
" Mami berniat menjodohkan Erald dengan Are setelah dia berpisah darimu."
Jeduarrrr......
Ucapan Mami Valen membuat Alvin bagai tersambar petir di siang bolong. Tubuhnya kaku dan hatinya terasa di himpit bebatuan besar. Ia tidak rela Are bersama yang lainnya. Kini Ia menyadari perasaannya yang sesungguhnya.
" Ya aku yakin jika aku mencintai Are, aku mencintaimu Are... Terima kasih Mi sudah menyadarkan perasaanku untuk istriku." Ujar Alvin dalam hati.
" Kenapa Mami mempunyai niat seperti itu? Are istriku Mi, bagaimana bisa Mami mau menjodohkan dia dengan Bang Erald." Ujar Alvin.
" Kenapa tidak bisa?" Tanya Mami Valen.
" Apa Mami ingin aku berpisah dengan Are begitu?" Tanya Alvin.
" Ya." Sahut Mami Valen.
Deg....
Kali ini jantung Alvin terasa berhenti berdetak. Rasanya begitu menyesakkan dada. Tidak.... Ia tidak mau berpisah dengan Are. Ia baru saja menyadari perasaannya kepada istrinya. Istri yang selalu menyayanginya, istri yang selalu sabar menerima perlakuannya, istri yang membuat hatinya berdesir di saat berada di dekatnya.
" Tapi kenapa Mi? Kenapa Mami menginginkan aku berpisah dengan Are?" Tanya Alvin ingin tahu.
" Karena Mami tahu semuanya Alvin." Sahut Mami Valen.
Deg....
Tahu semuanya? Apa Maminya tahu kalau selama ini Alvin menyiksa Are? Jantung Alvin seperti berdetak dengan sangat kencang.
" Mami tahu? Mami tahu apa?" Selidik Alvin pura pura tidak memahami ucapan Maminya.
" Tidak usah pura pura tidak tahu Alvin, Mami tahu semuanya." Sahut Mami Valen.
" Mami tahu semuanya tentang apa Mi?" Tanya Alvin.
" Tentang hubunganmu dengan Rena, tentang perlakuan burukmu kepada Are selama ini Mami tahu semuanya tentang pernikahan kalian." Ucap Mami Valen.
" Kamu melanggar kesepakatan kita Alvin maka kamu harus menerima konsekuensi yang akan Mami berikan kepadamu." Sambung Mami Valen.
" Maafkan aku Mi." Ucap Alvin.
" Tidak semudah itu kamu meminta maaf dan Mami memaafkanmu." Sahut Mami Valen.
" Lalu apa mau Mami?" Tanya Alvin.
" Segera ceraikan Are dan pergilah dari keluargaku." Tegas Mami Valen.
" Tidak Mi, kalau aku pergi aku mau kemana?" Tanya Alvin.
"Terserah kamu mau kemana, mau menikahi Rena juga tidak masalah untuk Mami, yang jelas kamu bukanlah lagi anggota keluarga Ardiansyah maupun Alexander, kamu bukan siapa siapa dan kita buktikan apakah kekasihmu itu masih mau menerimamu apa tidak, jujur aku malu punya anak sepertimu." Tegas Mami Valen.
" Mami jangan seperti ini." Pinta Alvin.
__ADS_1
" Lalu Mami harus seperti apa? Apa Mami harus membiarkanmu terus terusan menyakiti anak orang hah? Kamu bahagia melihat Are menangis setiap hari? Mami tidak akan membiarkan semua itu terjadi Alvin, cukup sudah kamu melakukannya selama dua bulan ini, bukankah Mami memintamu untuk tidak menceraikan Are tanpa persetujuan Mami kan?" Tanya Mami Valen.
" Iya Mi." Sahut Alvin.
" Sekarang Mami menyetejuinya." Ujar Mami Valen.
" Jangan Mi, aku tidak akan pernah menceraikan Are." Ucap Alvin.
" Lalu kau mau apa? Menyiksanya sampai dia mati begitu?" Tanya Mami Valen.
" Ku mohon jangan berbicara seperti itu Mi, aku akan tetap mempertahankan pernikahan ini." Ucap Alvin.
" Katakan apa alasannya!" Titah Mami Valen.
" A.... Aku mulai menyadari perasaanku Mi." Sahut Alvin malu malu.
" Perasaanmu? Perasaan yang bagaimana?" Tanya Mami Valen.
" Sepertinya aku mulai mencintai Are Mi." Ungkap Alvin membuat Mami Valen menyembunyikan senyumannya
" Benarkah? Kau tidak sedang membodohi Mami kan Alvin?" Selidik Mami Valen menatap Alvin.
" Tidak Mi, aku mengatakan yang sebenarnya." Ucap Alvin.
" Jika kamu mencintai Are, lalu bagaimana dengan Rena?" Tanya Mami Valen menatap Alvin.
" Mulai sekarang aku akan menjauhinya Mi." Sahut Alvin.
" Kenapa? Mami memintamu menjauhinya sejak dulu tapi kamu selalu menolaknya dengan berbagai alasan tapi saat ini kamu sendiri yang berniat untuk menjauhinya, ada apa dengan hari ini Alvin?" Selidik Mami Valen seperti penyidik mengintrogasi terdakwa.
" Kau sudah tahu? Kapan kau mengetahuinya?" Tanya Mami Valen.
" Sebelum kecelakaan Mi." Sahut Alvin.
" Sebelum kecelakaan? Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Tanya Mami Valen mengerutkan keningnya.
Flashback On
Saat di Mall tepatnya di stand baju.
" Honey coba kamu pakai gaun ini." Ucap Alvin memberikan gaun kepada Rena yang sedang memainkan ponselnya.
" Ok." Sahut Rena meletakkan ponselnya dengan keadaan menyala tentunya tanpa Ia sadari.
Rena pergi ke kamar pas untuk mencoba gaunnya.
Ting
Ponsel Rena berbunyi tanda pesan masuk yang kebetulan masih di laman chat kontak
' Sayangku'.
__ADS_1
Sayang jangan lupa nanti aku jemput di tempat biasa, jangan sampai terlambat! Aku sudah sangat merindukanmu 😚
Karena penasaran akhirnya Alvin menscroll semua pesan yang di kirim oleh Sayangku dan Rena sambil terus waspada jika Rena tiba tiba keluar dari kamar gantinya.
Aku tidak punya uang sayang, bisa kan kamu mentransferku sekarang juga_ Sayangku
Tentu sayang, tunggu sebentar aku minta uang sama Alvin dulu ya_ Rena
Alvin memang pria bodoh yang bisa dengan mudahnya kamu tipu sayang, setelah kalian menikah segera kuras semua hartanya lalu menikahlah denganku_ Sayangku
Sabar sayang... aku akan membuatnya menikahiku secepatnya... Tidak masalah kalau aku harus jadi yang kedua yang penting dia mencintaiku bukan istrinya setelah itu aku akan mengambil semua hartanya dan membuat keluarganya berada di jalanan, setelah itu aku akan menikah dengan kekasih yang paling aku cintai_ Rena
Aku akan menunggu waktu itu, ingat kamu harus membuatnya menyentuhmu supaya kamu bisa mengandung anaknya, dengan begitu mau tidak mau dia akan menikahimu dan memberikan apapun yang kamu mau_ Sayangku
Ide bagus aku akan mencobanya besok malam... tapi sayang sekali selama ini Alvin tidak mau menyentuhku jadi terpaksa aku akan menggunakan rencana licik untuk menjebaknya _ Rena
Baiklah semoga berhasil _ Sayangku
" Sialan..... Ternyata dia hanya memanfaatkanku selama ini... Bodohnya kamu Alvin.... Kamu hanya di jadikan mesin uang untuknya, kau sudah mempermainkan aku Rena.... Baiklah Rena aku akan mengikuti permainanmu." Gumam Alvin meletakkan ponsel Rena ke tempat semula.
Flashback off
" Jadi kalau kamu tidak mengetahui siapa Rena sebenarnya kamu tidak akan menyadari perasaanmu pada Are?" Mami Valen bertanya lagi.
" Sebenarnya aku sudah merasakan perasaan seperti ini sejak satu bulan pernikahan kami Mi, aku tidak bisa menyimpulkan apakah ini cinta atau bukan? Saat hatiku mengatakan cinta saat itu juga aku selalu berusaha menyangkalnya dengan terus menyiksanya karena aku membencinya... Aku berpikir dia hanya memanfaatkan aku saja jadi untuk apa aku mencintainya, tapi kini mataku mulai terbuka Mi... Aku mencintainy.... Aku menyesali sikap kasarku kepada Are selama ini, aku benar benar menyesalinya Mi." Ujar Alvin.
" Jika kau tahu siapa sebenarnya Are kamu pasti akan lebih menyesalinya Alvin." Ucap Mami Valen.
" Siapa sebenarnya Are Mi?" Tanya Alvin menatap Mami Valen.
" Kau akan tahu sendiri suatu hari nanti sayang." Sahut Mami Valen.
" Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Tanya Mami Valen.
" Aku akan memperbaiki hubunganku dengan Are Mi, aku akan mencintainya dengan sepenuh jiwaku, untuk itu berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya." Pinta Alvin menatap Mami Valen.
Mami Valen hanya diam sambil memikirkan langkah apa yang akan Ia ambil untuk kebaikan putranya.
" Aku akan menebus semua kesalahanku dengan Are Mi." Sambung Alvin.
" Mami.... Mami tidak jadi kan menyuruhku menceraikan Are?" Tanya Alvin memastikan jika keputusan Maminya akan berubah setelah mengetahui perasaannya.
" Mami... Mami mencabut perintah Mami untuk berpisah dengan Are kan?" Alvin bertanya lagi.
" Mami.....
Hayo Mami apa nih jawabannya?
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya biar jari author lurus lagi hhh....
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author... Semoga sehat selalu....
__ADS_1
Miss U All....
TBC....