
Setelah dari rumah sakit, Erald melajukan mobilnya menuju rumah keluarga Ardiansyah. Di dalam mobil Erald terus menggenggam tangan Are, hari ini Ia merasa sangat bahagia karena telah mendapatkan apa yang dia inginkan. Dua puluh menit kemudian Erald memarkirkan mobilnya di depan rumah Papi Nathan berjajar dengan mobil mobil yang lainnya.
Di dalam sana Saka, keluarga Om Irvan dan keluarga Om Davian berkumpul bersama keluarga Papi Nathan sedang menunggu kedatangan mereka dan Juna.
Erald menggandeng tangan Are berjalan masuk ke dalam rumah menghampiri mereka yang sedang duduk di sofa ruang tamu untuk membicarakan acara pertunangan Fara dan Saka.
" Nah itu mereka sudah datang." Ucap Papi Nathan menoleh ke arah Are dan Erald.
" Assalamu'alaikum semuanya." Ucap Erald.
" Wa'alaikumsallam."
" Wa'alaikumsallam sayang." Sahut Mami Valen dan yang lainnya.
" Bagaimana sayang pemeriksaannya? Apa ada kabar baik yang akan mengejutkan kami semua?" Tanya Mami Valen menatap Are yang duduk di depannya.
" Alhamdulillah Mi, kami akan punya babby twins sesuai harapan kami." Sahut Erald mengelus perut Are.
" Alhamdulillah." Ucap mereka serempak.
" Selamat ya sayang, semoga kalian bertiga selalu sehat dan semoga nanti anak anak kalian tidak seperti Ver dan Veb yang kerjaannya ribut melulu setiap hari, bisa bisa kamu nanti stres mengurus mereka." Ucap Tante Cia.
" Mama." Cebik Vebby cemberut.
" Terima kasih atas doanya Tante, dan semoga anak anakku nanti menjadi anak yang baik dan tidak menyusahkan orang tuanya." Ucap Are mengejek Vebby.
" Ah Kakak sama aja kaya' Mama." Sahut Vebby.
" Jangan cemberut gitu donk nanti cantiknya hilang." Ujar Are.
" Ah iya Veb senyum nih." Ucap Vebby tersenyum membuat mereka semua terkekeh.
" Selamat ya Kak, semoga sehat sampai persalinan dan semoga saja kelak aku akan mendapatkan babby twins juga seperti Kak Are dan Bang Erald." Ucap Fara.
" Amin." Sahut semua kecuali Vebby.
Vebby tersenyum kecut mendengar ucapan Fara. Vebby mengira jika Fara dan Saka masih berhubungan.
" Terima kasih Far, doa terbaik untukmu." Ucap Are.
Tak lama setelah itu terdengar seseorang mengucap salam.
" Assalamu'alaikum." Ucap Juna menghampiri mereka.
" Wa'alaikumsallam." Sahut mereka semua.
" Maaf kalau saya terlambat, maklum pegawai biasa susah mendapatkan ijin untuk keluar." Ucap Juna menghampiri mereka semua.
__ADS_1
" Silahkan duduk." Ucap Papi Nathan.
" Terima kasih Om." Sahut Juna duduk di sebelah Fara.
Saat ini Fara di apit oleh Saka dan Juna. Vebby menatap mereka bertiga dengan tatapan bingungnya.
" Ini kenapa ada Kak Juna di sini? Memangnya ada acara apa ya? Bukannya kita berkumpul di sini untuk mendengarkan berita tentang kehamilan Kak Are? Apa ada yang bisa menjelaskannya kepadaku?" Tanya Vebby menatap orang orang yang berada di sana.
" Begini Veb, maksud kita semua berkumpul di sini ini untuk membicarakan lamaran Juna kepada Fara...
" Kak Fara? Bukannya Kak Fara sudah bertunangan dengan Om Saka? Lalu kenapa sekarang kita membicarakan lamaran Kak Juna?" Tanya Vebby memotong ucapan Papi Nathan.
" Vebby.. Makanya kalau ada orang tua ngomong itu di dengerin dulu sayang, jangan main potong gitu aja." Ujar Tante Cia.
" Kan aku penasaran Ma." Sahut Vebby.
" Beruntung banget kamu Kak, di lamar dua pria sekaligus, aku jadi iri sama kamu." Sambung Vebby.
" Nanti juga akan ada yang melamar kamu Veb, kamu sabar aja ya." Ujar Fara.
Drt.... Drt...
Ponsel Vebby berdering tanda panggilan masuk.
" Ya udah silahkan kalian lanjutkan pembicaraannya, aku ada urusan sebentar." Ucap Vebby beranjak. Ia berjalan menuju taman belakang untuk mengangkat panggilan teleponnya.
" Hallo Ndra." Sapa Vebby.
Angga adalah teman semasa kuliah Vebby. Ia menyukai Vebby sejak pertama kali bertemu namun Vebby hanya menganggapnya sebagai teman biasa. Setelah selesai kuliah Angga menetap di luar negeri.
" Aku baik baik saja, gimana kabar kamu?" Tanya Vebby.
" Tidak sebaik dulu saat berada di dekatmu." Sahut Angga.
" Masa' sih? Seharusnya kamu udah bisa move on donk, udah beberapa tahun kita nggak pernah ketemu kok." Ujar Vebby.
" Cintaku tulus dari dalam hati Veb, mau beberapa tahun lagi bahkan sampai aku mati aku akan tetap mencintaimu." Ucap Angga.
" Ah so sweet." Ucap Vebby duduk di kursi samping taman.
" Aku akan pulang besok pagi ke tanah air." Ucap Angga.
" Apa? Kau akan pulang?" Tanya Vebby memastikan.
" Iya, dan sesuai perjanjian jika aku pulang ke tanah air kau belum juga menikah maka kau akan menerima lamaranku." Ucap Angga mengingatkan.
Vebby diam mencoba memikirkan sesuatu yang tepat untuk memberikan alasan kepada Angga.
__ADS_1
" Tapi Ngga... Aku tidak mencintaimu, lagian waktu itu aku hanya bercanda saja Ngga." Ujar Vebby hati hati.
" Janji adalah janji Vebby dan kau harus menepatinya, aku akan datang melamarmu dan kau tidak bisa menolaknya karena sampai sekarang kau belum menemukan cinta sejatimu kan? Berarti akulah cinta sejatimu, tunggu dan sambut kedatanganku dengan full senyuman, bye." Ucap Angga mematikan ponselnya.
" Halo Ngga... Ngga, Angga." Panggil Vebby.
" Ah sial di tutup lagi teleponnya." Umpat Vebby mengacak rambutnya dengan kasar.
" Kenapa? Kok kelihatannya bete gitu." Ucap Saka yang berdiri di belakang Vebby.
Vebby menoleh ke belakang lalu Ia kembali menghadap ke depan sambil memutar bola matanya malas.
"Cerita donk ada apa." Ujar Saka duduk di samping Vebby.
" Angga temanku mau datang melamarku besok setelah dia sampai di sini." Ucap Vebby membuat Saka terkejut.
" Apa? Tidak bisa Vebby, rencana pertunangan dan tanggal pernikahan kita sudah di tentukan." Ujar Saka.
" Apa?" Pekik Vebby menatap Saka yang tersenyum kepadanya.
" Apa maksudmu Om? Pertunangan kita? Pernikaha kita? Apa maksud semua ucapanmu?" Tanya Vebby.
" Tante Cia sudah memberikan restunya kepada kita, lalu apa lagi yang kita tunggu? kita akan menikah satu bulan lagi." Sahut Saka.
" Kamu menikah denganku, lalu Kak Fara menikah dengan siapa?" Selidik Vebby.
" Fara ya menikah dengan Juna lah, orang dia cintanya sama Juna dan aku cintanya sama kamu." Sahut Saka.
Vebby menatap tajam ke arah Saka mencoba mencari kebenaran dari sana.
" Apa ini rencanamu dan Kak Fara? Kalian bersengkokol untuk membuat Kak Juna menyatakan perasaannya?" Selidik Vebby.
" Iya, tidak hanya membuat Juna mengakui perasaannya tapi juga membuatmu mengakui perasaanmu kepadaku." Sahut Saka.
" Perasaanku? Kapan aku mengatakannya?" Tanya Vebby.
" Saat kamu mabuk kemarin, kamu mengungkapkan semua isi hatimu kau bahkan menciumku waktu itu." Ucap Saka membuat Vebby melongo.
" Benarkah? Kau pasti berbohong." Ujar Vebby.
" Untuk apa aku berbohong sayang." Ujar Saka.
Saka menggenggam tangan Vebby membuat Vebby menatap ke arahnya.
" Aku mencintaimu calon my little wife." Ungkap Saka mencium tangan Vebby.
" A... Aku... Aku juga mencintaimu Om." Sahut Vebby menubruk tubuh Saka.
__ADS_1
Saka membalas pelukan Vebby. Keduanya saling meluapkan perasaan bahagia di hati masing masing. Vebby tidak pernah menyangka jika Ia bisa mengakui perasaannya di depan Saka. Semoga keduanya berbahagia.
TBC.....