Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Pernikahan Fara & Juna


__ADS_3

" Tidak... Saat ini di hatiku hanya terukir namamu." Sahut Juna mantap.


" Baiklah karena hari sudah larut malam, mati kita kembali ke kamar masing masing." Ucap Saka.


" Iya Om, aku juga udah ngantuk nih." Ucap Vebby.


" Ya udah ayo kita ke kamar." Sahut Juna menarik tangan Fara.


" Eits... Kak Fara sama aku Kak, kamu sama Om Saka." Ucap Vebby menarik tangan Fara yang satunya.


" Ah iya maaf, aku lupa kalau kami belum menikah." Sahut Juna melepas genggamannya.


" Ayo Kak." Ajak Vebby menarik tangan Fara.


Vebby dan Fara masuk ke dalam kamar tamu yang akan di huni mereka begitupun dengan Saka dan Juna. Mereka berempat tidur dalam kamar yang berbeda menuju alam mimpi.


Tiga hari berlalu....


Hari ini adalah hari pernikahan Juna dan Fara. Acara di gelar di rumah baru Fara yang akan Ia tempati setelah menikah nanti. Dengan memakai kebaya berwarna putih, Fara duduk di kursi yang di khususkan untuk mempelai wanita sedangkan Juna duduk di sampingnya.


" Apa acara bisa segera di mulai?" Tanya Pak penghulu.


" Bisa Pak." Sahut Om Davian.


" Baiklah mari kita buka dengan bacaan basmalah terlebih dahulu." Ujar pak penghulu.


" Bismillahhirrohmannirrohhim." Ucap mereka yang hadir serempak.


Pak penghulu mulai membacakan doa pra akad nikah.


" Saudara Arjuna Antonio." Ucap pak penghulu menjabat tangan Juna.


" Saya." Sahut Juna.


" Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Faradea Sasmita binti Davian Wijaya yang mana kewaliannya telah di wakilkan kepada saya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat dua puluh gram di bayar tunai." Ucap pak penghulu.


" Saya terima nikah dan kawinnya Faradea Sasmita binti Davian Wijaya dengan mas kawin tersebut tunai." Sahut Juna lantang.


" Bagaimana saksi?" Tanya pak penghulu.


" Sah." Sahut kedua saksi.


" Alhamdulillah." Ucap semua orang serempak.


Pak penghulu kembali membacakan doa dan khutbah nikah. Setelah selesai kedua mempelai bertukar cincin.


Juna menyematkan cincin di jari manis Fara sebelah kanan karena yang kiri masih tersemat cincin pertunangan mereka begitupun sebaliknya.


Setelah itu Fara mencium punggung tangan Juna sedangkan Juna mencium kening Fara lama. Suara tepuk tangan mengiringi kebahagiaan mereka.


" Terima kasih sayang." Ucap Juna.

__ADS_1


" Sama sama Mas." Sahut Fara.


Setelah acara akad nikah selesai dengan penandatanganan akta nikah, keduanya naik ke atas pelaminan untuk menerima ucapan selamat dan doa restu dari para tamu undangan.


" Selamat sayang, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warohmah." Ucap Oma Nesha memeluk Fara.


" Amin, terima kasih Oma." Sahut Fara.


" Selamat menempuh hidup baru sayang, jadilah istri yang terbaik untuk suami dan anak anakmu nanti." Ucap Mama Ria memeluk Fara.


" Insyaallah Ma, doakan yang terbaik untuk Fara." Ucap Fara.


" Tentu sayang, doa terbaik untukmu." Sahut Mama Ria.


Setelah semua anggota mengucapkan selamat dan acara resepsi selesai, kini kedua mempelai berada di dalam kamar untuk istirahat sejenak sebelum berkumpul dengan keluarga yang lainnya.


" Mas mandi dulu gih, aku udah siapkan air buat kamu." Ucap Fara yang baru keluar dari kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Juna mendekati Fara lalu Ia memeluk pinggang Fara. Fara menatap Juna begitupun sebaliknya.


" Kau terlihat lebih cantik tanpa make up sayang." Ucap Juna merapikan anak rambut Fara.


" Hmm mulai bisa ngegombal nih." Ucap Fara.


" Enggak... Aku jujur kok sayang, kamu memang terlihat lebih cantik tanpa make up begini, aku kurang suka dengan dandanan kamu tadi, kamu jadi tidak terlihat wajah aslinya." Ujar Juna.


" Namanya make over Mas ya pasti bedalah dari aslinya, bukannya tambah cantik ya seharusnya." Ujar Fara.


" Aku lebih suka kamu yang polos gini." Sahut Juna.


" Baiklah aku mandi dulu." Ucap Juna mencium kening Fara.


Fara menyiapkan baju ganti untuk Juna. Lima belas menit kemudian Juna keluar dari kamar mandi.


" Itu baju gantinya Mas." Ucap Fara menunjuk baju yang Ia ambil tadi.


" Sayang kamu menyiapkan pakaian dal....


" Iya.. Nggak perlu malu Mas, sekarang aku ini kan istri kamu jadi sudah menjadi kewajiban aku untuk melayanimu." Ujar Fara memotong ucapan Juna yang nampak malu malu.


" Iya sayang, maklum lah aku kan selalu menyiapkan segala keperluanku sendiri makanya aku sedikit malu sama kamu." Ucap Juna.


" Tidak masalah, udah buruan di pakai bajunya." Sahut Fara.


Setelah selesai bersiap diri kini Juna dan Fara berjalan menghampiri keluarganya yang duduk di kursi khusus untuk keluarga.


" Duh senangnya pengantin baru, jam segini udah main basah basahan aja." Goda Are.


" Apaan sih Kak, jangan gitu deh kan aku jadi malu." Ujar Fara duduk di depan Are.


" Kenapa harus malu? Kalau sudah menikah hal begituan mah wajar di bicarakan sayang." Sahut Tante Cia.

__ADS_1


" Di sini masih ada pasangan di bawah umur yang belum nikah Tan." Ucap Fara melirik Vebby dan Saka.


" Sindir terus... Kalau Kak Fara nggak mencuri star pasti yang nikah duluan itu kami." Sahut Vebby.


" Ya tetap nggak bisa lah, memang yang seharusnya menikah lebih dulu itu aku, kan aku lebih tua dari kamu." Ucap Fara.


" Benar kata Kakakmu sayang, yang harus menikah itu Kakak dulu baru adiknya." Ucap Tante Cia.


" Gitu ya Ma." Sahut Vebby.


" Gerogi nggak Jun buat malam pertamanya? Masih ingat kan caranya? Atau jangan jangan kamu udah lupa." Ujar Saka menatap Juna.


" Tenang aja Kak Juna, kalau lupa nanti biar Kak Fara ajari, kan Kak Fara pandai dalam segala hal." Sahut Vebby membela Juna.


" Kamu membelanya sayang." Ucap Saka menatap Vebby.


" Nggak masalah kali kali belain kakak ipar." Sahut Vebby.


" Baiklah tidak pa pa." Lirih Saka.


" Kalian mau bulan madu kemana Far? Biar nanti Om yang siapkan paket bulan madu buat kalian." Ujar Om Gama kakak dari Tante Ria.


" Belum kepikiran Om, kami kan sudah ada Ghea jadi kami belum kepikiran mau bulan madu, kalau kami pergi terus Ghea sama siapa nanti? Kasihan kan kalau di tinggal." Ujar Fara.


" Ghea biar sama Mama aja sayang, kalian pergi aja bulan madu dan jangan khawatir Mama pasti akan menjaga Ghea dengan baik." Ujar Tante Ria.


" Enggak ah Ma, aku lagi mau membangun hubungan baru dengan Ghea, masa' udah di tinggal pergi pergi." Sahut Fara.


" Baiklah terserah kamu saja bagaimana baiknya, yang jelas besok kalau kalian udah berniat mau bulan madu kabari Om saja, Om akan menyiapkan semuanya." Ujar Om Gama.


" Terima kasih Om." Sahut Fara.


Keluarga Ardiansyah melanjutkan mengobrol satu sama lain. Di saat mereka asyik mengobrol tiba tiba ada seorang perempuan cantik menghampiri mereka. Semua orang menatap ke arahnya dengan penuh tanda tanya dalam hatinya.


" Juna." Ucap wanita itu menghampiri Juna.


Juna berdiri di depan wanita itu, tiba tiba wanita itu memeluk erat tubuh Juna. Hati Fara memanas melihat semua itu.


" Juna kenapa kau meninggalkan aku? Apa salahku Juna?" Tanya wanita itu dalam pelukan Juna sedangkan Juna berdiri mematung karena belum menyadari keadaan.


" Apa apaan kamu Mas?" Teriak Fara membuat Juna melepas pelukan wanita itu.


" Beraninya kamu berpelukan dengan wanita lain di depanku Mas, siapa wanita ini Mas? Dan darimana dia tahu alamat rumah kita?" Tanya Fara dengan perasaan terluka.


Siapa ya???


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author semangat ya


Terima kasih untuk readers yang selalu mendukung author semoga sehat selalu..


Author mohon doa dan dukungan untuk karya ini ya semoga lebih sukses dari karya author yang sebelumnya.

__ADS_1


Miss U All...


TBC. ...


__ADS_2