Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Berkumpul dengan Keluarga


__ADS_3

Malam ini Erald dan Are berkunjung ke rumah Mami Valen. Keduanya di sambut dengan senang oleh Mami Valen. Kebetulan di sana ada Om Irvan dan Saka juga.


" Silahkan duduk sayang, kalian sudah makan malam?" Tanya Mami Valen mempersilahkan mereka bergabung dengan lainnya di ruang keluarga.


" Sudah Mi." Sahut Erald duduk di sofa depan Papi Nathan. Are duduk di sebelah Erald.


" Pengantin baru nggak mau pisah walau hanya sebentar, maunya nempel terus." Cebik Saka.


" Makanya Om segera nikah deh biar tahu rasanya bagaimana hangatnya pengantin baru, lagian keburu tua kamu Om, keburu senjatamu nggak berfungsi." Seloroh Erald.


" Sialan lo Er, gini gini tembakan Om masih jitu tahu." Sahut Saka.


" Nggak percaya tuh, percaya nggak Om Irvan?" Tanya Erald menatap Irvan.


" Nggak." Sahut Om Irvan.


" Om.. Kok Om gitu sih sama calon mantu." Ujar Saka.


" Idih ngaku ngaku sebagai calon mantu, kamu tahu nggak Sak." Ujar Mami Valen.


" Tahu apa Kak?" Tanya Saka menatap Mami Valen.


" Rencananya itu Irvan mau menjodohkan Vebby." Ucap Mami Valen.


" Tidak bisa! Om jangan lakukan itu! Aku sudah menunggu Vebby sejak Vebby masih bayi masa' Om mau memberikan Vebby pada yang lain, aku nggak rela Om." Sahut Saka.


" Kalau sampai Om menjodohkan Vebby, aku bakal culik Vebby di hari pernikahannya." Ancam Saka.


" Bisanya mengancam, emang kamu berani melawan Kakak?" Tanya Mami Valen menatap Saka.


" He he kalau urusan Vebby aku bakal melawan Kakak, aku akan mint dukungan dari Papa." Sahut Saka.


" Pintar juga." Ucap Mami Valen tersenyum menatap Saka.


" Oh ya ini pengantin baru kapan mau pergi honeymoon?" Tanya Om Irvan menatap Erald dan Are.


Erald menatap Are dan di balas senyuman oleh Are. Erald beralih menatap Mami Valen.


" Tidak apa Bang, jika kalian mau pergi honeymoon Mami malah senang, segera beri kabar bahagia kepada kami semua." Ucap Mami Valen seolah tahu kegelisahan Erald.


" Gimana sayang?" Tanya Erald menatap Are.


" Kalau menurutku tidak perlu bulan madu Mas, saat ini kita masih dalam keadaan berduka, lebih baik jika kita di rumah saja." Ujar Are.


" Baiklah sayang sesuai keinginanmu." Sahut Erald.


" Terima kasih sayang kamu masih memikirkan perasaan Mami." Ucap Mami Valen.


" Kembali kasih Mi." Sahut Are.


" Are Om dengar kamu punya anak asuh, dimana dia saat pernikahan kalian? Om tidak melihatnya." Ucap Saka.


" Dia sedang pergi ke rumah neneknya Om." Sahut Are.


" Kamu sudah bertemu dengannya Er?" Tanya Saka.


" Belum Om." Sahut Erald.


" Kapan kapan ajak dia berkumpul dengan keluarga kita Ar." Ujar Saka.


" Baik Om." Sahut Are.


" Van kaya'nya lo bisa tuh menjodohkan Vebby dengan Papanya Ghea, Vebby kan suka sama anak anak." Ujar Mami Valen menggoda Saka.

__ADS_1


" Kak...." Geram Saka.


" Apa?" Tanya Mami Valen.


" Jangan mulai deh." Ujar Saka.


" Biarin." Sahut Mami Valen.


" Aku aduin sama Papa biar kamu di hukum Kak." Ucap Saka.


" Dasar anak Papa." Cebik Mami Valen.


" Bang, istri lo Bang suruh diem." Ujar Saka menatap Papi Nathan.


" Udah sayang, nanti Saka nangis lhoh." Ucap Papi Nathan.


" Kamu sama aja Bang." Cebik Saka.


" Mi Pi, udah malam kami pulang dulu ya." Ucap Erald.


" Lhoh kok pulang sih? Kenapa nggak menginap saja di sini Bang, Mami juga masih kangen sama kamu, Mami pengin ngobrol sama kamu, sekarang anak Mami kan cuma kamu Bang." Ujar Mami Valen sedih.


" Erald temani Mami kamu selama masa cuti pernikahanmu biar Mami tidak merasa kesepian jika ada kalian berdua." Ujar Papi Nathan.


Erald menatap Are yang di balas anggukan kepala.


" Baiklah Mi, untuk beberapa hari aku akan menginap di sini." Sahut Erald.


" Mami akan meminta Bi Nadia untuk membereskan kamarmu." Ucap Mami Valen beranjak meninggalkan mereka.


" Kamu nggak keberatan kan untuk beberapa hari ini kita tinggal di sini?" Tanya Erald menatap Are.


" Nggak pa pa Mas, dimanapun kamu tinggal aku pasti akan mengikutimu." Sahut Are.


" Terima kasih sayang." Ucap Erald mencium kening Are.


" Ngiri aja lo Om." Sahut Erald.


" Om Irvan, aku mau melamar Vebby besok pagi ya." Ujar Saka.


" Nggak boleh, biarin Vebby menggapai cita citanya dulu, lagian belum tentu Vebby mau sama kamu." Sahut Om Irvan.


" Om jahat banget sama Saka, kalau mau jujur nanti di belakang Saka Om, jangan di depan Saka gini." Ujar Saka.


" Ngenes amat lo Om." Ucap Erald.


" Ini lagi keponakan nggak ada akhlak, masa' Om sendiri di katain ngenes, Om kalau nggak menunggu Vebby pasti udah nikah duluan sebelum kamu." Sahut Saka.


" Kenapa harus nungguin aku?"


Saka menoleh ke belakang dimana Vebby sedang berdiri sambil melipat kedua tangannya menatap Saka.


" Sayang kamu di sini?" Tanya Saka.


" Udah tahu aku di sini, masih nanya." Sahut Vebby.


" Jangan sinis sinis gitu donk sayang." Goda Saka.


" Aku aduin Mama baru tahu rasa Om." Cebik Vebby.


" Peace." Ucap Saka mengacungkan dua jarinya.


" Kamu ke sini sendirian? Mama mana?" Tanya Irvan menatap Vebby yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


" Veb sama Ver Pa, kalau Mama di rumah." Sahut Vebby.


" Kenapa Mamamu nggak ikut ke sini?" Tanya Papi Nathan.


" Lagi nggak enak badan katanya Om." Sahut Vebby.


" Mama sakit? Kalau begitu ayo kita pulang, kasihan kan kalau Mama sendirian cuma sama Bi Asih saja." Ujar Om Irvan.


" Ada Opa sama Oma juga Pa, barusan mampir ke rumah katanya dari rumah temannya Opa." Ujar Vebby.


" Oh ya sudah." Sahut Irvan.


" Oh iya Om, Oma sama Opa minta maaf nggak bisa mampir kemari, soalnya Opa ada janji dengan temannya tadi." Ucap Vebby.


" Nggak pa pa sayang." Sahut Papi Nathan.


" Veb lo kebiasaan main ninggal ninggal gue, mana gue bawa barang banyak lagi." Omel Verdy sambil menenteng beberapa paper bag di tangannya.


" Apa itu Ver?" Tanya Mami Valen yang baru saja kembali dari kamar Erald.


" Ini makanan dari Mama Tan, katanya biar Tante nggak repot masak." Sahut Ver.


" Taruh di kulkas sekalian ya." Ujar Mami Valen.


" Beres Tan." Sahut Verdy menuju dapur.


" Besok kalau kalian punya anak, Mami doakan kembar supaya ramai kaya' Ver dan Veb." Ucap Mami Valen duduk di samping Papi Nathan.


" Jangan mau Kak Are, aku sama Ver setiap hari kerjaannya berantem mulu, sampai Mama stres ngurusin kami." Sahut Vebby menatap Are.


" Masa' sih? Bukannya asyik kalau punya babby twins?" Tanya Are tidak percaya.


" Ya kalau nggak seperti aku sama Ver sih nggak masalah, tapi kalau mirip beh.... Di jamin Om Erald nggak bakalan betah di rumah kaya' Papa." Sindir Vebby.


" Vebby..." Ucap Om Irvan.


" Kenapa Pa? Emang kenyataanya kan? Sejak aku sama Ver beranjak dewasa Papa jarang di rumah, Papa malah sering pergi sama Om Saka sampai membuat Mama sedih." Sahut Vebby melirik Saka.


" Sayang... Papa pergi sama Om Saka itu karena pekerjaan Vebby, kami berdua yang meneruskan perusahaan Opa Alex, kamu lihat donk Tante Valen, dia udah berhenti mengurus perusahaan Opa Alex, jadi mau nggak mau Papa sama Om Saka yang menghandlenya." Terang Om Irvan.


" Tau ah... Yang jelas Papa nggak ada waktu buat kami titik." Tekan Vebby menatap Om Irvan. Om Irvan menghela nafasnya.


" Baiklah Papa salah, Papa minta maaf." Sahut Om Irvan.


" Mau di maafin atau nggak, aku nggak tahu." Sahut Vebby.


" Ya udah Tante, Om, Veb pulang duluan ya." Ucap Vebby berpamitan saat melihat Verdy kembali.


" Baiklah, hati hati ya jaga Mama kalian." Sahut Mami Valen.


" Siap Tante." Sahut Vebby.


"Bang, Kak Are aku pulang dulu ya." Sambung Vebby.


" Ok hati hati ya." Ujar Erald dan Are.


" Ok, Papa mau pulang apa mau sama Om Saka?" Tanya Vebby menatap Om Irvan dengan tatapan mengintimidasi.


" Papa pulang." Sahut Om Irvan.


Ketiganya berjalan menuju mobil meninggalkan rumah keluarga Papi Nathan. Sedangkan yang tersisa masih berbincang bincang dan saling bercanda membuat kesedihan dalam hati Mami Valen terlupakan.


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author semangat ya...

__ADS_1


Miss U All...


TBC....


__ADS_2