Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Fara Beraksi


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah Are, Fara mengajak Ghea dan Juna jalan jalan ke pantai. Awalnya Juna menolak namun Ghea merengek memintanya untuk ikut, alhasil Juna mengalah untuk ikut. Saat ini mereka sedang bermain ombak dan pasir bersamaan. Ketiganya nampak seperti keluarga harmonis yang bahagia.


Juna, Fara dan Ghea sedang duduk beristirahat di tepi pantai sambil memandang ombak di depannya.


" Juna... Kenapa sampai sekarang kamu belum menikah lagi?" Tanya Fara menoleh ke arah Juna.


" Belum kepikiran aja, kamu kan tahu pekerjaanku seperti apa, akan sangat sulit kalau aku mencari seorang istri yang bisa menerima keadaan dan statusku saat ini." Sahut Juna.


" Kalau seandainya ada yang mau gimana?" Tanya Fara membuat Juna menatap ke arahnya.


" Aku lagi nggak memikirkan ke situ Far, hatiku masih susah move on dari seseorang." Ujar Juna.


" Siapa? Mantan istrimu?" Tanya Fara memastikan.


" Bisa di katakan begitu." Sahut Juna.


" Kau tidak perlu tahu jika aku mencintai Are, aku tidak mau menambah beban dalam hidup Are." Batin Juna.


" Hidup ini tidak akan berhenti hanya karena kita kehilangan orang yang kita sayangi, kita harus melanjutkan hidup donk! Apalagi ada Ghea di dalam hidup kamu, Ghea butuh seorang ibu yang bisa merawat dan mendidiknya di rumah kan." Ujar Fara.


" Lihat nanti saja deh, kalau udah ketemu jodohnya tidak akan kemana." Sahut Juna.


" Emmm bener juga sih, tapi setidaknya berusahalah melupakan masa lalu demi masa depan yang bahagia." Ucap Fara.


" Hmm." Gumam Juna.


" Emmm Jun..." Panggil Fara.


" Ya." Sahut Juna menatap Fara.


" E.. A... Aku..." Ucap Fara gugup.


" Kamu apa?" Tanya Juna.


" Nggak jadi deh." Ucap Fara.


" Kenapa nggak jadi? Emangnya mau ngomong apa kamu?" Tanya Juna.


" Aku mau ngomong kalau aku......" Ujar Fara menjeda ucapannya.


" Apa?" Tanya Juna.


" Ada deh... Buat pr kamu aja, aku mau ngomong apa." Sahut Fara.


" Ghea ayo kejar Aunti." Ucap Fara.


" Iya Aunti." Sahut Ghea mulai mengejar Fara.

__ADS_1


Fara dan Ghea saling kejar kejarran, sampai datang sebuah ombak yang lumayan besar ke arah mereka tiba tiba....


" Aunti." Teriak Ghea terseret arus ombak.


" Ghea." Teriak Fara berlari mengejar Ghea yang terseret ombak.


Melihat itu Juna pun ikut membantu Fara sampai Fara berhasil menangkap tubuh Ghea.


" Juna bawa Fara ke pinggir." Ucap Fara memberikan Ghea kepada Juna.


" Iya." Sahut Juna.


Juna membawa Ghea ke pinggir sedangkan Fara masih berada di dasar ombak. Fara tidak menyadari jika ombak datang lagi, Fara menoleh ke belakang lalu Fara ingin menepi tapi naas tiba tiba kakinya kram dan Fara pun terseret ombak ke bibir laut.


" Argh Juna tolong." Ucap Fara yang tersapu oleh ombak.


Juna menoleh ke arah Fara yang saat ini sedang melambaikan tangannya, kepalanya sudah tidak terlihat lagi.


" Papa cepat tolong Aunti Fara." Teriak Ghea.


Tanpa berpikir panjang, Juna segera berlari menghampiri Fara yang masih mencoba melawan air. Setelah terjangkau oleh tangan Juna, Juna menarik tubuh Fara ke pinggir.


" Syukurlah Fara kau berhasil aku selamatkan." Ucap Juna.


" Fara." Panggil Juna.


" Fara... Bangun Fara." Ucap Juna menepuk pelan pipi Fara.


" Aunti.. Bangun Aunti." Ucap Ghea.


" Pa Aunti Fara baik baik saja kan Pa?" Tanya Ghea terlihat khawatir.


" Iya sayang, Aunti Fara pasti baik baik saja, dia hanya syok sayang." Sahut Juna.


Juna menekan perut Fara berharap air yang sempat di minum Fara bisa keluar. Namun rupanya usahanya belum berhasil. Juna mencoba lagi hingga....


Uhuk... Uhuk....


Fara memuntahkan air yang masuk ke mulutnya.


" Fara... Kamu baik baik saja." Ucap Juna menepuk pipi Fara.


Fara menatap ke arah Juna sambil tersenyum.


" Kau mengkhawatirkan aku?" Lirih Fara.


" Ya iyalah aku khawatir, kamu ke sini sama aku Fara... Kalau ada apa apa aku yang di minta pertanggung jawaban oleh Are, lalu aku harus jawab apa? Kalau aku jawab kamu terseret ombak pasti Are marah besar sama aku, tapi untunglah kamu baik baik saja." Sahut Juna membuat hati Fara mencelos.

__ADS_1


Fara segera beranjak dari sana lalu pergi meninggalkan Juna dan Ghea. Juna mengerutkan keningnya menatap punggung Fara namun tak lama setelah itu, Juna menggandeng tangan Ghea menyusul Fara.


" Fara tunggu." Panggil Juna.


Fara tidak peduli dengan panggilan Juna. Entah mengapa Ia merasa hatinya sakit mendengar Juna mengatakan hal seperti tadi.


" Kenapa Juna harus khawatir karena orang lain? Kenapa dia tidak benar benar khawatir karena takut aku kenapa napa sih? Apa usahaku melakukan pendekatan selama ini tidak terlihat olehnya? Atau aku harus mengatakan langsung kepadanya jika aku menyukainya? Ah tidak... Jika aku melakukannya mau taruh dimana harga diriku sebagai perempuan? Seharusnya Juna bisa menilai sikapku selama ini kan? Hah dasar makhluk tidak peka, mana dia lebih takut sama Are lagi, jangan jangan dia suka sama Are makanya tidak bisa move on, apa mereka berdua sama sama lunya perasaan ya?Tapi kan Are cinta mati sama Bang Erald sejak dulu jadi nggak mungkin lah Are suka sama Juna, pasti Juna aja yang suka sama Are." Ujar Fara dalam hatinya sambil terus berjalan menuju mobilnya.


Blummm


Fara menutup pintu mobilnya setelah Ia masuk ke dalam. Juna segera mengikuti Fara masuk ke mobil, Ia duduk di kursi kemudi sedangkan Ghea duduk di kursi belakang.


" Fara kamu kenapa? Apa ada yang salah dengan ucapanku tadi?" Tanya Juna menatap Fara.


" Hah Juna mulai peduli nih kalau gue marah, coba gue kerjain aja kali ya, biar gue tahu isi hatinya sebenarnya." Batin Fara.


" Fara." Panggil Juna.


" Tidak! Aku hanya capek saja dan ingin segera pulang." Sahut Fara menyandarkan kepalanya pada jok.


" Baju kamu basah semua, apa tidak sebaiknya kita cari baju ganti dulu?" Tanya Juna.


" Tidak perlu." Sahut Fara.


" Nanti kamu masuk angin Far." Ujar Juna.


" Nggak usah sok perhatian, mau gue sakit atau tidak nggak akan ngaruh buat kamu kok." Sahut Fara.


" Eh ya jangan gitu donk Far, nanti kalau kamu sakit aku...


" Are tidak akan tahu, jadi kamu tidak perlu khawatir di marahi sama Are." Sahut Fara memotong ucapan Juna.


" Sekarang buruan pulang! Gue mau istirahat." Sambung Fara.


" Baiklah." Sahut Juna.


Juna mulai melajukan mobilnya menuju rumahnya. Entah mengapa hatinya ada yang beda setelah mendengar Fara bersikap dingin kepadanya.


" Ada apa dengan hatiku?" Tanya Juna dalam hati.


Hayooo bantu jawab donk...


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya...


Terima kasih untuk readers setia yang selalu mensuport author... Semoga sehat selalu...


Miss U All...

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2