Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Siapa Wanita Itu?


__ADS_3

" Siapa dia Mas? Jawab!" Ucap Fara menatap nyalang keduanya.


" Di... Dia..." Ucap Juna gugup.


" Kenalkan aku Indah, calon istri keduanya Juna yang akan merawat ibunya Juna di kampung." Sahut Indah.


" Apa? Calon istri kedua?" Pekik Fara menatap Juna.


" Tega kamu Mas." Ucap Fara meninggalkan Juna.


" Sayang tunggu! Dengarkan penjelasanku." Teriak Juna namun tidak di pedulikan oleh Fara.


" Beraninya kau mengganggu ketenangan hidupku." Bentak Juna menunjuk Indah.


" Kenapa? Memang begitu kan yang kamu ucapkan kepadaku." Tantang Indah.


" Kapan aku mengatakan seperti itu? Aku hanya berniat baik menolongmu saat itu, tapi aku tidak menyangka jika kau akan melakukan hal seperti ini, dan ingat satu hal jika aku tidak pernah menjanjikan apapun kepadamu." Tekan Juna.


" Mumpung kalian semua berkumpul di sini, aku ingin menyampaikan jika Juna berjanji akan menikahiku asalkan aku mau merawat ibunya di kampung, dan Fara yang merawatnya dan Ghea di sini, aku menyetujuinya tapi Juna pura pura lupa di depan kalian semua, Juna hanya berkilah karena takut semuanya akan terbongkar, sebenarnya Juna melarangku datang kemari itulah sebabnya Juna mengatakan tidak mengenalku." Ucap Indah menatap semua orang.


" Apa semua itu benar Juna?" Selidik Mami Valen.


" Tidak Tante, aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu kepadanya, aku tidak mengenalnya, aku hanya menolongnya beberapa hari yang lalu." Terang Juna.


" Oho kau bilang tidak mengenalku dan hanya menolongku beberapa hari lalu, lalu apa semua ini Juna?" Tanya Indah menunjukkan foto yang ada pada ponselnya.


Juna menatap foto foto itu dengan mata membulat.


" Jadi ini adalah dirimu? Kau sudah merencanakan semuanya dari awal untuk menjebakku?" Tanya Juna menatap Indah dengan tatapan nyalang.


" Lihatlah ini Tante, ini semua bukti bukti kedekatanku dengan Juna, lalu apa yang ingin Juna sangkal lagi? Dia tidak mengenalku? Atau dia tidak pernah bertemu denganku sebelumnya? Kenapa kau menolongku waktu itu Juna? Itu karena kita dekat." Ujar Indah memberikan ponselnya kepada Mami Valen.


" Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan Indah." Bentak Juna.


Mami Valen melihat ponsel Indah dimana foto foto Juna dan dirinya ada di sana. Saat Juna menggandeng seorang perempuan yang tak lain adalah Indah.


" Juna ini kamu kan yang ada di dalam foto ini?" Tanya Mami Valen.


" Tapi Tan...


" Jawab ya atau bukan." Sahut Mami Valen memotong ucapan Juna.


" I... Iya Tante." Lirih Juna.


" Berarti foto ini bukan editan Juna." Sahut Mami Valen melirik Indah.


" Apa maumu Nona Indah?" Tanya Mami Valen.


" Kak." Ucap Tante Ria yang di balas gerakan tangan oleh Mami Valen.

__ADS_1


" Aku ingin Juna menepati janjinya untuk menikahi saya." Sahut Indah.


" Tidak... Aku tidak mau menikah denganmu karena aku hanya mencintai istriku." Sahut Juna.


" Jika kau tidak mau menikahiku maka aku akan melenyapkan ibumu." Ancam Indah membuat Juna terkejut.


" Memangnya kau tahu dimana ibuku?" Tanya Juna.


" Di kota xx tepatnya di desa xx rt 2 rw 4." Sahut Indah.


Juna melongo membuka mulutnya. Ia benar benar terkejut saat mendengar ucapan Indah.


" Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu tahu alamat kampung halamanku?" Tanya Juna.


" Aku Indah calon istri keduamu sayang." Ucap Indah mengelus pipi Juna.


" Jangan menyentuhku!" Ucap Juna menepis tangan Indah.


" Baiklah sayang aku akan menyentuhmu setelah kita menikah nanti, datang ke rumahku besok pagi jam delapan, aku akan mempersiapkan pernikahan yang mengesankan untuk kita berdua, kalau kau tidak datang maka saat itu juga ibumu akan kehilangan nyawanya karena orang orangku sudah berada di sana, tinggal menunggu perintah dariku maka ibumu pasti akan tiada." Ucap Indah berlenggang meninggalkan Juna dan keluarganya.


Juna duduk lemas di atas kursi, Ia tidak tahu harus berbuat apa dengan masalah yang kini menimpanya. Juna mengambil ponsel di saku celananya. Ia segera menghubungi ibunya.


Tut... Tut...


" Halo Juna." Sapa Ibu Juna yang bernama Bu Ratna.


" Ibu, apa ibu baik baik saja?" Tanya Juna memastikan.


" Alhamdulillah acaranya berjalan lancar Bu, Fara titip salam buat ibu dan kapan kapan kami akan datang menjenguk Ibu." Ujar Juna.


" Ibu menunggu kedatangan kalian Nak, oh ya Juna kenapa kamu menyuruh temanmu untuk merawat ibu di sini? Kan sudah ada Mbak Narsih yang merawat ibu, lagian sekarang ibu sudah baikan kok Nak." Ujar Ibu Ratna.


Ya Ibu Ratna saat ini sedang sakit itulah sebabnya beliau tidak datang di acara pernikahan Juna dan Fara.


" Teman Juna?" Tanya Juna memastikan.


" Iya kata mereka kamu yang menyuruhnya menjaga ibu di sini." Sahut Bu Ratna.


" Siapa ya Bu? Juna ingin memastikan apakah itu beneran teman Juna atau bukan." Ujar Juna.


" Katanya namanya Radit sama Malik Nak, tuh mereka ada di teras sedang minum kopi." Sahut Bu Ratna.


" Jadi benar ibu dalam bahaya, Indah benar benar menempatkan orangnya di sana, Ya Tuhan... Lindungilah ibuku dan segera selesaikan masalah ini." Batin Juna.


" Ya udah Bu salam buat mereka berdua, Juna tutup dulu teleponnya ya Bu." Ujar Juna.


" Iya Nak, sampaikan salam ibu buat Fara ya." Sahut Bu Ratna.


" Iya Bu, assalamu'alaikum." Ucap Juna.

__ADS_1


" Wa'alaikumsallam." Sahut Bu Ratna mematikan sambungan teleponnya.


" Gimana ibu kamu Juna?" Tanya Om Davian.


" Indah menempatkan dua orangnya di sana Pa." Sahut Juna.


" Licik sekali wanita itu." Ujar Tante Cia.


" Apa benar kamu tidak mengenal wanita tadi?" Sambung Tante Cia.


" Tidak Tan." Sahut Juna.


" Juna bisa kau ceritakan siapa Indah sebenarnya? Bagaimana kamu bertemu dengannya beberapa hari lalu?" Tanya Mami Valen.


" Beberapa hari lalu saat aku pulang dari kantor, aku melihatnya di ganggu oleh beberapa preman Tan, aku kasihan karena saat itu hari sudah larut malam, aku turun dari mobil melawan preman preman itu sampai mereka bisa aku kalahkan dan pergi meninggalkan kami, setelah itu Indah memintaku untuk mengantarnya sampai ke rumahnya dengan alasan takut di ganggu preman lagi, demi rasa kemanusiaan aku pun mengantarnya sampai di rumahnya, kami sedikit berbincang saat itu tapi kami tidak pernah menyinggung tentang hubungan apapun, apalagi soal penikahan, aku bingung kenapa dia tiba tiba datang mengatakan kebohongan ini? Aku juga tidak tahu kenapa dia tahu dimana tempat tinggal ibuku, siapa sebenarnya dia?" Terang Juna.


" Sepertinya ada yang tidak beres di sini Juna." Ujar Mami Valen.


" Aku harus bagaimana Tante? Nyawa ibuku dalam bahaya sekarang tapi aku tidak mungkin menyakiti Fara dengan menikahi Indah." Ujar Juna.


" Kita akan pikirkan caranya bersama sama, kamu tenang saja kami semua pasti akan membantumu menyelesaikan masalah ini, sepertinya ada yang sengaja membuat kekacauan dalam keluarga kita." Sahut Mami Valen.


" Terima kasih Tante dan semuanya karena kalian telah mensuport aku dan percaya kepadaku." Ucap Juna.


" Sama sama, sekarang jelaskan semua ini kepada Fara, jangan sampai Fara salah paham terlalu lama kepadamu." Ucap Mami Valen.


" Iya Juna, buruan jelaskan kepada Fara secara pelan, Mama yakin Fara pasti akan memahami keadaanmu." Ucap Tante Ria.


" Iya Ma, aku permisi dulu." Sahut Juna.


Juna berjalan menuju kamarnya. Sesampainya di depan pintu kamarnya Juna mencoba membuka pintunya.


Ceklek....


Juna masuk ke dalam setelah menutup kembali pintunya. Ia menghampiri Fara yang sedang duduk termenung di tepi ranjang menatap keluar jendela. Juna duduk di samping Fara.


" Aku bisa menjelaskan semuanya sayang, semua ini tidak seperti yang kamu bayangkan, aku tidak mengenal Indah sebelum aku menolongnya malam itu, percayalah padaku dan jika kamu mau mendengar penjelasanku maka aku akan menjelaskannya padamu dan...


" Jika tidak kau mau apa Mas?" Tanya Fara memotong ucapan Juna.


Juna menatap Fara yang saat ini sedang menatap nyalang ke arahnya.


" Jika tidak maka aku akan.....


Akan apa hayooo...


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author makin semangat nih....


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu

__ADS_1


Miss U All...


TBC ....


__ADS_2