Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Surprise Are


__ADS_3

" Kapan aku melakukannya Ratna? Kau jangan mengada ada dan membuat masalah di dalam keluarga kami semakin rumit." Desak Erald menatap Ratna dengan tajam.


Ratna menoleh ke arah Are, Are menatap Erald begitupun sebaliknya.


" Sudahlah Mas tidak perlu berkilah lagi, aku tidak mau mendengar sangkalan apapun, aku kecewa sama kamu Mas, aku sangat kecewa sama kamu dengan semua ini, aku tidak menyangka kau bisa bermain di belakangku tanpa sepengetahuan aku." Ucap Are.


" Dan kau Mbak Ratna, aku tidak menyangka kau bisa melakukan hal serendah ini, aku juga kecewa sama kamu, aku memberikan kepercayaan pada kalian berdua untuk bekerja sama tapi kalian malah mengkhianati kepercayaanku." Sambung Are meninggalkan Erald dan Ratna.


" Sayang tunggu Mas! Mas bisa menjelaskan semuanya atau kalau perlu Mas akan mengumpulkan bukti jika Mas tidak bersalah sayang, Mas tidak pernah melakukan hal itu sayang, ini pasti fitnah, ini pasti jebakan seperti apa yang pernah terjadi kepada Mas sayang, percayalah." Ujar Erald mengikuti Are dari belakang.


" Aku sudah bilang tidak mau mendengar alasan apapun darimu Mas, aku juga tidak mau membahas masalah ini di sini, saat ini kita akan menjenguk Om Irvan jadi selesaikan masalah ini di rumah nanti." Sahut Are sambil terus berjalan.


" Dan ya ingat satu hal." Ucap Are menghentikan langkahnya.


" Apa itu sayang?" Tanya Erald.


" Jangan sampai Mami tahu tentang masalah ini, aku tidak mau menambah beban pikiran Mami saat ini, selesaikan masalah ini secara intern, hanya kita berdua saja." Sahut Are.


" Baiklah sayang." Sahut Erald mengalah walaupun sebenarnya pikirannya kacau.


Sesampainya di depan ruangan Saka, keduanya masuk ke dalam.


" Mami." Panggil Erald menghampiri Mami Valen.


" Sayang." Ucap Mami Valen memeluk Erald.


" Aku turut prihatin Mi atas apa yang menimpa Om Saka." Ucap Erald.


" Terima kasih sayang." Sahut Mami Valen melepaskan pelukannya.


Erald menatap Vebby sambil merentangkan tangannya. Vebby segera menubruk tubuh Erald.


" Abang.... Om Saka Bang.... Hiks... Hiks...." Isak Vebby dalam pelukan Erald.


" Tenanglah sayang, kita berdoa saja Om Saka akan baik baik saja." Ujar Erald mengelus punggung Vebby.


" Bagaimana aku bisa tenang Bang, lihatlah Om Saka! Dia terbaring lemah tidak berdaya seperti itu Bang, bagaimana aku bisa tenang? Bagaimana jika Om Saka kenapa napa Bang? Aku tidak bisa hidup tanpanya." Ucap Vebby menunjuk Saka yang sedang terbaring di atas ranjang dengan berbagai alat medis yang menempel pada tubuhnya.


" Bersabarlah Veb! Yakinlah pada Tuhan jika semua akan baik baik saja." Sahut Erald.


" Iya Bang terima kasih, aku mohon doanya untuk kesembuhan Om Saka." Ucap Vebby.


" Tentu sayang, Abang akan selalu berdoa untuk kesembuhan Om Saka." Sahut Erald.


" Kak Are." Vebby bergantian memeluk Are.


" Aku turut prihatin atas kejadian ini Veb, semoga Om Saka segera sadar dan sembuh dari sakitnya, kamu yang sabar ya, di balik semua ini pasti akan ada hikmahnya." Ucap Are.


" Terima kasih Kak, terima kasih atas dukungan Kakak." Sahut Vebby melepas pelukannya.

__ADS_1


" Are, Erald silahkan duduk." Ucap Mami Valen.


" Terima kasih Mi." Sahut Are duduk di antara Vebby dan Mami Valen.


Mami Valen menatap Erald dan Are bergantian.


" Kalian baik baik saja?" Tanya Mami Valen.


" Kenapa Mi?" Tanya Are menatap Mami Valen.


" Kenapa kalian duduk berjauhan? Tidak biasanya kalian seperti ini, Mami merasa hubungan kalian sedang tidak baik baik saja." Ucap Mami Valen.


" Jangan berpikir seperti itu Mi, aku hanya kangen saja sama Mami dan ingin dekat sama Mami, mungkin ini kemauan dari calon cucu cucu Mami." Kilah Are mengelus perutnya sendiri.


" Oh begitu ya? Maafkan Mami kalau begitu." Sahut Mami Valen.


" Cucu cucu Oma yang pintar, kangen sama Oma? Maafin Oma ya yang akhir akhir ini tidak bisa menjenguk kalian di rumah, sehat sehat di dalam sayang." Ucap Mami Valen mengelus perut Are.


Mereka mengobrol mencoba menghibur Are agar tidak bersedih hati dengan apa yang menimpanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari Are dan Erald baru pulang dari rumah sakit. Are berjalan menuju kamarnya di ikuti Erald dari belakang. Are masih marah kepada Erald. Ia selalu menghindari Erald saat di rumah sakit tadi.


" Sayang tunggu sayang, Mas bisa menjelaskan semuanya." Ucap Erald.


Ceklek....


" Sayang." Panggil Erald menempelkan telinganya pada pintu kamar mandi.


Erald duduk di ranjang sambil menunggu Are selesai. Lima belas menit kemudian Are keluar dari kamar mandi. Erald segera menghampirinya.


" Sayang." Ucap Erald menggenggam tangan Are.


" Mas tidak bersalah akan hal ini sayang, percayalah pada Mas jika Mas tidaj pernah mengkhianati cintamu, Mas tidak pernah melakukan itu semua pada Ratna sayang, kami hanya sebatas rekan kerja saja." Ucap Erald.


" Lalu kenapa Mbak Ratna bisa mengatakan hal seperti itu? Kalau kamu tidak pernah melakukannya, dia tidak akan mengatakan hal itu Mas, dia tahu konsekuensinya kalau dia berbohong ataupun menjebakmu, aku rasa Mbak Ratna ada benarnya, pasti di sini kamu yang berbohong Mas." Ujar Are.


" Tidak sayang, Mas tidak mungkin melakukan hal serendah itu." Ucap Erald berlutut di depan Are.


" Bisa saja kan kamu melakukannya, secara saat ini aku sedang hamil, bentuk tubuhku sudah tidak menarik lagi seperti dulu, makanya kamu mencari pelampiasan di luar sana, tapi kamu tidak pandai melakukannya Mas, bisa bisanya sampai kebobolan gitu." Ujar Are.


" Astaga sayang..... Mas tidak pernah berpikir seperti itu, Mas tulus mencintaimu tanpa memandang fisikmu sayang." Sahut Erald menangkup wajah Are.


" Lepas Mas." Sahut Are menepis tangan Erald.


Erald menghela nafasnya pelan.


" Sayang maafkan Mas ya, Mas berjanji padamu kalau Mas akan memberikan bukti kepadamu jika Mas tidak bersalah, Mas akan memecat Ratna yang sudah berani memfitnah Mas sekeji ini." Ucap Erald.

__ADS_1


" Kamu mau aku memaafkanmu?" Tanya Are menatap Erald.


" Tentu donk sayang." Sahut Erald tersenyum manis.


" Kalau begitu tolong ambilkan sandalku di balkon Mas." Ucap Are.


" Hanya itu?" Tanya Erald.


" Iya Mas, ambilkan sekarang juga sebelum aku berubah pikiran." Ujar Are.


" Baiklah sayang akan Mas ambilkan." Sahut Erald.


Erald berjalan menuju pintu balkon kamarnya.


Ceklek.....


Erald membuka pintunya. Matanya memicing sambil mengerutkan keningnya saat melihat lilin lilin yang menyala di atas meja.


Ia melihat ada dua piring sajian makan malam di sana. Makan malam romantis lebih tepatnya.


" Sayang." Panggil Erald.


Are menghampiri Erald dengan sesuatu di tangannya. Erald membulatkan matanya sambil membuka sedikit mulutnya. Ia terkejut dengan apa yang di bawa oleh Are.


" Sa......


" Happy birthday Mas, semoga kau panjang umur dan sehat selalu, selalu menyayangi kami dan selalu setia pada hubungan kita ini." Ucap Are dengan kue tart di tangannya.


" Terima kasih sayang, apa yang terjadi kepadaku tadi bagian dari rencanamu?" Tanya Erald memastikan.


" Iya Mas, maafkan aku yang sudah membuatmu uring uringan, aku ingin memberikan kejutan untukmu yang meriah, tapi berhubung keadaan keluarga kita sedang tidak baik baik saja maka aku hanya menyiapkan ini untukmu, sekali lagi selamat ulang tahun, semoga berbahagia." Ucap Are.


" Mas selalu bahagia jika bersamamu sayang, aku mencintaimu." Ucap Erald mencium kening Are.


" Aku juga mencintaimu Mas! Sekarang berdoa untuk kebaikanmu lalu kau potong kuenya Mas." Ucap Are.


Erald mengambil kue di tangan Are lalu Ia letakkan di atas meja.


" Baiklah sayang, Mas selalu berdoa untuk kebahagiaan keluarga kita." Sahut Erald memeluk Are.


" Aku juga selalu berdoa untuk kebahagiaan keluarga kita Mas." Sahut Are membalas pelukan Erald.


Erald dan Are nampak begitu bahagia bisa selalu bersama. Mereka berharap hanya akan ada kebahagiaan untuk mereka berdua.


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya...


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2