Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
The End


__ADS_3

Hari hari berlalu begitu cepat tak terasa sudah sembilan bulan umur kehamilan Are dan Vebby. Saat ini mereka semua sedang berkumpul di rumah utama untuk merayakan aniversary Mami Valen dan Papi Nathan yang ke tiga puluh empat tahun.


Banyak para tamu undangan memenuhi rumah mereka, terutama teman teman bisnis Papi Nathan.


Salah satu kolega bisnis Papi Nathan menghampirinya yang saat ini sedang berdiri sambil menggendong Aarash.


" Happy anniversary Tuan Nathan, Nyonya Valen, semoga kalian selalu bahagia." Ucap Tuan Ratore.


" Terima kasih Tuan Ratore, silahkan nikmati hidangannya." Ucap Papi Nathan.


" Lucu banget sih Jeng cucunya, jadi pengin punya cucu lagi." Ucap Nyonya Ratore menoel pipi Aarash.


" Iya jeng, mereka memang sangat lucu membuat semua orang yang melihatnya merasa gemas." Sahut Mami Valen.


" Mereka?" Gumam Nyonya Ratore mengerutkan keningnya.


" Dia kembar Jeng, itu kembarannya." Ucap Mami Valen menunjuk Aaris yang di gendong oleh Erald.


" Wah mereka sama gantengnya ya Jeng, bikin gemas." Ujar Nyonya Ratore.


" Nanti saya mau bilang ke putraku untuk memberikan saya cucu lahi, jadi ingin menimang cucu selucu cucu anda Jeng." Sahut Nyonya Ratore.


" Kami ke sana dulu Tuan Nathan, sekali lagi selamat." Ucap Tuan Ratore.


" Terima kasih." Sahut Papi Nathan menatap kepergian keduanya.


" Mas aku sama anak anak ya." Ucap Mami Valen.


" Iya." Sahut Papi Nathan.


" Sini Aarash sama Oma." Ajak Mami Valen mengambil Aarash dari gendongan Papi Nathan.


Mami Valen bergabung dengan anak anak dan para keponakannya.


" Aarash ganteng banget sih." Ucap Fara gemas.


" Makasih Aunty." Sahut Mami Valen.


" Au... Au... ty.. " Ucap Aarash menirukan Mami Valen.


" Iya sayang, Aunty Fara." Sahut Mami Valen.


" Adik Nara udah gedhe tuh Rash." Ujar Mami Valen menunjuk Nara yang sedang di pangku Fara.


" De.. dek." Lagi lagi Aarash menirukan ucapan Omanya.


" Duh pinter banget sih, Aunty jadi gemas sendiri." Ucap Vebby.


" Aarish anteng amat di gendong sama Daddy." Ujar Tante Cia.


" Ya begitulah Tante, Aarish sukanya nempel terus sama Daddynya." Sahut Are menatap Aarish sedang memainkan rambut Erald.


" Iya donk, anak siapa dulu? Anaknya Daddy." Sahut Erald.


" De... di." Ucap Aaris.


Mereka semua melanjutkan mengobrol sambil melihat keseruan yang Aarash dan Aaris lakukan. Keduanya berjalan ke sana kemari walaupun dengan langkah yang sangat pelan. Maklumlah baru mulai bisa jalan.


Saat mereka beranjak hendak makan bersama tiba tiba...


" Awh." Pekik Are dan Vebby bersamaanbuat semua orang menatap ke arahnya.


Keduanya sama sama memegangi perutnya.


" Kenapa sayang?" Tanya Erald dan Saka kepada istrinya.


" Mas perutku rasanya mulas." Sahut Are menatap Erald.


" Aku juga By, punggungku juga terasa pegal dan panas." Ujar Vebby.


" Jangan jangan kalian mau melahirkan." Ucap Tante Ria.


Erald dan Saka saling melempar pandangannya.


" Awh... Sakit Mas." Rintih Are.

__ADS_1


" Bentar sayang." Ucap Erald.


Erald mendekati Tante Cia.


" Aunty tolong gendong Aaris ya." Ucap Erald memberikan Aaris kepada Tante Cia.


" Baik." Sahut Tante Cia.


" Mi aku sama Km Saka mau membawa Are dan Vebby ke rumah sakit." Ucap Erald.


" Iya." Sahut Mami Valen.


" Ria tolong gendong Aarash, aku akan ikut Erald ke rumah sakit, kalian jaga rumah saja Sa jagain twins." Ujar Mami Valen kepada kedua adiknya.


" Iya Kak, hati hati." Sahut Tante Ria.


" Awh By sakit.... Sakit banget." Pekik Vebby.


" Iya sayang." Sahut Saka.


Saka segera menggendong Vebby menuju mobil begitupun dengan Erald. Keduanya pergi ke rumah sakit dengan mobil yang sama.


Saka mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Hati hati Om, jangan sampai kita nabrak orang." Ucap Erald.


" Iya." Sahut Saka.


" Mas sakit shhh." Desis Are.


" Mas elus ya." Ucap Erald mengelus kepala Are.


" Kak kenapa rasanya sesakit ini? Ya Tuhan rasanya perut sama pinggang ku hampir terpisah." Keluh Vebby.


" Jangan ngomong gitu donk sayang, pokoknya kamu harus baik baik saja." Ujar Saka.


" Tapi rasanya sakit banget By, kamu sih nggak ngerasain jadi bisa santai gitu." Omel Vebby.


" Iya maaf." Sahur Saka.


Setelah sampai di rumah sakit, Erald dan Saka membawa istri mereka ke ruang UGD.


Setelah menjalani pemeriksaan, Are dan Vebby di bawa ke ruang bersalin yang berbeda.


Erald terus menggenggam tangan Are seolah menyalurkan kekuatan kepadanya. Begitupun dengan Saka di ruangan sebelah.


Are dan Vebby mengikuti arahan dokter untuk mengejan. Hanya dalam beberapa menit saja Are berhasil melahirkan buah hatinya.


Oek.., Oek....


" Alhamdulillah." Ucap Erald mencium kening Are.


" Terima kasih sayang, kau kembali menyempurnakan hidup Mas sebagai seorang Daddy." Ucap Erald yang di balas anggukan kepala oleh Are.


" Selamat Pak, anak bapak laki laki, dia sehat tanpa kekurangan suatu apapun." Ucap dokter.


" Terima kasih Dok." Sahut Erald.


" Silahkan di susul Nuonya." Ucap dokter memberikan bayi mungil yang baru saja Are lahirkan.


" Anak kita laki laki sayang, tampan seperti Mas dan kedua abangnya, kita punya tiga jagoan sekarang." Ujar Erald mengelus lembut pipi bayi mungil nya.


" Iya Mas, aku nggak menyangka kalau kita akan memiliki tiga anak laki laki yang sangat imut." Ujar Are.


...----------------...


Di ruangan sebelah baru saja Vebby melahirkan dua bayi perempuan yang sangat cantik. Vebby dan Saka nampak sangat bahagia melihat dua bayinya yang saat ini sedang di beri susu dot oleh perawat.


" Sayang terima kasih sudah melahirkan dua bidadari cantik untuk keluarga kita." Ucap Saka.


" Iya By, aku sangat bahagia mereka bisa hadir di tengah tengah keluarga kita." Ucap Vebby.


" Terima kasih sayang." Ucap Saka mencium kening Vebby.


Keesokan harinya Are dan Vebby di pindahkan dalam ruangan yang sama. Keluarga Ardiansyah bersama sama menjenguk mereka kecuali Fara.

__ADS_1


" Selamat untuk kalian berdua, semoga anak anak kalian menjadi anak anak yang sholeh dan sholehah dan berbakti kepada orang tua." Ucap Papi Nathan.


" Amin Terima kasih Pa." Sahut Are.


" Terima kasih Om." Sahut Vebby.


" Siapa nama babby tampan ini Er?" Tanya Tante Cia.



" Namanya Abhisek Ardiansyah Tan." Sahut Erald.


" Abhisek... Dia akan selalu di butuhkan oleh semua orang seperti namanya yang berarti air." Ujar Mami Valen.


" Iya Mi." Sahut Erald.


" Kalau babby yang cantik ini namanya siapa?" Tanya Tante Ria menatap kedua babby Vebby.



" Najma Alexa dan Najwa Alexa Kak." Sahut Saka.


" Najma artinya bintang, sedangkan Najwa bisikan hati, bagus juga." Ujar Papi Nathan.


" Iya Bang, aku berharap kelak mereka akan saling menerangi dan saling mengingatkan satu sama lain dan kepada orang orang sekitar tentunya." Sahut Saka.


" Amin." Sahut Semua orang.


Mereka semua nampak bahagia dengan kehadiran tiga anggota baru sekaligus.


Tok tok...


Pintu terbuka, Arsen dan Reya masuk ke dalam.


" Darimana saja kalian? Kok baru datang?" Tanya Tante Luci menatap keduanya.


" Kami baru periksa Ma." Sahut Arsen.


" Periksa? Siapa yang sakit sayang?" Tanya Tante Luci.


" Bukan sakit Ma, tapi sebentar lagi Mama akan punya cucu." Terang Arsen.


" Apa? Cucu? Benarkah?" Tanya Tante Luci girang.


" Iya Ma, aku hamil delapan minggu." Sahut Reya.


" Alhamdulillah." Ucap semua orang serempak.


" Selamat sayang." Ucap Tante Luci memeluk Reya.


Semua orang bergantian mengucapkan selamat kepada Reya dan Saka dan memberikan doa terbaik untuk mereka.


Bertambah lagi kebahagiaan keluarga besar Ardiansyah. Mereka selalu bersama sama untuk mendukung dan menjaga satu sama lain.


Lengkap sudah kebahagiaan mereka semua dengan kehadiran anak dan cucu mereka.


......THE END......


Hai Hai readers apa kabar? Tak terasa kita sudah di penghujung jalan 😂 tapi kita tidak boleh berpisah ya....


Terus tunggu kisah baru author yang rencananya akan rilis hari senin ya...


Author ucapkan banyak banyak Terima kasih kepada para pembaca yang tidak bisa author sebut satu per satu namanya.


Mohon maaf author tidak bisa memberikan apa apa selain mendoakan kalian semua...


Semoga sehat selalu, lancar rejekinya, di panjangkan umurnya, dan di lancarkan segala urusannya.. Amin...


Author mohon maaf apabila banyak salah kata dalam menulis dan apabila banyak salah kata dalam bertutur sapa dalam membalas komentar..


Pokoke.... MISS U ALL... 🥰🥰🥰🥰🥰


Sampai jumpa di novel selanjutnya...


Yang kepengin bonchap tulis di kolom komentar ya..,

__ADS_1


Bye... 👋👋👋👋


__ADS_2