
" Apa syaratnya sayang?" Tanya Juna merapikan anak rambut Fara.
" Aku mau rujak mangga muda sama kedondong dengan asam jawa yang buanyak dan kasih cabenya lima." Sahut Fara membuat Juna melongo.
" Kenapa reaksi kamu gitu Mas? Kamu nggak mau ya beliin buat aku?" Selidik Fara.
" Tidak...
" Apa? Tidak? Jadi kamu tidak mau membelikannya untukku? Aku tidak akan memaafkanmu, aku akan tetap marah sama kamu." Ucap Fara cemberut.
" Bukan gitu sayang? Aku mau kok membelikannya untuk kamu, jangan cemberut gitu donk!" Ujar Juna menangkup wajah Fara.
" Beneran ya?" Tanya Fara yang di balas anggukan kepala oleh Juna.
" Ya udah sekarang beliin keburu aku idah nggak pingin lagi." Sambung Fara.
"Baiklah aku beliin dulu, sekarang kasih senyum dulu donk biar aku semangat nyarinya." Ujar Juna.
Fara tersenyum lebar menghadap Juna. Juna mencium kening Fara setelah itu Ia pergi meninggalkan rumah Erald.
" Juna kemana?" Tanya Erald saat Fara kembali masuk ke dalam kamar Are.
" Lagi beli sesuatu Bang." Sahut Fara.
" Owh." Sahut Erald.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Huek.... Huek...
Pagi ini Fara memuntahkan semua isi perutnya di wastafel kamar mandi.
" Sayang kamu kenapa?" Tanya Juna menghampiri Fara.
Fara membersihkan mulutnya lalu mengelapnya menggunakan tisu.
" Aku tidak tahu Mas, tiba tiba perutku rasanya mual sekali, sepertinya asam lambungku naik." Sahut Fara.
" Kamu sih bandel jadi orang, aku kan sudah bilang kalau jangan di habiskan rujaknya, mana udah asem banget di tambah pedas banget lagi, jadi gini kan kamunya." Omel Juna.
" Ya mau gimana lagi? Orang akunya suka." Sahut Fara.
" Sekarang udah mendingan belum? Kalau belum minum obat dulu gih." Ujar Juna.
Perut Fara kembali bergejolak.
Huek... Huek...
Fara kembali memuntahkan cairan kuning yang terasa sangat pahit. Tenggorokannya terasa panas tak karuan.
Juna memijat tengkuk Fara berharap bisa membantu Fara menjadi lebih baik.
Huek...
" Mending kita ke dokter aja sayang, aku nggak mau kalau sampai kamu kenapa napa." Ujar Juna.
Setelah merasa mendingan, Juna menuntun Fara menuju ranjangnya. Ia membantu Fara duduk bersandar di atas ranjang.
" Kamu di sini saja, aku akan membuatkan teh jahe untuk kamu ya." Ucap Juna mengelus kepala Fara.
" Iya Mas, di tambah madu ya." Sahut Fara.
" Ok." Sahut Juna meninggalkan kamarnya.
Di depan kamarnya, Juna berpapasan dengan Ghea.
" Papa, Mama mana? Ghea belum bersiap Pa." Ucap Ghea.
" Sayang Mama sedang sakit, nanti bersiap ke sekolahnya sama Papa ya, tapi sekarang Papa mau membuatkan minum dulu untuk Mama." Ujar Juna.
" Baik Pa, kalau begitu Ghea mandi dulu ya Pa." Ucap Ghea.
" Baiklah, Papa akan siapkan air hangat dulu untuk kamu." Sahut Juna masuk ke dalam kamar Ghea.
Setelah membantu Ghea, Juna membawakan teh jahe plus madu hangat ke kamar Fara.
" Ini di minum dulu sayang." Ucap Juna memberikan gelasnya kepada Fara.
__ADS_1
Fara mengambil segelas teh jahe dari tangan Juna, saat Ia hendak meminumnya tiba tiba perutnya kembali merasakan mual.
" Hmppp." Fara membekap mulutnya dengan tangannya.
" Sayang kamu kenapa lagi?" Tanya Juna.
Fara berlari menuju kamar mandi di ikuti Juna dari belakang.
Huek...
" Astaga kamu muntah lagi." Ucap Juna.
" Mas rasanya tubuhku lemas sekali, aku tidak kuat berdiri." Lirih Fara dan tiba tiba...
Brugh...
Juna segera menangkap tubuh Fara sebelum mendarat ke lantai.
" Sayang, sadarlah!" Ucap Juna menepuk pipi Fara dengan pelan.
Juna membawa Fara kembali ke ranjang. Ia segera menghubungi dokter dan meminta Vebby untuk datang ke rumahnya.
Juna duduk di tepi ranjang sambil menggenggam tangan Fara.
" Sayang sebenarnya kamu kenapa? Jangan membuatku takut akan kehilanganmu." Ujar Juna.
Tok tok...
" Kak." Panggil Vebby sambil mengetuk pintu.
" Silahkan masuk." Sahut Juna.
" Kak Fara belum sadar?" Tanya Vebby mendekati ranjang Fara.
" Belum Veb, aku takut Fara kenapa napa." Sahut Juna.
" Apa dokter belum datang Kak?" Tanya Vebby.
" Belum, dokter Raya masih dalam perjalanan." Sahut Juna.
" Aku akan menemani Kak Fara, Kak Juna mengurus Ghea saja! Kasihan kan kalau terlambat ke sekolahnya." Ujar Vebby.
" Iya Kak." Sahut Vebby.
Juna keluar dari kamarnya membantu Ghea bersiap, setelah Ghea sudah rapi Ia mengantar Ghea ke sekolahnya.
Di dalam kamar Fara, Vebby duduk di sofa sambil memainkan ponselnya bertukar kabar dengan Saka.
Tak lama setelah itu seorang dokter cantik datang memeriksa Fara.
" Bagaimana keadaan Kakak saya Dok?" Tanya Vebby.
" Tenang Nona, Kakak anda baik baik saja, dia sedikit mengalami dehidrasi akibat muntah yang sering di alaminya, ini umum terjadi pada wanita yang sedang hamil muda." Sahut Dokter.
" Apa?" Pekik Vebby tak percaya.
" Kak Fara hamil?" Tanya Vebby menatap dokter Raya.
" Iya Nona, saya ucapkan selamat ya, saya akan memberikan resep vitamin untuk Nona Fara, jaga kesehatannya dan kurangi aktivitas berat." Ujar dokter Raya.
" Tapi kenapa Kak Fara belum juga sadar Dok?" Tanya Vebby.
" Jangan khawatir Nona! Sebentar lagi Nona Fara pasti akan sadar." Sahut dokter Raya.
" Dok bolehkah saya minta sesuatu?" Tanya Vebby menatap dokter Raya.
" Iya kenapa Nona?" Tanya dokter Raya.
" Jangan bilang ini kepada Kak Juna, biarkan saya sendiri yang memberikan kabar bahagia ini kepadanya, saya ingin menjadi orang pertama yng memberikan kejutan ini kepada kedua kakak saya." Pinta Vebby.
" Baiklah Nona, saya tidak akan memberitahu Tuan Juna." Sahut dokter Raya.
" Yes..." Batin Vebby.
Setelah memberikan resepnya, dokter Raya pergi meninggalkan rumah Fara.
" Engh...." Lenguh Fara membuka matanya.
__ADS_1
" Kakak sudah sadar." Ucap Vebby mendekati Fara. Ia duduk di tepi ranjang samping Fara.
" A... Aku kenapa Veb?" Tanya Fara duduk bersandar pada headboard.
" Kakak tadi pingsan." Sahut Vebby.
" Ah iya Kakak tadi tiba tiba merasa lemas dan pusing, tiba tiba Kakak sudah tidak ingat apa apa, oh ya Mas Juna kemana?" Tanya Fara.
" Aku di sini sayang." Sahut Juna masuk ke kamarnya.
" Aku barusan mengantar Ghea ke sekolah, karena tidak ada orang lain di sini jadi aku meminta Vebby ke sini untuk menemanimu." Sambung Juna.
" Tidak apa Mas, makasih ya Veb." Ucap Fara.
" Sama sama Kak." Sahut Vebby.
" Oh ya tadi dokter Raya sudah datang memeriksa Fara kan Veb? Lalu apa katanya? Fara kenapa Veb?" Tanya Juna.
Vebby menatap Juna dan Fara bergantian.
" Dokter bilang kalau Kak Fara terkena penyakit...." Vebby menjeda ucapannya.
Juna dan Fara merasa deg degan menanti jawaban Vebby yang sepertinya akan membawakan berita buruk.
" Kenapa denganku Veb?" Tanya Fara.
" Kak Fara.... Hiks.... Hiks...." Bukannya segera menjawab, Vebby justru terisak.
" Aku kenapa Veb? Apakah penyakitku sangat parah hingga membuatmu menangis seperti itu?" Tanya Fara cemas.
" Iya Kak, penyakitmu sangat parah dan membuat hatiku sakit Kak hiks..." Isak Vebby.
Fara dan Juna saling melempar pandangan.
" Mas... Aku..." Fara tidak mampu melanjutkan ucapannya.
" Tidak sayang... Kau pasti baik baik saja." Sahut Juna menatap Fara.
" Vebby cepat katakan apa yang terjadi dengan Fara!" Titah Juna.
Vebby mengusap air matanya. Ia menatap Fara dan Juna bergantian.
" A... Aku sedih mendengar kabar ini Kak, ini kabar buruk untukku." Ucap Vebby semakin membuat Fara ketakutan.
" Tapi kabar baik untuk kalian berdua, bagaimana bisa Kak Fara hamil lebih dulu dari aku..." Lanjut Vebby dalam hatinya.
" Vebby katakan penyakit apa yang sedang menyerangku saat ini." Ujar Fara.
" Saat ini Kak Fara sedang mengandung dedek utun... Huaaaaa....." Vebby menangis seperti anak kecil sedangkan Fara dan Juna melongo tidak percaya.
" Kenapa kalian diam saja?" Tanya Vebby mengusap air matanya.
" Apa maksudmu Vebby? Dedek siapa tadi?" Tanya Juna tidak sinkron.
" Aish Kak Juna lola sekali, Kak Fara hamil Kak... Hamil." Ucap Vebby memperagakan orang hamil dengan tangannya.
" Apa? Hamil?" Pekik Juna tidak percaya.
" Iya." Sahut Vebby.
Juna menatap Fara yang saat ini sedang tersenyum ke arahnya.
" Ahhh sayang... Selamat sayang, kamu sedang mengandung anakku." Ucap Juna memeluk tubuh Fara.
" Selamat sayang, terima kasih sudah memberikanku kabar bahagia ini." Sambung Juna mengelus punggung Fara.
" Selamat juga untukmu Mas." Sahut Fara.
Juna melepas pelukannya. Ia menatap Vebby yang terlihat murung.
" Kenapa kamu bilang kalau ini berita sedih untukmu? Kenapa kamu mengerjai kami dengan mengatakan kalau Fara terserang penyakit? Apa alasannya Vebby?" Tanya Juna.
" Aku memang bersedih karena aku belum juga hamil sedangkan Kak Fara sudah hamil... Aku iri dengan Kak Fara... Aku yang dulu unboxing kenapa Kak Fara yang hamil duluan? Hua......" Tangis Vebby kembali pecah memenuhi ruangan kamar Fara.
Udah author kasih kabar bahagia ya...
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya
__ADS_1
Miss U All...
TBC....