Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Are menatap Erald begitupun sebaliknya. Erald tersenyum mencoba menenangkan Are yang nampak sedikit gelisah. Are takut jika Mami Valen berubah pikiran dan tidak memberikan restunya untuk hubungan mereka.


" Mami rasa kalian harus...." Ucap Mami Valen menggantung ucapannya membuat Are semakin tegang.


" Mami kami harus apa?" Tanya Are menatap Mami Valen.


" Sepertinya kalian harus segera menikah." Ucap Mami Valen refleks membuat Are dan Erald merasa lega.


" Jadi Mami merestui hubungan kami?" Tanya Are memastikan.


" Kenapa tidak? Melihat kedekatan kalian sepertinya kalian juga sudah tidak sabar menunggu lebih lama lagi untuk segera menikah." Ujar Mami Valen.


" Emangnya terlihat banget Mi?" Tanya Erald.


" Banget Bang." Sahut Mami Valen.


" Tapi Mami, bagaimana dengan Alvin?" Tanya Are hati hati.


" Jangan khawatikan soal Alvin, dia sudah melepasmu dengan ikhlas sayang, Alvin menyadari jika kamu bukan jodoh untuknya, Alvin merestui hubungan kalian dan mendoakan untuk kebahagiaan kalian, justru Alvinlah yang menyuruh Erald untuk mengejarmu." Sahut Mami Valen.


" Benar begitu Mas?" Tanya Are menatap Erald.


" Iya sayang." Sahut Erald.


" Apa ada lagi yang mengganjal dalam hatimu? Kalau masih ada katakanlah biar kamu bisa tenang." Sambung Erald.


" Tidak Mas." Sahut Are.


" Baiklah karena sekarang semuanya sudah jelas, maka saatnya kita membahas acara pertunangan dan pernikahan kalian berdua, kalian ingin konsep yang seperti apa katakan saja nanti biar Papi sama Mami yang mengurusnya." Ucap Papi Nathan.


" Iya Pi." Sahut Erald.


" Kalian mau acara pertunangannya di laksanakan tanggal berapa?" Tanya Mami Valen menatap Are dan Erald.


" Kalau aku ngikut aja Mi, kalau kamu maunya kapan Yank?" Tanya Erald menatap Are.


" Kalau nggak usah ada acara pertunangan gimana Mas?" Tanya Are.


" Ya nggak bisa gitu donk Yank, Mas itu maunya saat acara pertunangan kita Mas mau mengundang semua teman teman Mas biar semua orang tahu kalau kamu itu milikku dan juga ingin semua orang ikut merasakan kebahagiaan yang kita rasakan saat ini." Ujar Erald.


" Iya sayang, Mami setuju sama Erald, Erald anak pertama Mami lhoh sayang jadi Mami harus membuatkan pesta yang meriah untuknya kan? Lagian memangnya kenapa jika acara pertunangan kalian di lakukan? Apa kamu merasa malu atau tidak nyaman dengan acara itu Are?" Tanya Mami Valen memahami perasaan Are.


Jujur Are merasa malu karena ini merupakan hal kedua baginya, apalagi Ia menikahi pria dalam keluarga yang sama seperti sebelumnya. Ia tidak mau orang orang beranggapan jika pernikahan pertamanya gagal akibat hubungannya dengan Erald. Ia tidak mau mencoreng nama baik Erald.


Are menatap Erald yang sepertinya sangat antusias dengan rencana pernikahan ini. Are merasa Erald ingin mengumumkan jika Are akan menjadi miliknya, hanya miliknya.


" Kalau kamu merasa keberatan jika pertunangan kita di publikasikan maka tidak perlu ada pertunangan, kita cukup tukar cincin saja sekarang dan untuk pernikahan kita juga sama, kita akan menggelar acara pernikahan yang sederhana saja sayang, Mas memahami akan perasaanmu." Ujar Erald menggenggam tangan Are.


" Tidak Mas, aku juga ingin menunjukkan kepada semua orang kalau kau adalah milikku." Ujar Are.


" Oh begitu ya." Ucap Erald menatap Are.


" Iya, memangnya gimana?" Tanya Are.

__ADS_1


" Mas nggak menyangka kalau kamu berpikiran seperti itu, kamu takut kehilangan Mas lagi ya." Goda Erald mengerlingkan sebelah matanya.


" Apa sih Mas." Ucap Are.


" Ya sudah jadi kapan kalian akan melangsungkan acara pertunangannya?" Tanya Papi Nathan.


" Satu minggu lagi Pi." Sahut Erald.


" Gimana Are?" Tanya Mami Valen.


" Iya Mi nggak pa pa, minggu depan aja." Sahut Are.


" Baiklah minggu depan acara pertunangan dan pernikahannya satu bulan lagi, gimana?" Tanya Mami Valen memberi saran.


Erald menatap Are meminta pendapatnya. Are hanya menganggukkan kepalanya saja.


" Baik Mi kami setuju." Sahut Erald.


" Mami akan menyewa WO yang akan mengurus semuanya, untuk acara pertunangan kalian kita akan menyewa hotel King aja gimana." Ujar Mami Valen.


" Enggak perlu Mi, karena aku sudah menyiapkan tempatnya." Sahut Erald.


" Dimana memangnya?" Tanya Mami Valen.


" Di rumah baruku Mi, aku ingin pertunangan dan pernikahan di laksanakan di sana, rumah itu akan menjadi saksi perjalanan rumah tangga kami." Ujar Erald.


" Kamu sudah membeli rumah Bang? Dimana?" Tanya Mami Valen.


" Di depan taman kota?" Tanya Are memastikan.


" Iya sayang, Mas sengaja membeli rumah di sana supaya nanti kalau anak kamu mau bermain ke rumah kan jadinya dekat." Ucap Erald.


" Terima kasih Mas kamu mau memikirkan Ghea juga, aku sudah menganggapnya seperti anakku sendiri Mas, dia juga menganggapku sebagai Mamanya, aku sangat menyayanginya seperti rasa sayang kepada anak kandung, apa nanti kamu juga akan menganggap Ghea seperti anakmu sendiri Mas?" Tanya Are.


" Tentu sayang, Mas akan menyayangi Ghea sama seperti kamu menyayanginya, untuk itu Mas memilih rumah yang dekat dengan taman kota, dan kalau kita punya anak nanti tempat mainannya nggak perlu jauh jauh, tinggal jalan ke depan rumah sampai deh." Ujar Erald.


" Itu berarti rumahnya tidak jauh dari rumah Mami donk." Ucap Are.


" Iya sayang, kamu bisa main kerumah Mami setiap hari." Ujar Mami Valen.


" Insyaallah Mi." Sahut Are.


" Mami akan menyiapkan pesta untuk pertunangan kalian dengan baik." Ujar Mami Valen.


" Terima kasih Mi." Ucap Are.


" Sama sama sayang, sekarang sudah malam jadi kami pulang dulu ya." Ucap Mami Valen.


" Lhoh kok buru buru sih Mi." Ujar Are.


" Udah malam sayang, lagian Mami banyak pekerjaan, lain kali Mami akan main ke sini atau kamu yang main ke rumah Mami." Ujar Mami Valen.


" Beneran Mami mau main ke rumahku lagi? Soalnya kalau aku yang main ke rumah Mami kaya'nya nggak bisa Mi, aku sibuk." Ucap Are.

__ADS_1


" Tentu sayang Mami akan main ke sini lain kali, kalau kamu nggak bisa main ke rumah Mami its ok.. Mami paham kesibukanmu sayang." Sahut Mami Valen.


" Terima kasih Mi." Sahut Are.


" Ayo Bang kita pulang." Ajak Mami Valen.


" Aku mau menemani Are dulu Mi." Ujar Erald.


" Baiklah, pulangnya jangan sampai kemalaman ya." Pesan Mami Valen.


" Iya Mi." Sahut Erald.


" Kami pulang dulu Are." Ucap Mami Valen.


" Hati hati Mi." Sahut Are.


Papi Nathan dan Mami Valen berjalan meninggalkan rumah Are. Sedangkan Erald dan Are masih duduk di kursinya.


" Apa sih Mas menatap aku sampai segitunya, bikin ngeri tahu Mas." Ucap Are saat Erald terus menatapnya.


" Kenapa memangnya? Mas sedang memandang wajah cantik calon istri Mas." Sahut Erald.


" Oh calon istri to, bukan mantan adik ipar?" Canda Are.


" Nggak enak di dengar kalau itu mah, enaknya calon istriku." Ujar Erald.


" Iya deh." Sahut Are.


" Are." Panggil Erald.


" Iya Mas." Sahut Are.


" Aku mencintaimu." Ucap Erald.


" Aku tahu." Sahut Are membuat Erald mengerucutkan bibirnya.


" Kenapa tuh bibirnya? Sakit?" Tanya Are.


" Dasar nggak peka." Gumam Erald.


" Aku juga mencintaimu Mas." Ucap Are.


" Terima kasih sayang sudah menerima Mas sebagai calon suamimu." Ucap Erald.


" Sama sama Mas." Sahut Are.


" Mas sangat bahagia Are, semoga rencana pernikahan kita lancar sampai hari H dimana kamu telah resmi menjadi istriku." Ujar Erald.


" Amin." Sahut Are.


Erald memeluk Are dengan erat, keduanya terhanyut dalam kebahagiaan yang keduanya rasakan saat ini. Are dan Erald berharap kelak keduanya akan hidup bahagia.


TBC.......

__ADS_1


__ADS_2