Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Aarash & Aarish Ardian Xander


__ADS_3

Keluarga Ardiansyah berkumpul di ruang vvip nomer lima, dimana Are dan kedua babbynya di rawat di sana.


" Selamat sayang atas kelahiran babby twins, semoga kau cepat pulih dan semoga babby twins menjadi anak soleh." Ucap Tante Cia memeluk Are.


" Amin... Terima kasih Tante." Sahut Are.


" Selamat sayang, semoga selalu di beri kenahagiaan." Ucap Tante Ria.


" Amin.. Terima kasih Tante." Sahut Are.


Sekarang giliran Vebby yang memeluk Are.


" Selamat Kak, semoga Kakak cepat pulih ya, dan doakan supaya aku bisa menyusul Kakak memberikan penerus untuk keluarga kita." Ucap Vebby.


" Terima kasih sayang, doa terbaik untukmu." Sahut Are.


" Selamat Kak, doakan aku juga ya." Ucap Fara.


" Terima kasih Far, doa terbaik untukmu juga." Sahut Are.


" Selamat Kakak ipar, semoga cepat sehat dan babby twins menjadi anak anak soleh dan berbakti kepada orang tua." Ucap Revan, Verdy dan Arsen bersamaan.


" Terima kasih." Sahut Are tersenyum manis.


" Tampan sekali cucu Oma, mirip seperti Daddy kamu ya, benar benar gen keluarga Ardiansyah." Ucap Mami Valen menggendong babby pertama.


" Aku juga tidak kalah tampan Oma, aku juga mirip Daddy Er kan." Sahut Fara menirukan suara anak kecil sambil menimang babby kedua.


" Iya donk! Cucu cucu Oma harus tampan dan cantik... Siapa dulu Oma dan Opanya." Sahut Mami Valen narsis.


" Oma Valen dan Opa Nathan." Sahut Saka membuat semua orang terkekeh.


" Imut banget ya sayang, kapan kita akan mendapatkan babby seperti dia?" Tanya Juna menoel noel pipi babby twins.


" Sedikasihnya Tuhan saja Mas, sampai sekarang kita belum di kasih itu mungkin saat ini Tuhan ingin kita fokus dulu mengurus Ghea dan membiarkan kita semakin dekat dan saling memahami satu sama lain dulu." Ujar Fara.


" Iya sayang, aku selalu bersabar menantinya kok, kapanpun itu aku akan menerimanya dengan ikhlas." Sahut Juna.


" Terima kasih Mas." Ucap Fara.


" Sama sama sayang." Sahut Juna.


" Veb kamu nggak mau gendong babby twins?" Tanya Erald menatap Vebby.


" Sebenarnya sih pengin Bang, tapi aku takut babby twinsnya jatuh." Sahut Vebby nyengir kuda.


" Kamu itu udah tua Veb, masa' masih takut gendong babby, nanti kalau kamu punya anak sendiri gimana?" Tanya Verdy mengejek Vebby.

__ADS_1


" Lo mah kebiasaan Ver, sukanya mengejek gue terus, coba lo aja yang gendong! Itung itung lo sedang belajar menjadi suami siaga." Cebik Vebby melirik sinis ke arah Verdy.


" Tuh Revan aja yang suruh gendong Kak, kan sebentar lagi Revan mau menikah dan punya anak." Ujar Verdy membuat semua yang ada di sana menatap ke arah Revan.


" Sialan lo Ver." Umpat Revan.


" Revan, apa benar yang di katakan Ver? Wanita mana yang akan kau jadikan istri sayang? Bisa kamu kenalkan dengan Mama secepatnya?" Tanya Tante Ria menatap Verdy.


" Enggak Ma, Ver membodohi kalian semua, aku tidak sedang dekat dengan wanita manapun, aku sedang fokus pada bisnis ku dulu." Sahut Revan.


" Terus apa kabar gadis yang ons sama lo?" Tanya Verdy.


" Diem lo! Jangan asal." Ucap Revan.


Revan segera membungkam mulut Verdy dengan tangannya.


" Revan katakan apa yang sebenarnya ingin Verdy jelaskan kepada kami?" Selidik Om Davian.


" Tidak ada Pa, Ver hanya asal ngomong saja." Sahut Revan.


" Baiklah kalau kamu tidak mau mengaku tidak apa, Mama akan menyuruh Om Irvan untuk menyelidiknya." Ujar Tante Ria.


Revan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Arsen." Panggil Tante Ria.


" Apa yang Revan sembunyikan dari Aunti? Aunti yakin kamu pasti menhetahuinya karena kalian berbisnis bersama kan? Ver aja tahu masa' kamu enggak." Ujar Tante Ria menatap Arsen yang sedang asyik memainkan ponselnya.


Arsen menoleh ke arah Revan lalu Ia menatap Tante Ria.


" Ar tidak tahu Aunti, mungkin itu masalah Ver sama Revan aja, Ar benar benar tidak tahu soal itu, kami hanya menjalankan bisnis saja tanpa ada wanita di sekeliling kami." Sahut Arsen.


" Ya begitulah Arsen Ri, dia tidak tertarik dengan wanita manapun, sepertinya Arsen akan menjadi bujang lapuk yang tidak mau menikah." Ucap Tante Luci menghela nafasnya.


" Jangan begitu donk Ma! Ar pasti akan menikah jika waktunya sudah tiba, Mama tidak perlu bersedih." Ujar Arsen menatap Mama tercintanya.


" Gimana Mama nggak sedih Ar? Kamu itu anak Mama satu satunya, yang lain sudah memberikan cucu dan mantu kepada Mama, kamunya belum. Mengenalkan gadis kepada Mama saja tidak pernah." Gerutu Tante Luci.


" Tunggu sebentar lagi Ma, Ar pasti akan mengenalkan calon istri Ar kepada Mama." Ucap Arsen.


" Mama akan menagih janji kamu." Sahut Tante Luci.


" Ya sudah kita akan membahas hal ini lain kali, sekarang aku mau tahu siapa nama cucu cucu tampanku ini Erald?" Tanya Mami Valen.


Erald menatap Are yang di balas anggukan kepala oleh Are.


" Babby pertama aku beri nama Aarash Mi yang artinya sinar matahari pertama, supaya dia mampu menerangi jiwa orang orang di sekitarnya." Sahut Erald.

__ADS_1


" Aarash... Nama yang bagus dan semoga Tuhan mewujudkan apa yang kamu harapkan dari makna namanya." Ucap Mami Valen.


" Amin Mi." Sahut Erald.


" Lalu siapa nama babby tampan ini Bang?" Tanya Fara.


" Dia Abang beri nama Aaris, yang artinya seseorang yang di hargai, Abang berharap kelak dia akan selalu menjadi pria mulia yang selalu di hargai dan menghargai orang orang di sekitarnya." Terang Erald.


" Amin semoga kamu menjadi pria yang baik hati dan penyayang seperti Daddy kamu sayang." Ucap Ara mencium pipi babby Aaris.


" Nama di belakangnya, Abang beri marga siapa?" Tanya Vebby.


" Ardian Xander." Sahut Erald.


" Arash Ardian Xander dan Aaris Ardian Xander, kelak mereka akan mempunyai perusahaan dengan logo AAX Group, seperti perusahaan Mami dan Papi yang sama sama berlogo VA Group." Ujar Mami Valen.


" Iya Mi dan sebagai pembeda keduanya, Erald memberikan gelang dengan nama masing masing karena keduanya terlihat sangat mirip sampai aku dan Are tidak bisa membedakannya." Ujar Erald.


" Kamu ini Bang ada ada aja, masa' sama anak sendiri nggak bisa bedain." Ucap Vebby.


" Soalnya keduanya sama persis Veb." Sahut Erald.


" Halo jagoan Aunti yang tampannya paripurna, doakan Aunti segera memberikan adik untuk kalian yang tampan seperti kalian ya." Ucap Vebby mengelus pipi Aaris.


" Doakan Aunti juga ya, nanti kita akan bermain bersama sama, Aarash dan Aaris beserta dua adik dari Aunti Far dan Aunti Veb." Sahut Fara tidak mau kalah.


" Amin." Sahut orang orang yang ada di dalam ruangan Are.


" Sayang kamu mau makan sesuatu?" Tanya Erald menatap Are yang sedang duduk bersandar pda tumpukan bantal.


" Nanti aja Mas." Sahut Are.


" Tapi kamu harus makan sesuatu supaya asimu banyak sayang, kamu menyusui dua babby lhoh nggak cuma satu." Ujar Erald.


" Aku mau minum susu aja yang kental ya Mas." Ucap Are.


" Baiklah akan Mas buatkan khusus buat kamu, Mau rasa apa? Striwberry, coklat, vanila atau mocca?" Tanya Erald.


" Strawberry aja Mas." Sahut Are.


" Tunggu sebentar! Mas buatkan dulu." Ucap Erald.


" Terima kasih Mas." Sahut Are tersenyum bahagia.


Erald membuatkam susu khusus ibu menyusui untuk Are. Setelah itu Ia memberikannya kepada Are.


Keluarga Ardiansyah nampak bahagia dengan kehadiran Aarash dan Aaris di tengah tengah mereka. Kebersamaan keluarga mereka selalu di jadikan contoh untuk keluarga lainnya.

__ADS_1


__ADS_2