Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Kecurigaan Vebby


__ADS_3

Setelah melakukan kegiatan panas itu, Saka dan Vebby langsung tertidur. Vebby membuka matanya saat mendengar suara ponsel bergetar. Ia mengambil ponsel yang berdering di atas nakas yang ternyata milik Saka.


Are membaca sekilas pesan pada layar ponsel Saka yang masih menyala.


📲 08xxxxxxxxxx


Kapan kau akan meninggalkan istrimu? Jangan sampai aku melakukan hal buruk kepada jika sampai kau belum juga meninggalkannya


Vebby mencoba membuka ponselnya untuk membuka pesan itu, namun ponsel Saka terkunci.


" Tumben amat ponsel Om Saka terkunci." Gumam Vebby mengerutkan keningnya.


" Siapa sebenarnya yang mengirim pesan seperti ini? Apa maunya? Kenapa dia meminta Om Saka untuk meninggalkan aku? Apa dia kekasih Om Saka? Tapi sepertinya tidak mungkin, jika memang Om Saka mempunyai kekasih, kenapa dia terus mengejarku? Kenapa dia malah menikahiku? Apa yang sedang kamu sembunyikan dariku By? Kenapa kamu lebih memilih menyembunyikannya dariku? Kenapa tidak kau ungkap saja yang sebenarnya?" Gumam Vebby menatap wajah Saka yang masih terlelap.


" Aku harus meminta bantuan Aunti Valen untuk mencari tahu tentang masalah ini, semoga kau tidak mengkhianati aku By, kalau sampai itu terjadi aku pasti akan membuat perhitungan sama kamu, aku akan membuatmu menyesal, enak aja kamu udah ambil semua milikku sekarang kamu mau meninggalkan aku demi wanita lain, aku akan buat perhitungan sama kamu." Monolog Vebby.


Vebby turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari sisa sisa keringat dari kegiatannya beberapa waktu lalu. Setelah selesai Ia segera menghubungi Mami Valen. Vebby berdiri di balkon kamarnya menatap pantai luas yang ada di depannya.


Tut... Tut...


Panggilan berdering tak lama Mami Valen mengangkatnya.


" Halo sayang." Sapa Mami Valen di sebrang sana.


" Halo Aunti, Aunti aku membutuhkan bantuanmu." Ucap Vebby to the point.


" Bantuan apa sayang? Kakak pasti akan membantumu." Ujar Mami Valen.


" Ah iya Kak maaf aku lupa memanggil Aunti dengan sebutan Kakak." Ujar Vebby.


" Tidak masalah, apa yang bisa Kakak bantu?" Tanya Mami Valen.


" Ada sesuatu yang di sembunyikan dari Om Saka, tapi aku tidak tahu itu apa Kak." Ucap Vebby.


" Sesuatu yang seperti apa Veb? Apa Saka mengkhianatimu dengan wanita lain?" Tanya Mami Valen.


" Tadi aku melihat ada pesan pada ponselnya yang berisi ancaman untuk meninggalkan aku Kak, aku mohon selidiki masalah apa yang sedang menimpa Om Saka, aku tidak mau kehilangannya Kak." Ujar Vebby.


" Apa kamu sudah mencoba bertanya padanya?" Tanya Mami Valen.


" Sudah Kak tapi dia bilang tidak ada apa apa." Sahut Vebby.


" Baiklah Kakak akan membantumu." Sahut Mami Valen.

__ADS_1


" Te...


" Sayang kamu di sini?" Tanya Saka memeluk Vebby dari belakang membuat Vebby kaget.


" Ah iya By." Sahut Vebby gugup.


" Kamu sedang telepon siapa?" Tanya Saka saat menyadari ponsel Vebby masih menempel di telinganya.


" Aku teleponan sama Aunti... Maksudku Kak Valen." Ucap Vebby.


" Benarkah? Coba aku mau ngomong sama Kakak." Ujar Saka mengambil alih ponsel Vebby.


" Hai Kak." Sapa Saka.


" Hai sayang, gimana suasana bulan madunya? Pasti menyenangkan kan?" Tanya Mami Valen.


" Belum tahu Kak, aku baru saja sampai terus istirahat jadi belum bisa menilai suasananya karena aku belum memulai permainannya." Ujar Saka.


" kamu ini ada ada aja, ya udah selamat menikmati bulan madu yang indah, pulang harus bawa kabar bahagia ya." Ujar Mami Valen.


" Siap Kak doakan saja." Sahut Saka mematikan sambungan teleponnya.


" Kalau kamu kesepian harusnya kamu bangunin aku donk sayang, tidak perlu menelepon Kak Valen, ini acara kita berdua dan aku ingin hanya kita berdua saja yang terlibat di dalamnya." Ujar Saka.


Deg...


"Pesan? Apa mungkin ada pesan di ponselku? Apa Veb membacanya?" Tanya Saka dalam hatinya.


" Apa kau akan mengabaikan semua itu demi acara bulan madu kita berdua?" Tanya Vebby membalikkan badannya menghadap Saka.


" Apa ada pesan di ponselku sayang? Aku rasa tidak ada." Ujar Saka.


" Aku tidak tahu karena aku tidak bisa membuka ponselmu, kau menguncinya dan aku tidak tahu kode sandinya, aku rasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku sehingga kamu mengunci ponselmu." Ucap Vebby melepas tangan Saka yang melingkar di perutnya lalu masuk ke dalam.


" Sayang tidak ada yang aku sembunyikan darimu sayang." Ucap Saka menyusul Vebby.


" Semoga saja ucapanmu bisa di percaya By, kalau sampai kau berbohong kau akan tahu sendiri akibatnya, aku tidak akan mentolerir kebohongan itu." Ancam Vebby menatap tajam ke arah Saka.


" Ti.. Tidak sayang." Sahut Saka.


" Ternyata kau tidak mau jujur kepadaku By, kau tidak mau berbagi masalahmu kepadaku, baiklah akan aku cari tahu sendiri masalah apa yang sedang kau hadapi, ternyata aku tidak begitu penting bagimu hingga aku tidak boleh mengetahui apa masalahmu." Batin Vebby sedih.


Vebby duduk di tepi ranjang begitupun dengan Saka. Saka menggenggam tangan Vebby lalu menciuminya.

__ADS_1


" Jangan berpikiran macam macam! Dan jangan bersedih lagi! Kita ke sini untuk bersenang senang merayakan pernikahan kita, aku tidak mau ada kesedihan yang mengiringinya, aku mau hanya ada kebahagiaan di antara kita berdua saat ini." Ucap Saka meyenderkan kepala Vebby pada bahunya.


" Bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanya Vebby.


" Boleh sayang." Sahut Saka.


" Tapi aku mau jawaban jujur sejujurnya, aku tidak mau ada dusta di dalam jawabanmu nanti." Ujar Vebby.


" Iya sayang aku akan menjawabnya dengan jujur." Sahut Saka.


" Ada pesan di dalam ponselmu dari nomer yang tidak ada namanya, siapa pemilik nomer itu dan apa maksudnya pesan yang Ia tulis untukmu?" Selidik Vebby.


" Pesan? Apa kau membaca pesan itu?" Tanya Saka dengan jantung yang berdetak sangat kencang.


" Ya, aku hanya membacanya sekilas, katakan apa maksud dari pesan itu!" Ucap Vebby.


Saka mengambil ponselnya lalu membuka isi pesan itu.


" Bego... Gimana aku bisa seceroboh ini... Bagaimana aku akan menjawab pertanyaan Veb? Haruskah aku jujur kepadanya? Atau aku harus berbohong? Tapi jika aku berbohong dia akan marah, aku yakin kalau tadi Veb telepon Kak Valen untuk meminta bantuannya, saat ini pasti Kak Valen sedang menyelidiki semuanya, sepertinya tidak ada jalan lain selain jujur pada Vebby, aku tidak akan bisa berbohong di depan Kak Valen, hah.... Resiko punya Kakak yang super tanggap dan cerdas, makan apa sih dulu Kak Valen itu." Gumam Saka dalam hati.


" By...." Panggil Vebby.


" Iya sayang." Sahut Saka.


" Jawab pertanyaanku dengan jujur." Ucap Vebby.


" Sebenarnya aku....." Saka menjeda ucapannya karena ragu untuk mengatakannya kepada Vebby.


" Ada apa By? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau ingin meninggalkan aku? Apa salahku? Atau kau menikahiku hanya untuk membalas denda kepadaku karena selama ini aku menolakmu? Apa ada wanita lain dalam hidupmu selain aku? Apa kau telah mengkhianati cinta kita? Katakan By! Katakan! Hiks.... Hiks..." Isak Vebby.


Saka menarik tubuh Vebby ke dalam pelukannya.


" Sayang..... Sebenarnya.....


Sebenarnya apa ya????


Penasaran????


Tekan like, tinggalkan koment, beri author hadiah lalu vote ya bair author semangat melanjutkan ceritanya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...

__ADS_1


TBC....


__ADS_2