
Hari hari berlalu tak terasa empat bulan sudah usia kandungan Are, hubungan Saka dengan Vebby masih sama seperti sebelumnya begitupun dengan Fara dan Juna. Saka dan Fara selalu berusaha untuk membuat orang yang mereka cintai mau mengakui perasaannya namun hasilnya sia sia. Pada akhirnya Saka dan Fara lebih memilih mengalah dan mundur dari perjuangan cinta mereka.
Saat ini keluarga Ardiansyah sedang berkumpul di rumah Are. Mereka sedang mengadakan acara barbeque untuk merayakan kehamilan Are yang ke empat bulan.
Are duduk di apit Vebby dan Fara sedangkan yang lainnya sibuk memanggang dan mempersiapkan peralatan makannya.
" Lihatlah Bang Er Kak, keringatnya mengucur seperti terkena air hujan." Ucap Vebby menatap Erald yang sedang memanggang daging bersama Saka.
" Iya tapi malah terlihat tambah ganteng lhoh." Sahut Are.
" Suami sendiri ya di pujilah, walaupun Bang Erald jelek sekalipun pasti Kak Are lihatnya tetap ganteng." Ujar Fara.
" Oh ya Far, gimana perkembangan hubunganmu dengan Juna?" Tanya Are.
" Nggak ada perkembangan apa apa Kak, aku udah mulai belajar move on kok dari dia." Sahut Fara.
" Oh ya? Sama siapa Kak?" Tanya Vebby menatap Fara.
" Nanti kamu pasti akan tahu, tunggu sebentar lagi karena aku akan memberikan berita mengejutkan untuk kalian semua." Sahut Fara tersenyum manis.
" Kamu bikin orang penasaran aja Far." Ujar Are.
" Kan biar jadi kejutan." Sahut Fara.
" Baiklah kami akan menunggu kejutan yang akan kau berikan Kak, semoga saja membuatku benar benar terkejut." Ujar Vebby.
" Tentu... Malahan nanti bisa membuatmu jantungan." Kekeh Fara.
" Kok bisa Kak?" Selidik Vebby.
" Bisa lah, jangan pingsan ya karena terkejut dengan kabar yang akan aku bawa." Ucap Fara.
" Enggak lah Kak, sans aja." Sahut Vebby.
Erald datang menghampiri Are dengan membawa piring berisi potongan daging yang Ia panggang tadi.
" Sayang sekarang kamu cicipi makanan buatan Mas." Ujar Erald menyuapkan sepotong daging ke mulut Are.
" Bohong! Itu aku yang bakar bukan Erald." Ujar Saka menghampiri mereka.
" Iya iya... Gue juga ikut bakar Om, nih lihat sampai ketingat menetes banyak banget gini." Sahut Erald.
__ADS_1
" Biar adil kalian berdua yang memasak, akan aku makan dan aku rasakan apakah masakan kalian enak atau tidak." Ucap Are menengahi.
" Ya pasti enak lah, kan aku tipe suami idaman." Ucap Saka.
" Ya nggak Far?" Tanya Saka menatap Fara.
Deg.... Jantung Vebby berdetak kencang mendengar ucapan Saka. Ia menatap Saka dan Fara yang saling melempar senyuman.
" Iya donk, Om Saka is the best pokoknya." Ucap Fara.
Vebby menangkap ada yang aneh dengan tatapan mereka.
" Ada apa dengan mereka berdua? Apakah kabar yang akan di bawa oleh Kak Fara ada hubungannya dengan hal ini? Ya Tuhan.... Apa yang akan aku lakukan jika semua itu benar benar terjadi." Ujar Vebby dalam hatinya.
Saka kembali ke tempat pemanggangan, Ia mengambil sepotong daging lalu meletakkannya di piringnya. Ia membawa piringnya menghampiri Are, Vebby dan Fara.
Vebby menatap Saka yang sedang berjalan tetapi tak lama setelah itu Ia merasakan rasa sakit yang teramat dalam ketika melihat Saka duduk di sebelah Fara.
" Kamu juga harus coba buatanku, aku yakin pasti kamu akan ketagihan deh." Ujar Saka menyodorkan sepotong daging ke mulut Fara.
Are menoleh ke arah Vebby yang sedang menahan air matanya. Tidak tahan dengan semua itu Vebby beranjak mengambil minuman. Ia duduk menyendiri sambil meminum jusnya. Semua itu tak luput dari tatapan Tante Cia.
" Iya Kak." Sahut Tante Cia.
" Sampai kapan kau akan menyiksa putrimu sendiri? Kau masih mau egois?" Tanya Mami Valen.
" Aku tidak tahu Kak, akan aku pikirkan nanti." Sahut Tante Cia.
" Aku rasa kamu sudah terlambat Ci." Ucap Tante Ria.
" Apa maksudmu Ri?" Tanya Tante Cia menatap Tante Ria.
" Saka dan Fara sudah semakin dekat sejak beberapa bulan lalu, sepertinya keduanya akan mengumumkan hubungan mereka malam ini juga." Sahut Tante Ria.
" Baguslah kalau begitu." Sahut Tante Cia.
" Bagus untukmu tapi tidak bagus untuk Veb." Sahut Mami Valen menohok hati Tante Cia.
" Turuti saja egomu itu Ci, maka kau akan menyesal di kemudian hari." Ujar Tante Ria.
Tante Cia menatap Vebby yang terlihat sedih. Ia juga tidak mengerti akan perasaannya. Ia memang tidak menyukai Saka tapi alasan apa yang sebenarnya Ia sendiri juga tidak tahu. Jika memang karena masa lalu seharusnya Ia sudah bisa melupakannya kan?
__ADS_1
Are, Erald, Fara dan Saka duduk berkumpul bersama yang lainnya di atas karpet. Di sana ada Tante Cia, Tante Ria, Om Irvan, Om Davian, Om Gamma, Tante Luci, Vebby dan Arsen. Setelah menghabiskan makan malam mereka berbincang bincang.
" Maaf aku mohon perhatiannya untuk semua." Ucap Saka membuat semua orang menoleh ke arahnya.
" Malam ini aku ingin mengumumkan suatu kebahagiaan yang telah aku rasakan akhir akhir ini, aku berniat ingin melamar Fara." Sambung Saka.
Jeduar.....
Tubuh Vebby terasa kaku bagai di sambar petir. Dadanya terasa sesak seperti hendak meledak. Ia berusaha sekuat tenaga untuk menahan air mata yang siap lolos dari tempatnya.
" Kamu mau melamar anak saya?" Tanya Om Davian tak percaya.
" Iya Om, aku ingin Fara menjadi calon istriku dan menjadi pendamping hidupku selamanya." Ucap Saka membuat Vebby semakin sakit hati.
" Saka jangan bercanda kamu, bukannya kamu mencintai Vebby?" Tanya Om Davian menatap Saka.
Saka menatap ke arah Vebby lalu Ia kembali menatap Om Davian.
" Vebby tidak mencintai aku dan tidak mau menerima cintaku apalagi berusaha untuk membalas cintaku, lalu apa yang aku harapkan dari gadis seperti itu Om? Apakah aku harus mengorbankan hidupku untuk hal yang sia sia, aku juga ingin memiliki kehidupan yang sempurna, aku ingin menjalin pernikahan dengan wanita yang aku cintai dan mencintaiku." Sahut Saka.
" Aku juga begitu Pa, aku dan Om Saka sama sama korban pengabaian dari seseorang, dan kami memutuskan untuk saling menerima satu sama lain, kami yakin suatu saat kami akan hidup bahagia selamanya bersama anak anak kami." Ucap Fara.
" Baiklah terserah kalian saja yang akan menjalaninya, Papa merestui hubungan kalian berdua, bagaimana denganmu Ma?" Tanya Om Davian menatap Tante Ria.
" Aku juga merestuinya Pa, semoga kalian berdua selalu bahagia." Ucap Tante Ria.
" Terima kasih Om, Tante." Ucap Saka yang di balas senyuman oleh Tante Ria dan Om Davian.
Saka melirik ke arah Vebby yang menundukkan kepalanya. Ia tahu apa yang saat ini sedang Vebby rasakan.
" Maafkan aku Veb, aku terpaksa melakukan semua ini karena kamu sendiri yang memaksaku untuk melakukan semua ini, ku harap suatu saat nanti kau akan mendapatkan kebahagiaan untuk dirimu sendiri." Ujar Saka dalam hati sambil tersenyum manis.
Nah loh kok jadi kaya' gini?
Penasarankan?
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author makin semangat....
Terima kasih untuk para readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu....
Miss U All.....
__ADS_1