Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Perasaan Juna


__ADS_3

" Sayang apa kamu sudah memaafkan Mas?" Tanya Erald menatap Are.


Are membuang muka membuat Erald menghela nafasnya.


Erald mematikan kompor. Ia mendekati Are lalu menggenggam tangannya.


" Sayang Mas akui jika Mas salah karena terlalu terburu buru mengambil kesimpulan, itu karena Mas sangat mencintaimu sayang Mas tidak mau kehilanganmu, itu sebabnya Mas marah sama kamu, Mas merasa kecewa sama kamu karena Mas mengira kamu mengkhianati Mas sayang, Mas takut kamu akan meninggalkan Mas, maafkan Mas sayang, maafkan Mas." Ucap Erald mencium tangan Are.


" Entah lah Mas aku tidak tahu apakah aku bisa memaafkanmu atau tidak, tuduhanmu terlalu menyakitkan untukku." Sahut Are.


" Sayang Mas mohon maafkan Mas, Mas menyesal sayang tidak meminta penjelasan darimu, maafkan Mas sayang Mas mohon." Ucap Erald menundukkan kepalanya.


Are diam tanpa kata membuat rasa takut kehilangan pada hati Erald muncul ke permukaan. Ia tidak mau kehilangan Are.


Tes.... Tes...


Are menatap Erald yang masih menundukkan kepalanya sambil terus menggenggam tangan Are, air mata Erald menetes membasahi tangan Are.


" Mas." Ucap Are membuat Erald mendongak menatapnya.


Grep...


Erald memeluk tubuh Are dengan erat.


" Maafkan Mas sayang, jangan meninggalkan Mas, Mas tidak sanggup jauh darimu hiks..." Isak Erald.


Melihat Erald rapuh seperti itu hati Are menjadi tersentuh untuk memaafkan kesalahan Erald. Bukankah semua ini hanya salah paham saja? Erald menuduhnya tanpa mau menanyakannya kepada Are terlebih dahulu. Are mengelus punggung Erald dengan lembut.


" Hiks... Hiks... Jangan tinggalkan Mas sayang, Mas sangat mencintaimu, Mas tidak mau kehilanganmu sayang, maafkan Mas yang bodoh ini." Ucap Erald.


Are melepas pelukan Erald, Ia menangkup wajah Erald dengan kedua tangannya. Erald menatap wajah cantik istrinya.


" Baiklah Mas aku memaafkanmu, tapi jangan pernah kamu mengulangi hal seperti ini lagi, kalau ada masalah apa apa tanyakan dulu kepadaku, jangan berasumsi sendiri karena itu hanya akan menjadi boomerang untuk hubungan kita, aku tidak meminta apapun darimu kecuali cinta dan kepercayaanmu untukku Mas, begitupun sebaliknya, aku juga akan selalu berusaha untuk lebih mempercayaimu di banding orang lain." Ucap Are mengusap air mata Erald.


" Terima kasih sayang, terima kasih, Mas akan memberikan kepercayaan Mas seutuhnya untukmu." Ucap Erald menciumi pipi Are.


" Ya sudah sekarang selesaikan masaknya, biar kita bisa sarapan secepatnya, lagian keburu siang juga Mas." Ujar Are.


" Iya sayang." Sahut Erald kembali menghadap di depan kompor untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Juna yang sedari tadi berdiri di depan pintu dapur tersenyum kecut menahan sakit di hatinya.


" Aku harus benar benar melupakanmu Re, cintamu kepada Erald begitu besar hingga aku tidak mampu untuk menghancurkannya, aku harus bisa move on dari kamu dan mendapatkan kebahagiaan yang utuh untuk keluarga kecilku." Ucap Juna dalam hatinya.


Juna kembali ke ruang tamu untuk melipat selimut yang tadi di pakainya. Setelah itu Ia masuk ke dalam kamarnya untuk melihat Ghea yang masih tertidur pulas.

__ADS_1


" Sudah nggak demam lagi." Gumam Juna menempelkan tangannya pada dahi Ghea.


" Eungh... Papa." Lenguh Ghea membuka matanya.


" Maaf sayang jika Papa mengganggu tidurmu." Ucap Juna.


" Tidak pa pa Pa, Mama mana Pa?" Tanya Ghea.


" Mama sama Papa Er sedang memasak di dapur." Sahut Juna.


" Pa apa boleh Ghea meminta sesuatu dari Papa?" Tanya Ghea beranjak. Ia duduk bersila di atas ranjang.


" Apa itu sayang?" Tanya Juna duduk di tepi ranjang.


" Ghea mau kita pindah ke kampung saja." Ucap Ghea.


" Ke kampung? Kenapa tiba tiba kamu mau pindah ke sana?" Tanya Juna mengerutkan keningnya.


" Ghea tidak mau melihat Papa terus terussan tersakiti." Sahut Ghea.


" Apa maksudmu sayang? Kenapa Papa tersakiti? Dan siapa yang menyakiti Papa?" Selidik Juna menatap Ghea.


" Ghea tahu kalau selama ini Papa menyukai Mama Are Pa, Ghea tahu kalau selama ini Papa tersiksa dengan perasaan Papa, Ghea bisa melihat banyak luka yang Papa tahan selama kedekatan kita dengan Mama Pa, Ghea merasa sangat bersalah dan Ghea menyesal telah membawa Mama Are ke dalam hidup kita Pa, dulu Ghea sangat berharap kalau Mama Are bisa menjadi Mama sambung untuk Ghea, Ghea berharap Mama akan menikah dengan Papa, tapi nyatanya Mama Are malah menikah dengan Papa Er, dan Ghea tahu jika semua itu membuat Papa menderita, untuk itu kita pindah aja ya Pa, kita menjauh dari kehidupan Mama Are." Ucap Ghea seperti orang dewasa.


" Terima kasih sayang kamu telah mengerti perasaan Papa." Ucap Juna memeluk Ghea.


" Tapi tenanglah sayang! Papa tidak pa pa, bagi Papa melihat kebahagiaan kamu lebih utama, kamu bahagia kan bisa bermain dengan Mama Are?" Tanya Juna.


" Iya Pa." Sahut Ghea menganggukkan kepalanya.


" Kalau begitu kita tidak perlu pindah sayang, kalau kita pindah ke kampung Papa mau kerja apa di sana? Kita tetap di sini saja ya." Ujar Juna.


" Tapi bagaimana dengan Papa? Ghea tidak mau membuat Papa semakin menderita karena Ghea." Ucap Ghea menatap Juna.


" Papa bahagia sayang dengan melihatmu dan Mama Are bahagia, kau tidak perlu memikirkan Papa yang penting kamu baik baik saja." Sahut Juna mencium pipi Ghea.


" Terima kasih Pa." Ucap Ghea.


" Sama sama sayang." Sahut Juna.


" Aku harus membuat Papa melupakan Mama Are, mulai sekarang aku harus menjauh dari Mama Are, aku akan mendekatkan Papa dengan Aunti Fara aja biar Papa bisa melupakan Mama, Aunti Fara kan baik juga sama kaya' Mama Are." Batin Ghea.


Tanpa mereka sadari jika Are mendengar semuanya. Sebenarnya tadi Are mau memanggil Juna untuk sarapan tapi Ia menghentikan langkahnya saat Ghea dan Juna sedang membicarakannya.


" Mama." Panggil Ghea saat melihat Are berdiri di depan pintu.

__ADS_1


Juna melihat ke arah pintu dimana Are sedang berdiri sambil tersenyum menatapnya.


" Apa Are mendengar semua yang Ghea ucapkan? Astaga jangan sampai Are mendengarnya, aku tidak mau membuat Are menjadi canggung dengan semua ini." Batin Juna.


" Are, sejak kapan kamu berdiri di situ?" Tanya Juna memastikan.


" Barusan saja Kak, aku memanggil kalian untuk sarapan." Sahut Are.


" Oh... Tunggu sebentar lagi aku akan memandikan Ghea dulu, ayo sayang kita mandi dulu." Ucap Juna menggendong Ghea menuju kamar mandi. Ia melewati Are begitu saja.


" Maafkan aku yang tidak bisa menerimamu dalam hidupku Kak, aku hanya menganggapmu sebagai Kakakku saja karena hati dan jiwa ini sudah milik Mas Erald sejak lama." Gumam Are dalam hati menatap punggung Juna.


" Sayang." Panggil Erald dari dapur


" Iya Mas." Sahut Are menghampiri Erald.


Setelah Ghea mandi kini Are, Ghea, Erald dan Juna sedang sarapan bersama di meja makan.


" Jangan lupa kau harus menyelidiki wanita yang bernama Mara Er." Ucap Juna di sela sela makannya.


" Itu pasti, aku akan memberikannya pelajaran yang tidak pernah dia bayangkan sebelumny." Sahut Erald.


" Are apa kau tahu alasan Mara melakukan semua ini, jika benar Mara terbukti bersalah?" Tanya Juna menatap Are.


" Aku tidak tahu Kak, aku sudah lama tidak bertemu dengannya, aku juga tidak menyangka dia bisa melakukan semua ini kepadaku." Sahut Are.


" Tapi dia salah jika dia mengira aku masih seperti dulu, kali ini aku tidak akan diam saja, aku akan membalas semua perbuatannya kepadaku, karena aku yakin jika Mara lah penyebab semua ini, dia harus bertanggung jawab untuk semuanya." Sambung Are.


" Kau memang wanita hebat Re." Ucap Juna.


" Terima kasih Kak." Sahut Are.


Sebenarnya mendengar Juna memuji Are membuat Erald merasa cemburu, namun Ia menahan rasa itu karena tidak mau sampai terbawa emosi dan mengacaukan hubungan yang baru saja baikan.


Hukuman apa yang akan Are berikan kepada Mara nih?


Coba tebak.....


TBC....


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya buat author ya...


Terima kasih untuk readera yang selalu memberikan suportnya kepada author, semoga sehat selalu...


Miss U All....

__ADS_1


__ADS_2