Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Pertunangan


__ADS_3

Malam ini merupakan malam pertunangan Fara dan Saka. Keluarga Ardiansyah berkumpul di rumah Tante Ria untuk menghadiri acaranya selain Vebby tentunya.


Vebby justru mengasingkan diri di rumah temannya.


" Veb udah Veb, lo udah minum banyak, lo nggak biasa minum beginian Veb, lo bisa mabuk nanti, lagian lo dapat minuman darimana sih." Ujar Lina melihat Vebby terus meminum minuman beralkohol.


" Gue udah minum banyak tapi kenapa pikiran gue masih ke inget sama Om Saka Lin? Kenapa dia tidak mau pergi dari otak gue? Kenapa dia terus berputar di dalam kepala gue? Harus dengan apa gue menghilangkan bayang bayangnya? Harus bagaimana supaya dia hilang dari dalam hatiku ini Lin.... Hiks... Hiks... Aku harus gimana?" Isak Vebby setengah sadar.


" Kalau lo memang menyukainya, kenapa lo nggak ngomong sama Om Saka Veb? Harusnya lo bilang kalau lo juga mencintainya, kenapa malah lo menolak cintanya jika pada akhirnya lo menderita gini?" Tanya Lina.


" Gue nggak mau membuat Mama gue sedih Lin, gue nggak mau jadi anak durhaka yang melawan orang tua, apalagi Mama udah mengancam gue Lin, gue nggak tahu kenapa Mama benci banget sama Om Saka, gue harus gimana Lin? Rasanya begitu menyakitkan melihat Om Saka bahagia bersama yang lainnya, apalagi bersama Kak Fara, saudara gue sendiri Lin." Ucap Vebby menundukkan kepalanya di atas meja.


" Sabar ya Veb, gue juga tidak tahu harus bagaimana, seandainya lo punya sedikit keberanian untuk bilang kalau lo suka sama Om Saka pasti kejadiannya nggak akan kaya' gini, kalian berdua bisa sama sama berjuang meminta restu dari Mama lo Veb, kalau udah begini semuanya udah terlambat Veb, Om Saka pasti udah bertunangan dengan Kak Fara saat ini." Ujar Lina.


Hati Vebby semakin sakit membayangkan saat ini Saka dan Fara sedang bertukar cincin. Vebby memukul dadanya sendiri berharap bisa menghilangkan sesak di dadanya. Vebby kembali menenggak segelas minumannya membuatnya semakin melayang karena mabuk.


" Om Saka.... Kenapa kamu tega melakukan semua kepadaku? Kau lebih memilih untuk mengalah dan meninggalkan aku... Kau pembohong besar Om Saka.. Aku membencimu." Teriak Vebby.


" Kau bilang akan selalu mencintaiku sampai kau tidak lagi bernyawa, tapi apa nyatanya? Kau melamar Kakakku sendiri di depan seluruh keluargaku, kau pembohong, kau pendusta Arsaka Xander..... Hiks..... Hiks... Lina... Dia jahat, dia meninggalkan aku... Dia tidak peduli lagi kepadaku... Dia tidak mencintaiku lagi Lina... Dia jahat hiks...." Racau Vebby.


Lina merasa gelisah, Ia takut Vebby akan berbuat di luar nalarnya apalagi saat ini Vebby sedang patah hati. Lina mengambil ponsel Vebby lalu menghubungi Saka untuk menjemput Vebby di rumahnya.


Setengah jam kemudian Saka tiba di rumah Lina. Ia masuk ke dalam rumah Lina yang sudah seperti kapal pecah akibat ulah Vebby. Ia menghampiri Lina yang sedang menjaga Vebby di sofa ruang tamunya.


" Kenapa bisa Vebby mabuk seperti ini? Dan apa ini semua ulah Vebby?" Tanya Saka menunjuk barang barang yang berantakan di lantai.


" Ini semua terjadi karena kamu Om, kamu yang membuatnya menjadi seperti ini, kalau sampai ada apa apa sama Vebby aku akan menuntut pertanggung jawaban darimu." Sahut Lina menatap Saka.


" Kok aku? Memangnya ada apa denganku?" Saka balik bertanya.


" Vebby patah hati karena kamu dan Kak Fara bertunangan, aku rasa Om tahu semua itu dan tidak perlu pura pura tidak tahu lagi, sekarang bawa Vebby pulang Om! Aku takut dia berbuat macam macam yang bisa merugikan dirinya sendiri." Ujar Lina.


" Baiklah... Terima kasih sudah menemani Vebby dan aku akan mengganti semua barang yang di rusak oleh Vebby." Ucap Saka.


" Hmm." Gumam Lina.


Saka menyentuh pundak Vebby membuat Vebby menatap ke arahnya.


" Kau... Om Saka? Kau ada di sini? Atau hanya bayangannya saja? Ah... Kenapa kau tidak bisa pergi dari kepalaku sih? Kenapa kau terus muncul di dalam pikiranku?" Tanya Vebby di tengah tengah kesadarannya.


" Iya ini aku, sekarang kita pulang! Aku akan menggendongmu." Ucap Saka menggendong Vebby ala bridal style.


" Lepas... Lepasin aku! Aku nggak mau pulang, aku mau di sini saja, kamu urusi saja Kak Fara sana nggak perlu peduliin aku." Ucap Vebby memberontak.

__ADS_1


" Jangan banyak bergerak Vebby! Kau akan jatuh." Ucap Saka terus berjalan menuju mobilnya.


" Lepaskan... Aku nggak mau pulang sama laki laki brengsek sepertimu, kau bilang kau akan selalu mencintaiku tapi kenyataannya kau menyakiti aku, kau meninggalkan aku sendiri di sini, kau melamar wanita lain di depan mataku, apa itu yang namanya cinta? Cintamu palsu Om..." Racau Vebby.


Saka membuka pintunya, saat Ia hendak mendudukkan Vebby pada kursinya tiba tiba...


Huek....


Vebby muntah tepat di dada Saka. Saka segera membuka jasnya lalu membuangnya ke jok belakang. Ia mengambil tisu yang ada di dashboard mobil lalu membersihkan mulut Vebby dari sisa kotoran muntahannya tanpa rasa jijik.


" Itu minuman apa sih? Kok rasanya pahit dan baunya menjijikkan sekali membuat aku mual saja." Ucap Vebby membuat Saka menahan tawanya.


" Masih mau muntah lagi apa tidak?" Tanya Saka merapikan anak rambut Vebby.


" Tidak... Ayo kita pulang! Aku mau tidur di ranjangku yang empuk itu." Sahut Vebby.


Saka masuk ke dalam mobil menduduki kursi belakang kemudi. Sebelum Ia melajukan mobilnya, Ia membenarkan duduk Vebby supaya Vebby merasa nyaman. Setelah itu Ia melajukan mobilnya menuju kediaman Vebby dengan kecepatan sedang.


Dua puluh menit kemudian Saka tiba di rumah Vebby. Ia segera turun dari mobil lalu menggendong Vebby masuk ke dalam rumah. Di dalam ruang tamu, Tante Cia dan Om Irvan sudah menunggu kedatangan mereka.


" Apa yang terjadi dengan Veb Saka?" Tanya Tante Cia menghampiri Saka.


" Veb mabuk Tante." Sahut Saka jujur.


" Semua ada kalanya seseorang keluar dari jalur yang biasa Ia lewati, Saka bawa Veb ke kamarnya setelah itu Om mau bicara sama kamu." Ucap Om Irvan.


" Iya Om." Sahut Saka berjalan menuju kamar Vebby yang berada di lantai dua.


Ceklek....


Saka membuka pintu kamar Vebby. Ia masuk ke dalam lalu merebahkan tubuh Vebby di atas ranjang. Vebby mengalungkan tangannya pada leher Saka sambil memejamkan matanya. Saka menatap Vebby dengan tatapan yang entah.


" Veb lepaskan! Aku harus keluar sekarang, Om Irvan sudah menungguku di bawah." Ucap Saka.


" Jangan pergi! Jangan tinggalin aku lagi, aku takut kehilanganmu Om, tetaplah berada di sini bersamaku." Ucap Vebby lirih.


Saka tersenyum mendengar ucapan Vebby.


" Akhirnya kau mengakui perasaanmu kepadaku walaupun dengan cara seperti ini setidaknya kau bisa jujur mengakui perasaanmu, sekarang tinggal menjalankan misi yang lainnya lagi." Batin Saka.


Saka menatap bibir pink milik Vebby. Tanpa sadar Ia memajukan wajahnya lalu...


Cup...

__ADS_1


Saka menempelkan bibirnya pada bibir Vebby, Vebby membuka matanya dan di luar dugaan Vebby justru membalas ciuman Saka. Vebby menggigit bibir bawah Saka membuat Saka membuka sedikit mulutnya. Vebby menyusupkan lidahnya mengekspos setiap inchinya. Keduanya terhanyut dalam ciuman yang memabukkan. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka.


Setelah di rasa kehabisan nafas, Saka melepas pagutannya. Ia mengusap bibir Vebby menggunakan jempolnya. Keduanya saling menatap satu sama lain membuat jantung keduanya berdetak sangat kencang.


" Aku mencintaimu Om." Ucap Vebby memejamkan matanya. Sepertinya kesadarannya sudah hilang sepenuhnya.


Saka menyelimuti Vebby lalu Ia mencium kening Vebby sebelum keluar dari kamar Vebby.


Saka menghampiri Om Irvan dan Tante Cia di ruang tamu. Ia duduk di kursi sebrang berhadapan dengan keduanya.


" Apa yang kamu lakukan di dalam kamar Veb? Kenapa lama sekali?" Tanya Tante Cia.


" Veb menahanku untuk pergi Tante, dia tidak mau aku meninggalkannya." Sahut Saka.


Tante Cia memutar bola matanya malas.


" Saka, Om mau berbicara padamu mengenai hubunganmu dengan Vebby." Ucap Om Irvan menatap Saka.


" Hubunganku dengan Veb? Aku tidak ada hubungan apa apa dengan Veb karena Tante Cia melarangnya Om." Sahut Saka.


" Iya Om tahu, tapi sekarang Om katakan jika Om ingin kau kembali mencintai Vebby." Ucap Om Irvan membuat Tante Cia menatap ke arahnya.


" Kau tidak perlu memikirkan Tante Cia, bagi Om kebahagiaan Vebby jauh lebih penting di bandingkan rasa benci Tante Cia kepadamu yang tidak mendasar." Sambung Om Irvan.


Saka diam tidak bergeming.


" Om tahu kau masih sangat mencintai Vebby, untuk itu Om meminta padamu untuk membatalkan acara pernikahanmu dengan Fara, batalkan pertunangan kalian berdua Sak, Om mohon." Ucap Om Irvan menghiba kepada Saka.


Saka menatap Om Irvan dan Tante Cia bergantian. Ia harus mengambil keputusan yang lumayan sulit baginya.


" Gimana Sak? Kau bisa kan membatalkan pertunanganmu dengan Fara dan menikahi Vebby, Om sudah membicarakan semua ini kepada Om Davian dan Tante Ria, mereka setuju karena bagi mereka inilah yang terbaik untuk kita semua, maafkan Om yang terlambat melakukan semua ini, maukah kau menikahi Vebby?" Tanya Om Irvan sekali lagi.


" Maaf Om... Aku.....


Aku apa ya?????


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author makin semangat nih....


Terima kasih untuk para readers yang selalu mensuport author, semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2