Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Malam Pengantin


__ADS_3

Ceklek...


Kamar mandi terbuka menampilkan Reya yang sudah memakai piyamanya. Piyama potongan dengan lengan dan celana panjang membuat Arsen heran.


Beruntung tadi Ia sempat menyelipkan piyama ke kamar mandi karena Reya tahu kalau orang rumah tidak akan menyediakan baju untuknya kecuali baju yang seperti jaring ikan.


" Siapa yang menyediakan piyama itu?" Tanya Arsen mengerutkan keningnya.


" Kenapa? Apa ada masalah dengan piyama ini?" Bukannya menjawab Reya malah balik bertanya.


" Aku menyuruh art untuk menyediakan lingerie sayang, bukan piyama seperti ini." Ujar Arsen mengusap dahinya.


" Oh jaring ikan... Ada tuh di dalam tapi aku lebih nyaman memakai ini Mas." Sahut Reya enteng naik ke atas ranjang.


" Sayang ini malam pertama kita, seharusnya kau memudahkan semuanya bukan malah mempersulit dengan memakai pakaian panjang seperti ini." Ujar Arsen.


" Aku tahu ini malam pertama kita Mas, memangnya kenapa kalau aku pakai piyama ini? Lagian juga tidak ada yang akan kita lakukan." Sahut Reya.


" Tidak bisa melakukan apa apa gimana? Kita akan melakukan hal itu untuk pertama kalinya sayang, apa kau takut melakukannya? Tenang saja aku akan melakukannya dengan lembut." Ucap Arsen mengusap pipi Reya.


" Kau akan memberikan hakku malam ini kan?" Tanya Arsen menatap Reya.


Reya menggenggam tangan Arsen. Ia menatap Arsen dengan tatapan bersalahnya.


" Maafkan aku Mas, aku tidak bisa memberikan hakmu malam ini ataupun malam malam berikutnya." Sahut Reya.


Arsen menarik tangannya. Ia menatap Reya dengan tatapan menyelidik.


" Apa maksud ucapanmu Reya? Kenapa kau menolakku?" Tanya Arsen.


" Karena aku sedang kedatangan tamu Mas." Sahut Reya.


" Kedatangan tamu? Kedatangan tamu siapa?" Arsen bertanya lagi.


" Aku lagi berhalangan Mas, jadi aku tidak bisa melakukan hal itu." Ujar Reya.


" Berhalangan? Maksudmu kau sedang datang bulan?" Tanya Arsen memastikan.


" I... Iya Mas." Sahut Reya malu malu.


" Oh astaga..." Arsen menepuk jidatnya.


" Kenapa Mas?" Tanya Reya.


" Bagaimana bisa ini harus terjadi kepadaku? Aku sudah membayangkan hal hal indah terjadi pada malam pertama kita sayang, dan semuanya harus sirna karena tamumu yang tidak di undang itu." Sahut Arsen membuat Reya terkekeh.


" Kamu ini Mas, aku juga tidak tahu kalau dia akan datang, harusnya jadwal dia datang satu minggu lagi, tapi entah kenapa dia datang sekarang, jadi kau harus menunggunya pergi Mas." Ujar Reya.


" Berapa lama aku harus menunggu sayang?" Tanya Arsen.


" Satu minggu." Sahut Reya.


" Ckk lama sekali." Cebik Arsen.


" Sabar Mas, semua akan indah pada waktunya." Sahut Reya menangkup wajah Arsen.

__ADS_1


Arsen menyusupkan tangannya ke tengkuk Reya. Ia memajukan wajahnya membuat Reya memejamkan matanya.


Cup...


Arsen mengecup bibir Reya dengan lembut. Ia menggigit pelan bibir Reya supaya Reya membuka mulutnya. Arsen menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Reya.


Arsen mengekspos setiap inchinya. Ia ******* lembut bibir Reya. Suara decapan memenuhi kamar mereka.


Keduanya saling menikmati sensasi panas dingin yang mendebarkan hati yang mereka ciptakan sendiri.


Setelah keduanya merasa kehabisan nafas, Arsen melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Reya menggunakan jempolnya.


" Manis." Ucap Arsen.


Reya menubruk badan Arsen menyembunyikan wajahnya di sana.


" Hei kamu kenapa sayang?" Tanya Arsen mencoba menjauhkan tubuhnya namun Reya semakin mengeratkan pelukannya.


" Apa kamu malu?" Tanya Arsen sambil tersenyum.


Reya menganggukkan kepalanya.


" Tidak usah malu sayang, kita ini suami istri masa' malu sama suami sendiri, ini baru ciuman lhoh belum begituan." Ujar Arsen.


" Mas ih..." Ucap Reya.


" Ya sudah sekarang kita tidur saja." Ucap Arsen.


Keduanya berbaring di atas ranjang saling berhadapan. Keduanya saling menatap satu sama lain.


" Aku juga tidak menyangka kalau aku bisa mencintai pria tampan dan tua sepertimu." Sahut Reya.


" Enak aja pria tua! Aku belum tua sayang." Sahut Arsen tidak terima.


" Kalau bukan tua apa namanya Mas? Aku masih dua puluh tahunan kamu udah tiga puluhan, kita terpaut sepuluh tahun Mas." Ujar Reya.


" Aku bukan pria tua tapi pria matang sayang." Sahut Arsen.


" Aku jadi ngeri membayangkan bagaimana pria matang ini menyentuhku, pasti tulang tulangku rasanya remuk semuanya." Ucap Reya membayangkan yang tidak tidak.


" Jangan membayangkan hal hal yang buruk sayang! Bayangkan saja bagaimana indahnya malam pertama kita, walaupun aku pria matang tapi aku bukan pria ganas sayang... Sehingga akan melakukan dengan buas seperti bayanganmu." Ujar Arsen.


" Aku tidak percaya." Ucap Reya.


" Buktikan saja nanti kalau tamu yang tak di undang itu sudah pergi, akan aku pastikan kau tidak akan merintih apalagi menjerit kesakitan, kau akan terbuai dengan permainanku yang sangat lembut hingga membuatmu terus mendes** menyebut namaku." Ujar Arsen.


" Baiklah aku percaya padamu, sekarang aku mau tidur dulu karena besok aku harus bangun pagi, aku tidak mau bangun ke siangan di hari pertamaku menjadi menantu di rumah ini." Ucap Reya.


" Baiklah sayang, tidurlah yang nyenyak malam ini aku akan memelukmu." Sahut Arsen memeluk perut Reya.


Keduanya melewatkan malam pertama mereka dan langsung menuju alam mimpi.


Pagi harinya....


" Astaga aku kesiangan Mas." Pekik Reya langsung turun dari rajang menuju kamar mandi setelah melihat jam dinding yang menunjukkan pukul enam.

__ADS_1


Arsen yang mendengar teriakan Reya pun membuka matanya.


" Baru jam enam saja paniknya minta ampun." Gumam Arsen mengucek matanya.


Arsen menyandarkan punggungnya pada head board. Ia menyalakan ponselnya untuk mengirim pesan pada asistent jika Ia akan masuk bekerja. Ia mengundurkan rencana bulan madunya yang rencananya akan di laksanakan esok hari.


Lima belas menit kemudian Reya keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian rapi.


" Mas mandi dulu gih, aku sudah menyiapkan air hangatnya." Ucap Reya menuju almari untuk menyiapkan baju ganti yang akan di kenakan Arsen.


" Sayang, aku akan ke kantor hari ini." Ucap Arsen menghampiri Reya.


" Ke kantor?" Ucap Reya mengerutkan keningnya.


" Bukannya kamu cuti satu minggu Mas?" Tanya Reya menatap Arsen yang saat ini berdiri di depannya.


" Aku mengundurkan cutinya satu minggu ke depan, lagian aku di rumah juga tidak bisa ngapa ngapain kamu kan? Jadi dari pada aku pusing memikirkan junior yang terus bergerak lebih baik aku kerja saja." Sahut Arsen.


" Astaga... Otakmu tidak jauh jauh dari hal itu Mas." Ujar Reya membalikkan badannya mengambil baju kantoran Arsen.


" Aku laki laki normal sayang, apalagi aku belum pernah merasakan hal itu, aku jadi semakin penasaran setelah menikahimu sayang." Ucap Arsen memeluk Reya dari belakang.


" Rasa penasaranmu akan terjawab setelah satu minggu lagi, sekarang mandilah aku akan turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan." Ucap Reya.


" Aku masih ingin seperti ini sayang." Ucap Arsen.


" Kau akan membuatku buruk di mata Mama kalau aku semakin kesiangan ke bawahnya Mas, apalagi kalau Mama sudah menyiapkan makanan untuk kita, mau taruh dimana mukaku Mas." Ujar Reya.


" Baiklah, masak seperti biasa biar Mas lahap makannya." Ujar Arsen.


" Siap Mas." Sahut Reya.


Arsen masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Reya turun ke dapur.


Di dapur Tante Luci sudah berada di sana.


" Pagi Ma, maaf aku kesiangan." Sapa Reya.


" Pagi sayang, tidak masalah Mama memakluminya kok, namanya saja pengantin baru, kalau kamu nggak mau sama Mama pasti kamu belum turun saat ini, Arsen pasti akan mengurungmu sampai nanti siang." Canda Tante Luci.


" He he iya Ma." Sahut Reya nyengir kuda.


" Biar aku yang memasaknya Ma, Mama buat minuman aja gimana." Ujar Reya.


" Baiklah sayang." Sahut Tante Luci.


Keduanya nampak begitu kompak berada di dapur menyiapkan makanan untuk suami mereka dan adiknya Reya. Reya merasa sangat bahagia bisa menjadi anggota keluarga Gama sky. Ia berjanji aka mengabdikan dirinya untuk keluarga ini.


Untuk beberapa bab ke depan kita masih fokus ke cerita Reya dan Arsen ya...


Jangan lupa untuk tetap like koment vote dan hadiahnya ya...


Miss U all....


TBC ....

__ADS_1


__ADS_2