
Hari ini keluarga Alexander kalang kabut karena baru saja Saka mendapat telepon yang mengabarkan jika Vebby di culik oleh orang suruhan Tuan Erlangga saat hendak mengantar makanan ke kantor Saka.
Sebenarnya Saka ingin sekali langsung menemui Tuan Erlangga di markas namun Ia tidak mau bertindak gegabah sendirian. Ia menelepon Mami Valen dan Om Irvan untuk membantu menemukan solusinya.
" Bagaimana bisa kamu bisa kecolongan seperti Irvan?" Bentak Mami Valen.
" Aku sudah bilang perketat penjagaan untuk Vebby dan Saka, malah sampai kecolongan gini." Omel Mami Valen sambil berkacak pinggang.
" Aku minta maaf Len, aku sudah menempatkan beberapa orang kita untuk mengikuti Vebby kemanapun, saat ada mobil yang membuntuti mobil Vebby, orang kita sudah menelepon Vebby untuk memperlambat laju mobilnya, tapi sepertinya Vebby salah mengartikan ucapan orang kita Len, Vebby justru mempercepat laju mobilnya dan membuat orang kita kehilangan jejaknya, dan terjadilah kasus penculikan ini, sekali lagi aku minta maaf." Terang Om Irvan.
Mami Valen menghela nafasnya pelan.
" Aku harus ke sana menyelamatkan Vebby Kak, aku takut Tuan Erlangga akan melakukan hal yang menyakiti Vebby, aku tidak bisa menahan lagi Kak" Ucap Saka hendak beranjak.
" Tidak akan." Sahut Mami Valen.
" Apa maksudmu Kak?" Tanya Saka.
" Mereka menjadikan Vebby sebagai pion jadi tidak mungkin mereka akan menyakiti Vebby Sak, kita harus mencari cara untuk menggebraknya dan membuatnya tunduk kepada kita." Ujar Mami Valen.
" Aku sudah menemukan beberapa bukti bisnis gelapnya, apa kita akan menggunakan itu untuk memberikan peringatan kepada mereka?" Tanya Om Irvan menatap Mami Valen.
" Ya, hubungi orang orang kita dan kelompok blue dog untuk membantu kita membungkam anggota black wolf, mereka belum tahu koneksi dan kekuatan kita." Sahut Mami Valen.
" Baiklah, aku akan memghubungi mereka di perjalanan nanti, saat ini lebih baik kita segera ke markas Tuan Erlangga." Sahut Om Irvan.
Ketiganya berjalan menuju mobil Om Irvan. Om Irvan melajukan mobilnya menuju markas Tuan Erlangga yang di jadikan tempat penyanderaan Tuan Broto dan Vebby.
Di persimpangan jalan mobil orang orang Opa Alex dan beberapa anggota inti blue dog mengikuti mobil Om Irvan dari belakang.
Tiga puluh menit mobil Om Irvan sampai di sana. Ketiganya turun dari mobil.
" Kak apa tidak sebaiknya aku saja yang menemui Tuan Erlangga? Aku takut keselamatan Vebby menjadi taruhannya jika kita tiba tiba menyerang mereka Kak." Ujar Saka.
" Kita tidak akan menyerang mereka jika mereka mau bernegosiasi dengan kita, Kakak tidak mau mengambil resiko atas keselamatanmu dan juga Vebby, sebaiknya sekarang kita masuk ke dalam dan menyelesaikan semuanya, walaupun Tuan Erlangga gembong mafia tapi dia juga manusia biasa yang memiliki hati nurani dan perasaan, Kakak akan mencoba berbicara baik baik dengannya, semoga dia mau menerima kedatangan kita dengan baik." Sahut Mami Valen.
" Baiklah Kak." Sahut Saka.
Saka, Om Irvan dan Mami Valen berjalan memasuki pintu gerbang yang menjulang tinggi. Mereka di hadang oleh penjaga yang sedang berjaga di sana.
" Yang boleh masuk hanya Tuan Saka, yang lain silahkan menunggu di luar gerbang." Ucap penjaga dengan postur tubuh gempal dan kulit sedikit hitam.
__ADS_1
" Yang membutuhkan kedatangan kami adalah Tuan Erlangga, karena kami bida membebaskan Vebby dengan cara kami tapi Tuan Erlangga tidak akan pernah bertemu dengan putranya walaupun dia melakukan berbagai cara, dan jika kami tidak di perbolehkan masuk maka Saka juga tidak akan masuk ke dalam, katakan itu pada Tuanmu sekarang juga sebelum kami berubah pikiran." Ucap Mami Valen mengintimidasi penjaga tersebut.
Tuan Erlangga yang melihatnya dari cctv tersenyum mendengar ucapan Mami Valen yang mengisyaratkan keberanian.
" Baik saya akan menghubungi Tuanku dulu." Sahut Penjaga.
Penjaga terlihat sedang berbicara melalui telepon. Tak lama Ia mematikan teleponnya.
" Tuan Erlangga mengijinkan anda masuk Nyonya." Ucap penjaga tadi.
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah klasik yang begitu besar. Tatanannya sangat terlihat seperti sebuah kastil. Sesampainya di depan pintu mereka di sambut oleh satu penjaga lagi.
" Silahkan masuk Tuan, Tuan Erlangga sudah menunggu di ruang tamu." Ucap penjaga.
" Terima kasih." Sahut Saka.
Saka, Om Irvan dan Mami Valen menghampiri seorang pria seusia Papi Nathan yang sedang duduk di sofa.
" Apa kabar putraku? Silahkan duduk." Ucap Tuan Erlangga.
" Kabar putramu tidak baik baik saja Tuan Erlangga karena kau telah menculik pujaan hatinya." Sahut Mami Valen duduk di depan Tuan Erlangga.
" Putramu yang mana yang kau maksudkan Tuan Erlangga." Tekan Mami Valen.
" Apa kau merasa mempunyai seorang putra selama ini? Dimana kau menitipkannya? Kau membayar Nyonya Elin untuk memuaskanmu jadi seharusnya hubunganmu dengannya berakhir sampai di situ, lalu kenapa sekarang kau ingin mengusik kehidupan adikku yang baru saja mendapatkan kebahagiaan Tuan Erlangga." Sambung Mami Valen menohok hati Tuan Erlangga.
" Tapi Saka tumbuh dari benihku Nyonya Valentina jika kau lupa, kalian mengadopsinya tanpa sepengetahuanku." Sahut Tuan Erlangga.
" Wow rupanya kau sudah menyelidiki silsilah keluargaku Tuan." Decak Mami Valen.
" Benih yang kau biarkan dan tidak di rawat dengan baik, dia akan mati Tuan Erlangga, kami memungutnya lalu merawatnya dengan baik, kami menyiram dan memupuknya setiap hari hingga benih itu berbunga dan berbuah, lalu pantaskah kau mengambil benih itu yang kini sudah menjadi pohon dari kami? Apakah kau akan mengakui benih itu jika benih itu tidak tumbuh dengan subur seperti sekarang ini?" Tanya Mami Valen menatap Tuan Erlangga.
" Kau sudah kehilangan hakmu atas Nyonya Elin dan apapun yang ada pada diri Nyonya Elin setelah kau memberikan selembar cek kepada Tuan Broto, termasuk Saka benih yang coba kau katakan Tuan Erlangga." Ucap Mami Valen.
" Tapi Saka...
" Arsaka Xander adalah putra bungsu keluarga Alexander dan penerus resmi sebagian perusahaan Xander, dan itu mutlak tertulis resmi pada akta kelahirannya, dan jika kau berani mengambilnya dari kami maka kami akan membuat perhitungan kepadamu yang akan kau sesali seumur hidupmu Tuan Erlangga, sekarang bebaskan Vebby dan jangan pernah usik keluarga kami lagi atau kau akan menanggung akibatnya." Ancam Mami Valen.
Tuan Erlangga bungkam tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun karena semua ucapan Mami Valen adalah benar.
" Kau bisa mencari putramu dari wanita lain selain Nyonya Elin Tuan, kami tidak akan membiarkan putra dalam keluarga kami terjun ke dunia gelap yang sangat beresiko dalam hukum agama dan negara, maafkan aku jika aku harus mengatakan ini." Ucap Mami Valen mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.
__ADS_1
" Kau terlalu banyak berbicara Nyonya Valen, jika Saka menolak menjadi penerusku maka Kakek dan istrinya tidak akan aku berikan kepadanya kecuali dalam keadaan tidak bernyawa."
" Tuan Erlangga." Bentak Saka menarik kerah baju Tuan Erlangga.
" Jika kau berani menyakitiku istriku maka aku tidak akan segan segan untuk membunuhmu." Ancam Saka.
" Kendalikan emosimu Sak! Kita bicarakan dengan baik baik, bagaimanapun kau harus menghormatinya karena dia orang yang membuatmu ada di dunia ini." Ucap Mami Valen.
Saka melepaskam tangannya. Ia kembali duduk di kursinya.
" Tuan Erlangga, berikan Vebby secara baik baik atau kami akan menggunakan kekerasan untuk mengambilnya dari anda." Ucap Mami Valen.
" Aku akan melepaskan Vebby jika Saka mau menjadi penerusku dan meninggalkan semua kehidupan yanh berkaitan dengan keluargamu." Sahut Tuan Erlangga.
Mami Valen membuka ponselnya sambil menatap Tuan Erlangga dengan menyeringai.
" Tuan Erlangga Davidson, pria kelahiran negara tetangga yang saat ini berusia enam puluh tahun yang memegang black wolf, kelompok mafia yang menjalankan bisnis ilegal yaitu penyelundupan narkoba dan senjata api, mempunyai beberapa cafe yang menyediakan wanita malam tanpa adanya surat ijin dari pemerintah." Ucap Mami Valen membuat Tuan Erlangga membulatkan matanya.
" Bagaimana data itu bisa bocor? Selama ini aku menyimpannya dengan rapi, siapa sebenarnya wanita yang ada di depanku ini?" Batin Tuan Erlangga.
" Aku mempunyai semua bukti bukti transaksi bisnis yang kau jalani selama ini, haruskah aku menyerahkannya ke pengadilan tinggi? Atau aku akan membuangnya dengan syarat kau tidak akan mengusik keluargaku lagi, bersikaplah seperti orang yang tidak pernah saling mengenal seperti selama ini." Ucap Mami Valen.
" Bagaimana Tuan Erlangga Davidson?" Tanya Mami Valen menatap Tuan Erlangga.
Berhasil nggak nih negosiasinya?
Atau mau di kasih konflik lain?
Ketik di kolom komentar ya....
Kalau berkenan baca dan dukung juga karya karya author dengan judul lain ya...
Jangan lupa untuk selalu like koment vote dan hadiahnya bagi yang berkenan mensuport author...
Terima kasih untuk readers yang sudah mendukung karya karya author...
Semoga sehat selalu...
Miss U All....
TBC...
__ADS_1