Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Kebahagiaan Bersama Twins


__ADS_3

Setelah tiga hari di rawat di rumah sakit, hari ini Are di perbolehkan pulang ke rumah. Dengan di sambut anggota inti keluarga Ardiansyah, Are memasuki rumahnya di tuntun oleh Erald sedangkan babby twins di gendong oleh Fara dan Vebby.


" Uluh uluh... Tampannya jagoan aunty, bikin Aunty gemas deh." Ucap Vebby menciumi pipi Aaris.


" Jagoan Aunty lebih tampan, bisa mirip banget sama Bang Erald, ini pasti kamu yang ngebet banget Bang makanya kamu nyumbang banyak." Ujar Fara.


" Kamu ini bisa aja." Kekeh Erald.


" Yang jelas keduanya sama gantengnya Kak, orang wajahnya mirip banget gini nggak ada bedanya sama sekali cuma gelang nama aja yang membedakan mereka." Ujar Vebby.


" Iya ya." Kekeh Fara.


" Ini gimana kalau mereka sampai dewasa semirip ini? Apa istri mereka bisa membedakannya? Entar kalau ke tukar gimana ya?" Seloroh Vebby sambil membayangkan jika semua itu terjadi.


" Kamu ini sukanya ngasal aja, doanya yang baik baik, dan semoga saat besar nanti mereka akan ada perbedaan supaya tidak tertukar seperti yang kamu bilang." Sahut Fara.


Saka dan Juna menggelengkan kepala melihat perdebatan keduanya. Fara yang semula pendiam kini ketularan cerewetnya sama Vebby.


" Mi kami langsung masuk ke kamar ya." Ucap Erald menatap Mami Valen yang sedang duduk bersama Tante dan Omnya di ruang tamu.


" Iya silahkan, istrahat saja ya Are." Sahut Mami Valen.


" Iya Mi." Sahut Are.


Erald meneruskan langkahnya menuju kamar barunya, tepatnya di lantai satu di ikuti Saka, Vebby, Fara dan Juna dari belakang.


" Bang." Panggil Vebby kepada Erald.


" Ya, kenapa?" Tanya Erald tanpa menoleh.


" Boleh nggak kalau Aaris aku bawa pulang? Biar Aaris jadi anak aku aja Bang, Bang Er nanti bikin lagi yang mirip seperti twins." Seloroh Vebby.


" Mana boleh gitu? Enak aja anak Abang mau kamu minta! Kamu bikin sendirilah sana sama Saka." Ujar Erald.


" Aku udah bikin setiap hari Bang, tapi nggak jadi jadi gimana donk?" Sahut Vebby.


" Jago kamu nggak top cher tuh, udah ketuaan, kamu mesti ganti yang lebih muda dikit pasti tuh sekali tembak langsung jadi." Canda Erald.


" Sialan lo Er." Umpat Saka.


" Oh bisa jadi tuh Bang, boleh di coba." Sahut Vebby membuat Saka melotot.


Sesampainya di kamar Erald membantu Are berbaring di atas ranjang bersandar pada tumpukan bantal.


" Kamu mau aja di kibulin sama Erald sayang, jangan mau di komporin sama dia." Ujar Saka melirik Erald.


" Tapi kalau di pikir pikir omongan Bang Er ada benarnya By." Ujar Vebby menidurkan Aaris di box bayinya.

__ADS_1


" Sayang, kamu nggak punya niat kan mau cari pengganti aku? Jangan bilang kamu dengerin apa kata Erald sayang, aku nggak mau sampai itu terjadi, aku janji akan lebih giat membuat babby untuk kita dan kali ini akan benar benar berhasil." Ucap Saka mendekati Vebby membuat semuanya tersenyum melihat kebucinan Saka.


" Iya iya.. Aku nggak akan meninggalkan suamiku yang super baik hati ini, aku bercanda kok." Sahut Vebby.


" Beneran?" Tanya Saka.


" Iyalah By beneran, apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu, soal anak itu rejeki tergantung Tuhan mau memberikan kepada kita kapan, aku tidak akan mendua hanya karena masalah itu." Ucap Vebby menangkup wajah Saka.


" Tumben kamu bisa berpikir dewasa." Cebik Fara.


" Terima kasih sayang." Ucap Saka menarik Vebby ke dalam pelukannya.


" Otakku lagi berada di tempatnya Kak, kalau geser lagi nggak tahu nanti." Kekeh Vebby.


" Nggak usah bikin Bang Er iri Veb, kasihan kan dia lagi puasa." Ujar Fara.


" Puasa? Puasa kenapa Kak?" Tanya Vebby polos.


" Ya kan Kak Are masih dalam masa nifas, jadi kalau Bang Er kepengin kan bahaya itu karena nggak bisa deketin Kak Are, ha ha kasihan kamu Bang harus puasa selama empat puluh hari." Kekeh Fara.


" Kalian suka banget ya godain Abang." Ujar Erald.


" Maaf Bang." Sahut Vebby dan Fara bersamaan.


Erald menghela nafasnya sedangkan Saka dan Juna hanya tersenyum saja.


Are duduk bersandar sambil menyusui Aaris.


" Anak Mommy kelaparan ya sayang, kuat banget menyesapnya." Ujar Are mengelus pipi bayi mungil itu.


Sambil menyesap put*ng susu milik ibunya, Aaris menatap mata Are membuat Are merasa begitu bahagia.


Oek... Oek....


Tiba tiba Aarash menangis, mungkin Ia merasa lapar juga.


" Mas Aarash menangis." Ucap Are mengguncang pundak Erald yang sedang tidur di sampingnya.


" Engh." Lenguh Erald mengucek matanya.


Oek.... Oek....


Mendengar suara tangisan Aarash, Erald segera bangun menghampirinya.


" Anak Daddy kenapa nih kok nangis? Haus ya? Apa lapar? Mau minum susu ya sama Mommy? Laki laki masa' cengeng sih." Ujar Erald menggendong Aarash.


Aarash langsung terdiam dalam gendongan Erald.

__ADS_1


" Oh Aarash nggak mau ya di bobokin? Maunya di gendong ya sayang, ya udah sekarang bobok lagi biar Daddy gendong ya." Ucap Erald menimang Aarash.


" Mungkin Aarash haus Mas, sini gantian Aarash yang minum, Mas gendong Aaris saja." Ujar Are.


" Aarash tidur lagi kok Yank, mungkin dia inginnya di gendong aja nggak mau kalau bobok di box." Sahut Erald.


" Iya kali Mas." Sahut Are.


" Sayang, Mas bahagia banget punya kamu dan anak anak yang lucu seperti ini, semoga kita bisa mendidik mereka menjadi anak soleh, menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, dan suka menolong sesama." Ujar Erald.


" Amin... Pokoknya doa terbaik untuk mereka Mas, aku sangat berharap mereka menuruni sifat penyayang seperti kamu Mas." Ujar Are.


" Insyaallah sayang, asal kita selalu menghujani mereka dengan kasih sayang, Mas yakin mereka juga akan menyayangi kita." Sahut Erald.


Erald duduk di samping Are sambil memangku Aarash.


" Terima kasih sayang atas kebahagiaan yang kau berikan." Ucap Erald mencium kening Are.


" Sama sama Mas, aku juga berterima kasih sama kamu karena kamu mau menerimaku apa adanya, walaupun kau bukan yang pertama bagiku tapi kau lah yang terakhir untukku, aku berharap tidak ada yang bisa memisahkan kita sampai ajal menjemput kita berdua." Ucap Are.


" Tapi Mas yang pertama menyentuhmu kan? Jadi bagi Mas, Mas lah yang pertama dan terakhir untukmu, lagian waktu itu kamu tidak mencintai Alvin kan?" Tanya Erald menatap Are.


" Tidak Mas, kau benar... Kau yang pertama dan terakhir karena kamu memang cinta pertama dan terakhirku." Ucap Are.


" Terima kasih sekali lagi." Ucap Erald.


Are menyandarkan kepalanya di bahu Erald. Ia benar benar bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikannya kebahagiaan dengan ketiga jagoan yang sangat Ia sayangi.


" Maafkan aku ya Tuhan karena dulu aku selalu mengeluh tentang hidupku kepadamu, aku tidak tahu jika di balik semua itu ada hikmah dan kebahagiaan yang Engkau siapkan untukku, nikmat mana yang kau dustakan Are... Sekarang hidupmu di penuhi dengan kebahagiaan... Terima kasih Ya Rob." Ujar Are dalam hatinya.


Are dan Erald sudah bahagia nih...


Mau tamat atau lanjut ke kisah Fara dan Vebby?


Tulis di kolom komentar ya...


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya buat Are dan Erald...


Terima kasih untuk readera yang selalu mensuport author semoga sehat dan di lancarkan rejekinya Amin...


Miss U All....


TBC....


Aarash dan Aaris ya...


__ADS_1


__ADS_2