Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Bhonchap 1. Gadis Gila


__ADS_3

Sambil nunggu review END lulus author kasih bonchap ya untuk para readers tersayang 🥰


# Edisi Arkan#


Sebelum baca author kasih tahu kalau sifat pak kepala sekolah di sini sedikit nyeleneh.. Jangan di ambil hati ya ini hanya cerita untuk hiburan semata,...


Happy reading....


Di sekolah SMA Pecinta Bangsa, terlihat Arkan sedang berjalan tergesa gesa melewati halaman sekolah. Hari ini Ia kesiangan karena semalam begadang bersama Arsen.


Arkan mencari jalan pintas untuk cepat sampai di kelasnya dengan melewati gudang belakang. Saat Arsen melewati lorong sekolah yang sangat sepi tiba tiba.,


Brugh....


Tubuh Arkan menindih seseorang di atau lantai yang dingin. Ia menatap wajah cantik yang saat ini berada di bawah tubuhnya.


Untuk beberapa saat mereka saling menatap satu sama lain sampai tiba tiba....


" Apa yang kalian lakukan di sini hah? Kalian berbuat mesum." Teriakan itu membuat keduanya menoleh ke asal suara.


Ternyata pak kepsek mereka yang berteriak. Beliau bernama Pak Ali yang terkenal sebagai kepsek gaul.


Arkan segera bangkit menjauh dari gadis itu, begitupun dengan gadis itu. Ia langsung berdiri sambil menepuk nepuk roknya.


" Ini tidak seperti yang Bapak pikirkan, kami tidak melakukan apa apa Pak." Sangkal Arkan.


" Tidak melakukan apa apa bagaimana? Lihat gadis itu! Pakaiannya acak acakan dan apa itu?" Ucap Pak Ali menunjuk baju depan gadis itu.


Arkan menatap dada gadis itu dan....


" Oh astaga." Ucap Arkan menepuk jidatnya.


" Kancing bajunya saja lepas tiga, kalian masih mau bilang tidak berbuat apa apa? lain kali kalau mau mengelak harus dengan alasan yang tepat." Ujar Pak Ali.


Gadis itu menatap dadanya sendiri, lalu dengan gerakan cepat Ia mengancingkan bajunya.


" Pak tapi kami memang tidak melakukan apapun, ku mohon percayalah Pak." Ucap Arkan.


" Kalian berdua ikut saya ke kantor, panggil wali kalian ke sini." Ujar Pak Ali.


" Pak orang tua saya ngga ada di sini, mereka tinggal di luar negeri jadi tidak bisa ke sini." Ucap gadis itu.


" Siapa namamu?" Tanya Pak Ali.


" Airin Pak." Sahutnya.


Arkan menatap Airin dengan sambil tersenyum namun Airin justru melotot ke arahnya.


" Lalu kamu tinggal di sini bersama siapa?" Tanya pak Ali.


"Saat ini saya tinggal dengan asisten pembantu saya Pak dan anaknya." Sahut Airin.


" Kalau kamu, siapa nama kamu?" Pak Ali menunjuk Arkan.


" Arkan Pak." Sahut Arkan.


" Arkan dan Airin, sepertinya kalian cocok dan berjodoh, nama kalian hampir sama." Ujar Pak Ali.

__ADS_1


Arkan kembali menatap Airin membuat Airin memutar bola matanya malas.


" Ya sudah sekarang kalian ikut saya, saya akan meminta walinya Arkan saja yang ke sini." Ucap Pak Ali.


"Baik Pak." Sahut Arkan.


Keduanya mengikuti Pak Ali ke ruangannya.


" Gue akan buat perhitungan sama lo karena lo telah mengusik hidup gue." Bisik Airin.


Arkan menatap ke arahnya namun Airin justru membuang muka.


" Aku minta maaf, aku tidak sengaja tadi. " Ucap Arkan.


" Kalau sampe gue di hukum, gue nggak akan maafin lo." Sahut Airin.


" Lo cowok yang terkenal pintar itu kan? Tapi lo terkenal dingin dengan setiap gadis." Ujar Airin lirih.


"Karena aku malas meladeni mereka yang kecentilan." Sahut Arkan.


"Bener kata lo, emang cewek cewek di sini semuanya kecentilan kalau lihat cowok yang menonjol sedikit." Ujar Airin.


" Termasuk kamu?" Tanya Arkan.


" Dih sory ya, gue mah nggak rermasuk." Sahut Airin.


" Duo Ar jangan berbisik bisik, katakan dengan keras supaya saya bisa mendengarnya." Ucap Pak Ali masuk ke ruangannya di ikuti keduanya.


" Apa Pak? Duo Ar? " Tanya Airin.


" Iya, Arkan dan Airin, jadi saya memanggil kalian duo Ar saja biar hemat." Sahut Pak Ali konyol.


" Suka suka saya donk, mulut mulut saya ini." Sahut pak Ali.


Ingin sekali Airin menabok kepala sekolahnya yang super gaul ini namun Ia menahannya.


" Besok kalau kalian punya anak kasih nama Areza atau Arman." Sambung Pak Ali.


" Kalau perempuan masa' di kasih nama itu Pak." Ujar Airin.


" Kalau perempuan kasih nama Aresa atau Arini, gampang kan, nggak usah pusing pusing." Sahut Pak Ali membuat Airin mengerucutkan bibirnya.


Arkan menahan tawanya melihat wajah Airin yang nampak lucu.


" Apa lo? Kalau mau ketawa, ketawa aja nggak usah di tahan, sok jaim lo." Ucap Airin ketus.


" Kalau sama pacar sendiri jangan ketus ketus ngomongnya! Nanti dia cari pacar lagi baru tahu rasa kamu di tinggalin sama murid cerdas dan tampan seperti Arkan." Ujar Pak Ali.


Airin melongo sambil membulatkan matanya.


" Sebenarnya Bapak menyuruh kami ke sini itu untuk apa? Mau bercanda sama kami gitu Pak?" Tanya Airin.


" Katakan kenapa kalian berbuat mesum di sana! Kenapa tidak hotel saja." Ujar Pak Ali.


" Astaga nih orang pengin gue geplak kepalanya." Gumam Airin geregetan sendiri.


" Kami tidak berbuat apa apa Pak, tadi saya sedang buru buru mau ke kelas, karena saya tidak fokus jadi saya menabrak dia dan kami jatuh bersamaan." Terang Arkan.

__ADS_1


" Apa benar begitu kejadiannya Airin?" Tanya Pak Ali menatap Airin.


Airin melirik Arkan lalu tersenyum smirk.


" Tidak Pak." Ucapan Airin refleks membuat Arkan menoleh ke arahnya.


" Apa maksudmu tidak hah?" Tanya Arkan.


" Di... Dia... salah satu cowok yang suka mengejar saya pak, dia sengaja menyeret ku ke lorong sepi untuk berbuat jahat kepadaku,... Dia... Tadi mau berbuat me... Hiks..... " Isak Airin mendramatisir keadaan.


" Apa?" Pekik Arkan tidak percaya.


" Airin hentikan kebohongan ini, atau kau akan menerima akibat dari kebohongan yang kau ucapkan Airin." Ucap Arkan.


" Saya tidak bohong Pak, saya mengatakan yang sebenarnya, andai saja di lorong itu ada CCTV pasti Bapak percaya dengan kata kata saya." Ucap Airin mengusap air mata buaya nya.


Airin melirik Arkan yang nampak cemas.


" Ha ha rasain lo, emang enak berurusan sama gue." Batin Airin.


" Jangan percaya dia Pak, dia berbohong, saya tidak berbuat apa apa Pak, bahkan saya tidak ada niatan buruk kepadanya, percayalah Pak! Saya mohon." Ucap Arkan.


" Tadi Bapak sendiri lihat kan kalau kancing baju saya terbuka, itu perbuatannya Pak, untung saja tadi Bapak segera datang kalau tidak saya tidak tahu apa yang akan terjadi kepada saya." Ujar Airin menyakinkan Pak Ali.


" Tidak Pak.... Itu tidak benar." Sahut Arkan.


" Benar Pak, saya tidak mungkin menjatuhkan harga diri saya untuk mengatakan kebohongan ini Pak, tidak ada gunanya Pak, saya berkata yang sebenarnya." Ucap Airin.


" Airin tolong hentikan semua ini, kau menuduh ku yang tidak tidak, ini akan berdampak pada reportasi kita Airin, ini bukan saatnya bercanda, katakan yang sebenarnya atau kamu akan menyesalinya nanti." Ujar Arkan memberi Airin pengertian.


" Gue nggak bohong, memang itu yang lo lakukan sama gue kan? Lo tiba tiba nindih tubuh gue dan gue nggak tahu apa yang lo lakukan sampai sampai kancing baju gue terbuka gitu, kalau pak Ali nggak keburu datang pasti lo udah melecehkan gue." Ujar Airin.


" Jaga ucapanku Airin." Tekan Arkan.


" Stttoopp." Teriak Pak Ali.


" Kenapa kalian malah berdebat sendiri? Membuat saya pusing saja." Ucap Pak Ali.


Arkan dan Airin diam sambil menundukkan kepala.


" Saya sudah membuat keputusan untuk kalian berdua." Ucap Pak Ali.


" Apa keputusannya pak?" Tanya Arkan dan Airin bersamaan.


" Kalian harus menikah."


" Apa?" Pekik Arkan dan Airin bersamaan.


Nah loh di suruh nikah....


Kena batunya kan si Airin...


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya...


Owh ya author terpikirkan mau melanjutkan kisah mereka di judul lain menurut kalian gimana?


Mau ya....

__ADS_1


Miss U All...


__ADS_2