Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Pertemuan


__ADS_3

Satu tahun berlalu hubungan Are dan Ghea semakin dekat. Are menganggap Ghea sebagai anaknya sendiri. Ghea juga sering kali bermain ke rumah Are tanpa Juna tentunya. Juna tidak mau jika sampai Ia tertarik oleh bidadari cantik yang menjelma sebagai Mama dari anaknya. Apalagi Are sudah mewanti wantinya, Ia cukup tahu diri akan hal itu.


Hari ini Are dan Naya ada pertemuan dengan client di Negara S. Setelah menaiki pesawat Are langsung menuju hotel dimana Ia akan beristirahat sejenak. Saat ini Are sedang bersiap untuk bertemu dengan client penting yang akan bekerja sama dengan perusahaannya.


Dengan memakai rok pendek selutut, kemeja putih di balut blazer hitam membuatnya nampak lebih elegant. Riasan natural yang menempel pada wajahnya membuatnya nampak begitu cantik apalagi dengan rambut yang di jepit bagian tengahnya, dan jangan lupakan highhellsnya yang membuat penampilannya begitu sempurna.


Are memutar badannya di depan cermin dengan senyum mengembang di bibirnya.


" Kau akan menyukai kejutanku." Ucap Are.


Ceklek....


Pintu kamar mandi terbuka menampakkan Naya keluar dari sana. Ia melongo menatap penampilan Are yang nampak beda dari hari hari biasanya.


" Lo cantik banget Ar." Ucap Naya.


" Terima kasih, lo juga cantik kok Nay." Sahut Are.


" Apa lo udah siap bertemu dengan Ceo AV Group?" Tanya Naya.


" Siap nggak siap gue harus siap, karena gue bukan hanya bekerja untuk perusahaan tapi gue juga bekerja untuk misi pribadi gue sendiri." Sahut Are.


" Aku yakin lo akan berhasil dengan misi lo, gue nggak akan meragukan kemampuan lo." Ujar Naya.


" Makasih, ya udah sekarang kita berangkat lagian udah jam tujuh ini." Ucap Are menatap jam tangan mewah yang melingkar pada tangannya.


" Baiklah ayo." Sahut Naya.


Naya dan Are menuju sebuah restoran tempat meeting dengan clientnya menggunakan taksi. Sebenarnya pertemuannya jam tujuh tepat namun Are sengaja datang terlambat.


Lima belas menit kemudian taksi yang di tumpangi Are dan Naya sampai di restoran xx. Keduanya turun dari taksi lalu berjalan menuju ruang vvip yang sudah di booking oleh clientnya.


Ceklek.....


Naya membuka pintunya, nampak dua orang pria sudah duduk menunggunya. Pria yang satu menatap kedatangan mereka sedangkan yang satunya fokus memainkan ponselnya.


Naya berjalan mendekati keduanya di ikuti Are dari belakang.


" Maaf Tuan kami sedikit terlambat." Ucap Naya.


" Tidak masalah kami memakluminya, silahkan duduk Nona." Sahut Pria yang Naya tahu bernama Leo.


" Terimakasih Tuan Leo." Sahut Naya duduk di kursi depan Leo sedangkan Are masih berdiri menatap pria yang masih asyik dengan ponselnya tanpa mempedulikan kedatangan mereka.


" Apa begini cara kerja kalian? Membuang buang waktu kami?" Tanya Pria yang memainkan ponselnya tanpa menatap Naya maupun Are.


" Kami minta maaf Tuan Aderald, bisakah anda bersikap lebih sopan dengan menatap kami saat berbicara?" Tanya Are.


Deg...


Erald merasa sangat mengenali suara itu. Jantungnya berdetak dengan kencang seolah tak percaya dengan apa yang Ia dengar.

__ADS_1


" Are." Batin Erald.


Erald mendongakkan kepalanya menatap Are yang sedang berdiri menatapnya juga.


" A.... Ar...


" Perkenalkan Tuan saya Aresha Wijaya, Ceo dari AW Group." Ucap Are mengulurkan tangannya membuat Erald mengerutkan keningnya.


" Are lupa padaku atau dia hanya pura pura lupa? Ah mungkin dia hanya bersikap profesional aja, aku nggak menyangka kamu berubah menjadi gadis secantik ini Are." Ujar Erald dalam hati.


" Saya Aderald, Ceo dari AV Group Nona." Sahut Erald menjabat tangan Are. Erald menatap kagum pada Are yang terlihat lebih dewasa.


" Senang bertemu dengan anda Tuan Erald." Ucap Are menekan kata Erald.


" Terima kasih Nona." Sahut Erald.


" Baiklah kalau begitu Tuan Erald dan Leo, mari mulai pembahasan tentang kerjasama kita sekarang karena saya tidak punya banyak waktu." Ujar Are duduk di depan Erald.


" Memangnya anda mau kemana Nona? Apa ada pertemuan lain setelah ini?" Tanya Leo menatap Are.


" Setelah dari sini saya langsung terbang ke tanah air Tuan." Sahut Are membuat Erald terkejut.


" Kenapa secepat itu Nona, anda bisa tinggal lebih lama lagi di sini dan kami akan mengantar anda berkeliling kota ini Nona." Ujar Leo.


" Pertanyaan bagus Tuan Leo." Batin Are.


" Maaf Tuan Leo, ada yang sedang menunggu kepulangan saya di rumah." Sahut Are.


" Anak saya."


Jeduar.....


Erald sangat terkejut mendengar ucapan Are. Ia menatap Are dengan tatapan tak percaya.


" Anak? Bukankah Are dan Alvin belum punya anak? Lalu anak siapa yang Are maksud?" Tanya Erald dalam hatinya.


" Maaf saya tidak tahu jika anda sudah menikah lagi Nona." Ucap Leo.


" Tidak masalah Tuan." Sahut Are.


" Apa? Are menikah lagi? Apakah Are menduakan Alvin? Ataukah Are dan Alvin sudah berpisah? Tapi saat telepon kemarin Alvin tidak bilang apa apa, dia bilang hubungan mereka baik baik saja, apa ada yang Alvin sembunyikan dariku?" Lagi lagi Erald bertanya tanya dalam hatinya.


" Sepertinya jawabanku tepat sasaran, aku akan mulai mengusik hatimu dengan berita ini Kak." Batin Are menatap Erald dengan tatapan sinisnya.


Meeting pembahasan tawaran kerja sama di mulai, Naya dan Leo bergantian membacakan presentasinya untuk saling menarik perhatian. Are hanya menjadi pendengar saja sedangkan Erald sama sekali tidak fokus dengan meetingnya kali ini. Ia hanya fokus pada pertanyaan pertanyaan yang bersarang dalam hatinya. Ingin sekali Ia menanyakan semuanya kepada Are saat ini juga namun Ia harus bersikap profesional bukan? Ia akan menanyakannya setelah meeting selesai.


" Bagaimana Nona Are?" Tanya Leo setelah membacakan semuanya.


" Cukup menarik karena sangat menguntungkan untuk perusahaan kami, bagaimana dengan Anda Tuan Erald? Apa ada yang ingin anda tambahkan di sini?" Tanya Are menatap Erald.


Erald terlihat melamun tidak mendengarkan ucapan Are. Leo menyenggol lengan Erald membuat Erald tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


" Apa anda sedang tidak enak badan Tuan? Sepertinya anda sama sekali tidak fokus dengan pembahasan kami sedari tadi." Tebak Are.


" Maaf saya tidak fokus, saya memang sedang tidak enak badan." Sahut Erald.


" Ya... Kau mulai panas dingin bukan?" Tanya Are dalam hati.


" Kalau tidak enak badan, kenapa anda datang ke meeting ini Tuan? Kenapa anda tidak di rumah saja untuk istirahat? Lebih baik sekarang anda pulang saja supaya istri anda bisa mengurus anda dengan baik Tuan, nanti kalau di paksakan malah anda bisa kenapa napa di sini." Ujar Are.


Leo mengerutkan keningnya mendengar kata istri dari Are.


" Maaf Nona, sepertinya anda salah paham di sini, Tuan Erald belum menikah Nona." Ucap Leo.


" Oh belum menikah, maaf ya saya salah mengira karena berita yang saya dengar satu tahun yang lalu Tuan Erald mau menikah, saya kira Tuan Erald sudah menikah tapi ternyata belum." Sindir Are tersenyum sinis.


" Kau sengaja mengungkit masa lalu Are, apa kau masih marah sama aku karena penolakanku waktu itu?" Batin Erald.


" Mungkin anda memang salah mendengar berita itu Nona." Sahut Leo.


" Mungkin saja." Sahut Are.


" Bagaimana Nona Are? Apakah anda mau menyetujui kerja sama ini? Saya sudah mendengar kemampuan anda selama ini, jadi saya tidak ragu untuk menawarkan kerja sama kepada anda." Ucap Leo menatap Are.


" Baiklah saya setuju menjalin kerja sama dengan perusahaan anda Tuan Leo, saya akan segera menandatangani kontrak kerjasamanya." Sahut Are.


" Terima kasih Nona Are, senang bekeja sama dengan anda." Ucap Leo.


" Sama sama Tuan." Sahut Are.


Setelah penandatanganan kontrak kerja sama, acara di lanjutkan makan malam bersama. Naya, Are, Erald dan Leo makan sambil sedikit berbincang masalah pribadi.


Drt... Drt...


Ponsel Are berdering tanda panggilan masuk. Ia mengambil ponsel di dalam tasnya.


" Ghea." Gumam Are menatap id pemanggil.


" Halo sayang." Sapa Are setelah menerima panggilan video dari Ghea.


" Mama.... Mama dimana sih? Kata Papa Mama pergi jauh ke luar negeri, lalu kapan Mama pulang? Ghea udah kangen Ma." Ujar Ghea menatap Are di layar ponselnya.


Tiba tiba....


Uhuk.... Uhuk.... Uhuk...


Nah loh siapa tuh yang tersedak?


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya biar author semangat


Terima kasih untuk readers yang sudaah mensupport author, semoga sehat selalu


Miss U All

__ADS_1


TBC....


__ADS_2