
Ting tong
Mami Valen menekan tombol rumah Are. Tak lama setelah itu Bi Sumi membukakan pintunya.
Ceklek...
" Nyonya Valen silahkan masuk! Nona Are sudah menunggu anda di ruang tamu." Ucap Bi Sumi.
" Terima kasih Bi." Ucap Mami Valen masuk ke dalam rumah Are.
Mami Valen berjalan menghampiri Are yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
" Malam Mi." Sapa Are menyalami Mami Valen dengan takzim.
" Malam sayang, kamu baik baik saja?" Tanya Mami Valen menatap Are.
" Aku baik baik saja Mi." Sahut Are.
" Silahkan duduk Mi." Ucap Are.
" Terima kasih." Sahut Mami Valen duduk di sebelah Are.
" Are mungkin kamu bisa bilang kalau kamu baik baik saja, tapi Mami tahu jika hati kamu yang tidak baik baik saja." Ucap Mami Valen.
" Ya bisa di bilang seperti itu Mi." Sahut Are.
" Mami ke sini ingin meminta maaf atas nama Erald, Mami juga ingin menunjukkan bukti jika Erald tidak bersalah, sebenarnya tadi Erald sendiri yang mau ke sini tapi kamu melarang Erald untuk menemuimu, jadi Erald menurut saja untuk memberikanmu privasi, Erald tahu jika kamu butuh waktu sendiri." Ujar Mami Valen menggenggam tangan Valen.
" Saat ini aku tidak tahu harus bersikap seperti apa Mi, jujur aku kecewa dengan Mas Erald terlepas bersalah atau tidaknya dia tapi yang jelas aku merasa sakit hati dengan apa yang aku lihat tadi siang, aku juga menyayangkan sikap Mas Erald yang kurang tegas dengan wanita yang bernama Bella, seharusnya jika Mas Erald tidak menginginkan Bella, dia bisa mengusir Bella dari sana kan, jika alasannya karena dia sibuk ada satpam yang siap menjalankan perintah darinya." Ujar Are menatap Mami Valen.
" Mami paham akan perasaanmu sayang, untuk itu Mami dan Erald meminta maaf atas apa yang terjadi pada kalian." Ucap Mami Valen.
" Bukti apa yang Mami bawa?" Tanya Are menatap Mami Valen.
" Ini lihatlah! Lihatlah bagaimana Bella menjebak Erald demi keuntungannya sendiri." Ucap Mami Valen menyodorkan sebuah flasdishk kepada Are.
" Aku akan melihatnya nanti Mi." Sahut Are.
" Kalau boleh aku tahu, siapa sebenarnya Bella Mi? Apa hubungan Mas Erald dan Bella?" Tanya Are.
" Bella teman sekolah Erald yang dari dulu mengejar cinta Erald, tapi Erald tidak pernah menghiraukannya, Erald tidak pernah menganggap Bella itu ada." Sahut Mami Valen.
" Kemana dia selama ini Mi?" Tanya Are.
" Mami juga tidak tahu, kabar terakhir dia ikut neneknya di kota kembang." Sahut Mami Valen.
__ADS_1
" Dari sekolah sampai Mas Erald pergi ke luar negeri, kenapa baru sekarang Bella muncul menemui Mas Erald Mi? Aku rasa ada yang janggal di sini Mi." Ucap Are yang di balas senyuman oleh Mami Valen.
" Ternyata kamu memang pintar membaca situasi Ar, kau bisa menyimpulkan sendiri bukan bagaimana bisa ini semua terjadi." Ujar Mami Valen.
" Aku sedikit mengerti Mi." Sahut Are.
" Ya sudah Mami pulang dulu ya dan jangan lupa datanglah besok pagi pagi sekali karena acara pernikahanmu jam sembilan pagi." Ucap Mami Valen.
" Kita akan lihat besok Mi, Mami hati hati ya." Ucap Are.
" Apa maksudmu lihat besok? Kau tidak akan kabur kan sebagai calon pengantin wanita?" Selidik Mami Valen.
" Tenanglah Mi! Itu tidak akan terjadi." Sahut Are.
" Terima kasih sayang." Sahut Mami Valen meninggalkan rumah Are.
Are berjalan ke kamarnya, Ia menyalakan laptopnya lalu memasukkan flashdisk yang di berikan oleh Mami Valen. Are dapat melihat apa yang terjadi kepada Erald dan Bella di dalam ruangan itu.
" Rupanya kau ingin bermain main denganku Bella, baiklah aku akan mengikuti semua rencana dan permainanmu." Monolog Are.
Are mengambil ponselnya di atas meja. Ia menelepon seseorang untuk melakukan pekerjaan yang Are berikan. Setelah itu Ia mematikan sambungan teleponnya.
" Kita akan lihat siapa yang lebih pintar di sini." Ujar Are dalam hati sambil tersenyum smirk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Erald nampak berjalan mondar mandir di dalam kamarnya. Papi Nathan, Mami Valen, Oma Nesha dan Oppa Farhan berada di sana menatap Erald dengan cemas juga. Mereka duduk di sofa yang tersedia di kamar yang di gunakan untuk make up calon pengantin.
" Are mana Mi? Kenapa sampai sekarang Are belum datang juga? Apa Are tidak akan datang ke pernikahan ini? Apakah Are masih marah kepadaku Mi?" Tanya Erald cemas.
" Tenanglah Er! Are pasti datang." Ujar Oma Nesha.
" Tapi kapan Oma? Ini sudah jam delapan pagi, acara satu jam lagi, Are belum datang dan belum di rias juga, kapan acaranya akan di mulai jika Are sampai datang terlambat." Ujar Erald.
" Kamu sudah mengirimkan mobil untuk menjemputnya kan?"Tanya Papi Nathan memastikan.
" Sudah Pi." Sahut Erald.
" Semalam Mami sudah memberitahu kebenarannya kepada Are, tapi Mami tidak tahu kenapa sampai sekarang Are belum juga datang, Mami telepon juga tidak aktif Bang, mungkin Are masih dalam perjalanan." Ucap Mami Valen.
" Iya Bang, tenanglah tunggu beberapa saat lagi." Sahut Opa Farhan.
" Are sebenarnya kamu dimana sayang?" Gumam Erald menarik kasar rambutnya.
Erald tidak mau jika sampai Are tidak datang ke pernikahan yang Ia idam idamkan selama ini. Ia tidak mau kehilangan Are.
__ADS_1
" Sekarang kita turun dulu saja, kasihan para tamu yang sudah datang tidak ada yang menyambut mereka dari keluarga kamu Er, jangan khawatir! Nanti Are pasti akan datang." Ujar Opa Farhan.
" Tidak Oppa, aku tidak mau turun sebelum Are sampai di sini, apa yang terjadi dengan Are? Padahal mobil jemputan sudah datang satu jam lalu." Ucap Erald.
" Mami akan coba menelepon sopir yang menjemput Are." Ujar Mami Valen.
Mami Valen mendial nomer pak Joko, seorang sopir yang menjemput Are.
Tut... Tut...
Telepon tersambung tak lama pak Joko mengangkat telepon dari Mami Valen.
" Halo Nyonya." Ucap pak Joko di sebrang sana.
" Halo Pak, Bapak dimana? Apa Are sudah siap? Kenapa Are belum juga datang Pak?" Tanya Mami Valen.
" Maaf Nyonya, Nona Are bilang dia sudah di jemput oleh Tuan Alvin, makanya saya di suruh pulang duluan." Sahut pak Joko.
" Apa? Alvin? Kenapa Alvin bisa ada di sana? Lalu kenapa pak Joko membiarkan Are pergi bersama Alvin Pak?" Tanya Mami Valen.
" Saya tidak tahu Nyonya kenapa Tuan Alvin ada di sini, yang jelas Tuan Alvin yang mengantar Nona Are ke sana, dan maaf jika saya lalai dalam bertugas Nyonya." Sahut pak Joko.
" Ah sudahlah tidak masalah Pak, terima kasih." Ucap Mami Valen mematikan ponselnya.
" Kenapa Mi? Apa Alvin membawa Are pergi?" Tanya Erald cemas.
" Iya Bang, kata pak Joko Alvin yang mengantar Are ke sini, tapi kenapa sampai sekarang belum sampai juga? Apa Alvin membawa kabur Are? Ya Tuhan...." Ujar Mami Valen.
" Aku tidak akan memaafkan Alvin jika sampai dia membawa kabur Are Mi, aku akan memenjarakannya." Geram Erald mengepalkan kedua tangannya hingga kukunya memutih.
" Mami juga tidak akan memaafkannya sayang." Sahut Mami Valen.
Ini Are kira kira kemana ya?
Bisa tolong cariin nggak sih?
Bab bab sebelum pernikahan bab konflik dulu ya...
Nanti setelah pernikahan tinggal di kasih bab yang manis manis...
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya donk biar Erald semangat mencari Are.
Terima kasih untuk readers yang selalu mensupport author semoga sehat selalu...
Miss U All...
__ADS_1
TBC....