Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
MP


__ADS_3

Hari sudah malam, kedua pasangan pengantin baru memasuki kamar pengantin yang ada di dalam hotel tempat mereka mengadakan acara. Nampak taburan bunga bunga mawar putih yang di tengahnya ada bentuk love dari bunga mawar merah menghiasi ranjang mereka. Lilin aroma theraphy menyinari kamar yang gelap gulita.


Vebby melongo melihat semua itu, bukannya senang Ia merasa merinding melihat semuanya. Ia mengusap tengkuknya sambil bergidik ngeri.


" Kenapa sayang?" Tanya Saka menahan tawa melihat wajah Vebby.


" Aku kok malah merinding melihat semua ini ya Om." Ujar Vebby.


Saka menarik pinggang Vebby hingga tidak ada jarak di antara keduanya. Vebby sedikit mendongak menatap wajah tampan Saka.


" Aku akan menghukummu karena kamu memanggilku Om lagi." Ucap Saka.


" Ta....."


Saka membungkam bibir Vebby dengan bibirnya membuat Vebby melongo sedikit membuka mulutnya. Kesempatan itu di gunakan oleh Saka untuk menyusupkan lidahnya. Ia mengekspos setiap inchi mulut Vebby.


Saka menahan tengkuk Vebby untuk memperdalam ciumannya. Vebby mencengkeram dada Saka berharap mendapat kekuatan agar bisa tetap menopang tubuhnya karena Ia merasakan kakinya yang tiba tiba lemas merasakan sensasi panas dingin yang di ciptakan oleh Saka, Ia terlalu larut dalam ciuman Saka yang begitu memabukkan. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka. Setelah keduanya kehabisan pasokan oksigen, Saka melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Vebby menggunakan jempolnya.


" Lain kali bernafas sayang, kalau tidak kau bisa tiada." Ucap Saka mencium kening Vebby.


Vebby menubruk tubuh Saka menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.


" Kenapa hmm?" Tanya Saka mengelus kepala Vebby.


Vebby menggelengkan kepalanya.


" Kamu malu?" Tanya Saka lagi.


Vebby menganggukkan kepalanya.


" Nggak pa pa, nanti kalau udah terbiasa pasti nggak malu lagi." Ucap Saka.


" Ya udah sekarang mandi dulu gih, ganti pakaianmu! Mama sudah menyiapkan baju ganti untukmu di dalam kamar mandi." Sambung Saka. Vebby menganggukkan kepala lalu berlalu menuju kamar mandi.


Saka duduk bersandar pada sofa sambil bermain ponsel. Ada chat dari Mami Valen, karena takut jika Mami Valen mengabarkan tentang Papanya maka Saka segera membuka chatnya.


📲 Sister


Pelan pelan buka segelnya, jangan terburu buru atau nanti kau akan gagal, buat Veb terbuai dulu baru tendang bolanya sampai gol


Semoga berhasil 💪


" Apa apaan nih Kak Valen, emangnya aku anak di bawah umur apa? Kurang kerjaan banget deh, ada ada aja Kakakku yang satu itu." Kekeh Saka sambil tersenyum.


Ceklek....


Saka menoleh ke arah pintu kamar mandi yang terbuka.


Glek....

__ADS_1


Saka menelan kasar salivanya saat melihat Vebby yang hanya memakai lingerie di atas paha, membuat jiwa kelakiannya tertantang.


" Jangan menatapku seperti itu Hubby, aku malu." Ucap Vebby menundukkan kepala.


Saka tersenyum mendekati Vebby membuat Vebby sedikit waspada.


" Kau menyiapkan semua ini untukku?" Tanya Saka menyentuh dagu Vebby.


" Hanya ini yang ada di dalam kamar mandi, kalau kamu tidak suka aku akan memakai baju yang tadi saja." Ujar Vebby hendak masuk kembali ke kamar mandi namun Saka menahannya.


" Aku justru menyukainya sayang, tunggu aku di ranjang, aku akan membersihkan tubuhku dulu." Ucap Saka mencium kening Vebby.


Vebby naik ke atas ranjang, Ia menekuk kedua lututnya sambil memeluk selimut. Jujur Ia merasa gugup namun berdasarkan buku yang Ia pelajari, Ia harus menjalankan kewajibannya sebagai istri sepenuhnya mulai malam ini.


" Ya Tuhan.... Apa yang aku lakukan? Kenapa jantungku deg degan gini ya? Aku gugup, aku nervous... Tarik nafas Vebby maka semua akan baik baik saja." Monolog Vebby menyemangati dirinya sendiri.


Lima belas menit kemudian Saka keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya saja. Ia berjalan mendekati Vebby, sedangkan Vebby justru menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


" Hei kenapa di tutupi? Lihat aku donk." Ucap Saka menarik tangan Vebby.


" Aku malu O.. By, kamu cuma pakai handuk aja, aku nggak terbiasa melihat pria tidak berpakaian seperti itu." Ucap Vebby dengan jantung yang bertalu talu.


" Mulai sekarang kamu harus terbiasa melihat aku seperti ini, sebentar lagi kamu malah melihatku tanpa sehelai benang pun." Ucap Saka menggoda.


" Apa?" Pekik Vebby.


" Sayang jangan keras keras, nanti tetangga kamar pada dengar gimana." Ujar Saka.


" Ayo kita mulai." Ucap Saka.


" Mulai? Mulai apa maksudmu By?" Tanya Vebby.


" Kita mulai ritual malam pertamanya." Sahut Saka.


Glek....


Vebby menelan kasar salivanya saat Saka membuang handuknya ke sembarang arah. Beruntung Saka sudah masuk ke dalam selimut saat ini, jika tidak Vebby bisa berteriak sangat kencang karena ini.


Saka mendorong pelan tubuh Vebby hingga terlentang. Vebby menatap wajah Saka yang berada di atasnya.


" Apa yang mau kau lakukan By?" Tanya Vebby.


" Aku mau mengajakmu terbang ke nirwana, kalau kamu merasa sakit kau bisa mencakar atau memukul punggungku, aku akan memperlembut permainan." Ujar Saka mulai menciumi leher Vebby.


" Shh..." Desis Vebby saat Saka menyesap lehernya.


Saka terus melanjutkan kegiatannya membuat tubuh Vebby terus bergerak seperti cacing kepanasan. Vebby benar benar terbuai dengan permainan Saka. Kini permainan Saka turun pada dua buah gunung kembar yang hanya terpisah oleh anak sungai. Ia bermain main di sana membuat sang empu semakin terbawa suasana.


" Hubby...." Lenguh Vebby membuat hasr** Saka semakin memuncak.

__ADS_1


" Aku datang sayang." Bisik Saka yang di balas anggukan kepala oleh Vebby.


Saka mulai menuntun senjatanya menuju pintu goa, Ia mendorong pelan selangkah demi selangkah hingga akhirnya senjatanya masuk sempurna ke dalam pintu goa yang selama ini di nantikannya. Tidak ada rintihan ataupun jeritan yang mengiringi malam mereka yang ada lenguhan dan suara desa**n yang memenuhi kamar mereka.


Keduanya bersama sama terbang menuju puncak nirwana menikmati indahnya surga dunia yang tiada duanya di dunia. Kebahagiaan mengiringi malam pengantin mereka yang terasa begitu berkesan di hati keduanya. Kini Vebby sudah menjadi milik Saka seutuhnya.


Setelah beberapa jam lamanya, Saka merebahkan tubuhnya di samping Vebby yang nampak lemas tak berdaya.


" Terima kasih sayang telah menjaganya untukku." Ucap Saka mencium kening Vebby.


" Iya By, aku lelah mau tidur dulu ya." Ucap Vebby.


" Baiklah sayang kamu tidur aja, aku mau mandi lagi." Ucap Saka turun dari ranjang.


Saka menyelimuti tubuh Vebby lalu Ia berjalan menuju kamar mandi dengan senyuman yang mengembang di sudut bibirnya.


Di tempat lain tepatnya di rumah sakit, Juna dan Angga sedang duduk di sofa menemani Fara yang masih berbaring di atas ranjang.


" Kak." Panggil Angga.


" Iya." Sahut Fara.


" Kak Juna maksudnya." Ucap Angga membuat Juna menatap ke arahnya.


" Aku bahkan risih kamu memanggilku dengan sebutan Kakak." UjarJuna cuek.


" Emang kamu Kakakku kan? Kakak ipar... Lalu aku harus memanggilmu apa? Juna begitu? Aku rasa kau terlalu tua untuk aku panggil Juna, usiamu sama dengan Saka yang aku panggil Om." Sahut Angga.


" Lama lama aku lakban mulut kamu Ngga, udah deh nggak usah berisik, aku mau tidur udah malam." Ucap Juna beranjak mendekati ranjang Fara.


" Eh lo tidurnya di sini aja, biar Kak Fara tidur sendiri di ranjang, lo nyempitin dia Juna." Ujar Angga.


Juna tidak mempedulikannya, Ia naik ke atas ranjang dengan pelan lalu berbaring di samping Fara.


" Sekarang tidurlah sayang, jangan meladeni adikmu yang kurang...


" Massss." Tekan Fara.


" Maaf sayang, sekarang tidurlah aku akan memelukmu." Ucap Juna memeluk Fara dengan hati hati karena takut lukanya tersenggol.


Fara tidur dalam pelukan Juna dengan perasaan bahagia. Ia bahagia karena keluarganya menerima Angga dengan tangan terbuka. Mereka semua sudah memaafkan apa yang telah Angga lakukan kepada ketiga Kakaknya. Fara berharap kebahagiaan keluarganya akan kembali seperti semula.


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Mohon doa dan dukungannya supaya novel ini sukses seperti karya karya author yang lainnya...


Miss U All....

__ADS_1


TBC...


__ADS_2