Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Honeymoon SaVeb


__ADS_3

Hari ini Saka dan Vebby melangsungkan perjalanan ke pulau B untuk acara honeymoon mereka. Setelah dari Bandara keduanya menaiki taksi menuju Villa keluarga yang berada di samping pantai K. Pantai terkenal di pulau ini yang memberikan pemandangan indah dengan hamparan pasir putih yang sangat luas.


" Wah pantainya terlihat sangat indah By." Ucap Vebby menatap kagum.


" Iya sayang, tapi kenapa kamu terlihat kagum seperti itu? Bukankah kamu sudah beberapa kali ke sini ya?" Tanya Saka heran.


" Suasananya kan beda Hubby, dulu aku ke sini untuk helling sama teman teman, tapi sekarang aku ke sini untuk menghabiskan waktu bersama Hubbyku tersayang." Sahut Vebby bergelayut manja pada lengan Saka.


" Ucapanmu terdengar menyejukkan hatiku sayang." Ucap Saka merangkul Vebby sambil tersenyum.


" Aku nggak menyangka kalau kamu bisa baper juga." Ujar Vebby.


" Dari dulu aku juga baper sayang, apalagi kalau kamu menunjukkan sikap manismu kepadaku, aku langsung menyimpulkan kalau kamu juga menyukaiku tapi kamu selalu menyangkalnya." Ucap Saka menghela nafasnya pelan.


" Tapi sekarang aku merasa sangat bahagia karena aku bisa mendapatkan cinta dan dirimu, walaupun aku harus menjalani penantian yang sangat panjang, tapi akhirnya penantian itu membuahkan hasil yang luar biasa." Ujar Saka mencium kening Vebby.


" Maafkan aku yang waktu itu tidak bisa mengungkapkan perasaanku kepadamu By, saat itu aku hanya memikirkan perasaan Mama, aku punya keyakinan jika memang kita berjodoh bagaimanapun caranya pasti kita akan bersatu." Ucap Vebby.


" Tapi tanpa usaha dan doa kau tidak bisa mendapatkannya sayang." Ujar Saka.


Vebby menghadap Saka, Ia menatap wajah tampan milik suaminya.


" Kenyataannya aku bisa mendapatkanmu tanpa aku berusaha By, bahkan aku selalu berusaha menjauh darimu dan mencoba melupakan perasaan ini kepadamu, tapi pada akhirnya aku bisa mendapatkanmu." Ujar Vebby.


" Inilah yang di namakan cinta sejati sayang." Sahut Saka.


" Cinta sejati? Apa maksudmu By?" Tanya Cebby mengerutkan keningnya.


" Ya cinta sejati, aku yang berusaha kau yang berdoa, pada akhirnya kita mendapatkan kebahagiaan dengan kita hidup bersama." Sahut Saka memeluk Vebby.


" Aku selalu berdoa semoga kita hidup bahagia selamanya dengan anak anak kita nanti." Ucap Saka.


" Amin semoga Tuhan mengabulkan doa dan keinginan kita By." Ucap Vebby.


" Insyaallah sayang." Sahut Saka.


" Maaf Tuan." Ucap seorang pria membuat keduanya menoleh ke belakang.


" Iya Pak ada apa?" Tanya Saka.


" Tuan kopernya sudah saya bawa ke kamar, apa ada lagi yang bisa saya bantu?" Tanya pria yang bernama Pak Amin. Ia bekerja di Villa keluarga Alexander sejak Mami Valen remaja.


" Tidak ada Pak, terima kasih atas bantuannya." Ucap Saka.


" Sama sama Tuan." Sahut Pak Amin.


" Oh ya Pak, jangan panggil saya Tuan! Panggil saja Saka." Ujar Saka.


" Tidak bisa Tuan, kalau Tuan besar mendengarnya nanti bisa marah, gimana kalau saya panggil Aden saja?" Ujar Pak Amin.

__ADS_1


" Baiklah Aden tidak masalah." Sahut Saka.


" Baiklah Den Saka, Non Vebby saya permisi ke dalam dulu, selamat menikmati indahnya panorama pantai." Ucap Pak Amin.


" Terima kasih Pak." Sahut Saka dan Vebby bersamaan.


Pak Amin meninggalkan mereka berdua yang sedang asyik menatap ombak di tepi pantai.


" Mulai panas By." Ucap Vebby.


" Ya udah kita masuk aja yuk istirahat, nanti sore kita ke sini lagi." Ujar Saka.


" Iya ayo." Sahut Vebby.


Saka menggandeng tangan Vebby berjalan masuk ke dalam villa menuju kamarnya.


Ceklek....


Saka membuka pintu kamar mereka, keduanya berjalan masuk ke dalam setelah Saka menutup kembali pintunya.


" By aku mandi dulu ya, gerah banget nih." Ucap Vebby.


" Kita mandi bareng aja sayang." Sahut Saka membuat Vebby melotot.


" Mandi bareng? Nggak ah aku nggak mau." Ucap Vebby.


" Kalau mandi bareng yang ada nanti dia..... Ah mikirin apa sih kamu Veb, otak kamu mulai mesum sejak kejadian malam itu." Batin Vebby memukul kepalanya sendiri dengan pelan.


" Kenapa sayang? Apa kamu merasa pusing?" Tanya Saka menatap Vebby.


" Ah tidak tidak, aku hanya memikirkan kalau kita mandi bareng maka....." Vebby menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Ia merutuki kebodohannya sendiri.


" Kalau kita mandi bareng kenapa? Hayo... Pasti pikiran kamu mesum nih." Tebak Saka menggoda Vebby.


" Eh tidak ya." Kilah Vebby.


" Terus kamu mau bilang kalau kita mandi bareng maka.... Maka apa?" Tanya Saka.


" Maka.... Maka..." Ucap Vebby sambil berpikir.


" Maka?" Tanya Saka.


" Maka aku tidak akan membuka bajuku." Sahut Vebby sekenanya.


" Kenapa tidak membuka baju? Katanya mau mandi." Ucap Saka.


" Ya aku malu lah By kalau kita mandi bareng, udah ah aku duluan aja yang mandi nanti baru gantian kamu." Sahut Vebby.


" Kenapa mesti malu sayang? Tujuan kita ke sini untuk apa sih?" Tanya Saka menarik pinggang Vebby hingga keduanya tidak ada jarak.

__ADS_1


" Bulan madu." Sahut Vebby.


" Kalau pasangan yang sedang bulan madu ngapain aja?" Tanya Saka menatap Vebby.


" Ya mereka menghabiskan waktu bersama." Sahut Vebby.


" Menghabiskan waktu yang bagaimana?" Saka bertanya lagi.


" Mereka menghabiskan waktu di atas ranjang dengan begi....." Lagi lagi Vebby menutup mulutnya karena keceplosan.


" Tepat sekali." Ucap Saka.


" Tujuan kita ke sini yaitu menghabiskan waktu di atas ranjang dengan melakukan begituan, jadi tidak ada kata malu di sini, kita akan mengawali bulan madu kita di sini." Ucap Saka mendorong pelan tubuh Vebby di atas ranjang.


" By..." Ucap Vebby menatap Saka yang saat ini berada di atas tubuhnya.


" Apa sayang? Apa kamu sudah siap menerima serangan dariku?" Tanya Saka mengelus pipi Vebby.


Vebby memejamkan matanya menikmati sensasi lembut tangan Saka.


" Kau selalu membuatku ingin menerkammu sayang." Ucap Saka membuat Vebby membuka matanya menatap Saka.


" Bibirmu merupakan candu bagiku, pipimu membuatku ingin selalu mengecupnya, matamu membuatku ingin selalu menatapnya, dan keningmu membuatku ingin menciummu setiap saat." Ucap Saka menyentuh bibir, pipi dan kening Vebby bergantian.


" Dan hidungmu.... Jangan biarkan hidungmu bernafas tanpa aku di dalam hatimu, aku akan selalu menyertaimu dimanapun kamu berada sayang, aku akan selalu hadir di dalam jiwa dan hatimu, dan aku akan selalu menemanimu bersama darah yang mengalir dalam tubuhmu, aku sangat mencintaimu sayang, sangat sangat mencintaimu." Ucap Saka.


Entah mengapa Vebby merasa ada suatu ungkapan di setiap kata yang Saka ucapkan.


" Apa yang sebenarnya coba kau ungkapkan By, katakan langsung kepadaku karena aku tidak memahami semua ucapanmu, katakan padaku apa maksudmu!" Selidik Vebby.


" Aku tidak bermaksud apa apa sayang, aku hanya ingin mengatakan satu hal padamu." Ucap Saka.


" Apa itu By?" Tanya Vebby.


" Percayalah padaku pada apa yang akan terjadi pada kita, aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu, jika aku tiada nanti tetaplah kenang aku sebagai pria yang sangat sangat mencintaimu sayang." Ucap Saka memeluk erat tubuh Vebby.


Vebby membalas pelukan Saka dengan perasaan yang penuh pertanyaan di dalam hatinya.


" Ada apa sebenarnya denganmu By? Apa yang sebenarnya terjadi kepadamu? Kenapa kamu tidak mengatakannya langsung kepadaku?" Tanya Vebbby dalam hatinya.


Ada yang bisa bantu Vebby jawab nggak nih?


Jangan lupa like, sempatkan ketik koment, dan beri hadiah mawar buat author biar author makin semangat meneruskan ceritanya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All....


TBC....

__ADS_1


__ADS_2