinya.
" Mau kemana?" Tanya Fara mencekal tangan Juna.
" Aku mau pulang." Sahut Juna.
" Apa begini caranya setelah kau mengatakan cintamu lalu kau meninggalkan aku begitu saja?" Tanya Fara menatap Juna yang saat ini sedang mengerutkan keningnya.
" Apa maksudmu Fara?" Tanya Juna.
Apa hayo?????
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author makin semangat...
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author... semoga sehat selalu...
Miss U All....
__ADS_1
TBC....