
" By sebenarnya ada apa?" Tanya Vebby sekali lagi.
" Aku... Aku akan menjelaskannya jika kita telah sampai di rumah nanti." Ucap Saka.
" Kenapa?" Tanya Vebby.
" Aku tidak bisa memberitahumu sekarang, tapi kau tenang saja sayang, ini tidak ada hubungannya dengan wanita lain, aku tidak berhubungan dengan wanita manapun selain kamu, ini murni masalah keluargaku, aku akan memberitahu masalah ini di depan keluarga sayang, karena aku membutuhkan saran dan nasehat dari Papa dan Kak Valen, aku harap kau bisa mengerti akan keputusanku kali ini sayang." Sambung Saka menatap Vebby. Vebby menghela nafasnya pelan.
" Baik By aku menghargai keputusanmu jika kau belum mau mengatakannya kepadaku, tapi ada satu permintaanku untukmu." Ucap Vebby.
" Apa itu sayang?" Tanya Saka.
" Matikan ponselmu selama kita berada di sini, aku akan mengatakan kepada keluarga kita untuk menghubungiku jika ada perlu denganmu." Sahut Vebby.
" Baiklah sayang, aku akan mematikan ponselku, aku juga tidak mau ada yang mengganggu waktu kebersamaan dan acara kita di sini." Ucap Saka memeluk Vebby.
" Baiklah saatnya kita bersenang senang." Ucap Vebby semangat.
" Aku harus menghibur Om Saka, aku harus bisa membuatnya melupakan masalahnya walaupun untuk beberapa saat, semangat Vebby kamu pasti bisa." Batin Vebby.
" Mau makan sesuatu?" Tanya Saka menatap Vebby.
" Boleh... Kita makan seafood yang ada di resto pinggir pantai." Sahut Vebby.
" Seafood?" Tanya Saka memastikan.
" Iya, kenapa? Apa kamu alergi seafood? Aku rasa tidak karena kamu juga pernah makan seafood bersamaku kan waktu itu." Ujar Vebby.
" Ah iya sayang." Sahut Saka.
" Ayo." Ajak Saka menggenggam tangan Vebby.
Keduanya berjalan keluar menuju resto yang ada di dekat pantai. Mereka duduk berdua menghadap pantai setelah memesan udang dan cumi pedas dengan minuman es kelapa muda.
" Aku ingin ke sini nanti malam By untuk melihat indahnya pantai di malam hari." Ucap Vebby.
" Baiklah kita akan ke sini nanti malam sekalian kita mencari makan malam." Ucap Saka.
" Iya By." Sahut Vebby.
Tak lama seorang waitres mendekati mereka dengan membawa nampan makanan pesanan mereka di tangannya.
" Silahkan Tuan, Nyonya pesanannya." Ucap waitres meletakkan pesanan mereka di depan meja.
" Terima kasih Mbak." Sahut Vebby.
" Sama sama Nyonya." Sahut waitres meninggalkan mereka berdua.
" Sekarang waktunya kita makan." Ucap Vebby dengan mata berbinar menatap dua hidangan yang ada di depannya.
" Baiklah sayang, sekarang makanlah aku akan menyuapimu." Ucap Saka mengambil makanan dengan sendok lalu menyuapkannya ke mulut Vebby.
" Terima kasih By." Ucap Vebby mengunyah makanannya.
" Kamu juga harus makan donk." Ucap Vebby menyondorkan sesendok nasi putih dan potongan udang pedas.
" Sayang aku...
" Kalau kamu nggak mau makan, aku akan marah." Sahut Vebby memotong ucapan Saka.
" Baiklah aku akan memakannya." Sahut Saka menerima suapan dari Vebby.
Keduanya menghabiskan makanan dengan saling suap suapan.
__ADS_1
" Minum dulu By." Ucap Vebby menyodorkan segelas air putih kepada Saka.
" Iya sayang." Lirih Saka meminum air putih itu hingga tandas.
" Kamu kenapa By? Kok kelihatannya lemas gitu." Ucap Vebby mengangkat dagu Saka menggunakan jarinya.
" Astaga By, kamu kenapa?" Pekik Vebby saat melihat wajah Saka yang penuh lebam merah merah.
" A... Aku tidak pa pa." Sahut Saka.
" Ayo kita kembali ke villa saja By, sepertinya kau tidak baik baik saja." Ujar Vebby.
Saat Vebby hendak memapah Saka tiba tiba...
Brugh....
" Hubby." Teriak Vebby saat tubuh Saka ambruk ke lantai.
" By kamu kenapa?" Tanya Vebby cemas.
" Mas tolong saya." Ucap Vebby pada salah satu waiter yang ada di sana.
" Kenapa Nona?" Tanya waiter.
" Suami saya pingsan, tolong bawa suami saya ke villa." Ucap Vebby.
" Baiklah Nona." Sahut waiter.
Waiter tadi memanggil temannya untuk membantu membopong tubuh kekar Saka kembali ke Villa.
Kedua waiter itu merebahkan tubuh Saka di atas ranjang dengan pelan.
" Ada yang bisa kami bantu lagi Nona?" Tanya salah satu waiter.
" Baik Nona, kami permisi dulu." Ucap waiter meninggalkan kamar Saka.
Vebby duduk di tepi ranjang sambil menggenggam tangan Saka.
" By kamu kenapa sih? Kenapa bisa seperti ini? Kenapa wajahmu tiba tiba merah merah begitu? Apa kamu alergi makan udang? Tapi waktu itu....." Vebby menjeda ucapannya saat mengingat kejadian waktu itu.
" Astaga.... Berarti yang dulu Om Saka minum bukan vitamin tapi pasti penawar alergi itu." Gumam Vebby saat mengingat jika Saka meminum sebuah pil setelah makan udang waktu itu.
" Apa yang terjadi Nona? Kenapa Den Saka bisa pingsan?" Tanya Pak Amin yang baru masuk ke kamar Saka.
" Aku tidak tahu Pak tiba tiba suami saya pingsan, tolong panggilkan dokter untuk memeriksanya." Ucap Vebby.
" Saya sudah menghubungi dokter Lena, dia dalam perjalanan ke sini Nona." Sahut Pak Amin.
Ya Pak Amin langsung menghubungi dokter setelah di beri tahu oleh waiter jika majikannya pingsan.
Tak lama setelah itu dokter Lena masuk ke dalam kamar mereka.
" Kenapa dengan Saka Pak Amin?" Tanya dokter Lena. Vebby mengerutkan keningnya.
" Anda mengenal suami saya?" Tanya Vebby menatap dokter Lena.
" Tidak ada yang mengenal Saka lebih dari aku Nona." Sahut dokter Lena.
" Astaga alerginya kambuh lagi." Ucap dokter Lena saat melihat kulit putih Saka yang berubah menjadi merah.
Dokter Lena duduk di tepi ranjang untuk memeriksa Saka sedangkan Vebby berdiri di belakangnnya
Terlihat dokter Lena menyuntikkan sesuatu kepada Saka. Tak lama setelah itu Saka membuka matanya.
__ADS_1
" Alhamdulillah kamu sudah sadar By." Ucap Vebby.
Saka tersenyum menatap Vebby, lalu Ia menatap dokter Lena.
" Sepertinya kau merindukan aku, hingga membuatku sampai sini." Canda dokter Lena
Saka duduk bersandar pada headboard.
" Kau itu bagaimana sih? Sudah tahu alergi makan udang malah kamu memakannya, atau kau sengaja memakannya untuk mengundangku ke sini." Omel dokter Lena.
" Tidak bukan seperti itu." Sahut Saka menatap Vebby.
" Kamu istrinya kan?" Tanya dokter Lena menunjuk Vebby.
" Iya." Sahut Vebby.
" Bagaimana kau tidak tahu kalau suamimu punya alergi? Sebagai istri yang baik itu harus tahu semua tentang suaminya, kalau kaya' gini kan membahayakan, bisa berakibat fatal jika tidak cepat mendapat penanganan." Ucap dokter Lena.
" Hei beraninya kau memarahi istriku." Ucap Saka.
" Kenapa? Memang benar kan? Aku sebagai sahabatmu tidak rela melihat kamu seperti ini karena kecerobohan istrimu, harusnya dia menjagamu dengan baik kan." Ujar dokter Lena.
Dokter Lena adalah teman masa kecil Saka saat Ia berlibur ke pulau ini. Keduanya nampak dekat sampai pada saat dokter Lena mengungkapkan perasaannya kepada Saka, Saka mulai menjauh darinya. Bahkan sampai sekarang mereka putus komunikasi.
" Bukan dia tidak tahu Lena, tapi mau bagaimana lagi orang ini bukan kemauannya, ini kemauan babby kami." Sahut Saka membuat Vebby dan dokter Lena terkejut.
" Babby? Bagaimana bisa kalian punya babby, sedangkan yang aku dengar kalian baru saja menikah?" Tanya dokter Lena tidak percaya.
" Sebenarnya kami menikah sudah lama, tapi baru di rayain kemarin, dan saat ini istriku sedang hamil, dia mengidam ingin melihat aku makan udang, aku tidak akan membiarkan anakku nanti ileran jadi aku makan saja, ya sudah sekarang aku sudah baik baik saja, silahkan tinggalkan kami pintu keluar ada di sana." Ucap Saka.
" Teganya kau mengusirku Sak." Cebik dokter Lena.
" Maaf Lena kami mau istirahat." Ucap Saka.
" Baiklah aku akan pergi, ini obat untukmu jangan lupa di minum supaya alergimu tidak timbul lagi, lain kali berhati hatilah dalam memilih makanan." Ucap dokter Lena.
" Baik dok terima kasih." Ucap Vebby.
" Hmm." Gumam dokter Lena melenggang keluar dari kamar Saka.
Vebby menutup pintu kamarnya lalu mendekati Saka.
" Kau membuatku terlihat buruk di depan orang lain." Ucap Vebby.
" Lhoh kok gitu sih sayang?" Tanya Saka.
" Kamu tidak mengatakan padaku kalau kamu alergi udang By, kenapa kamu memakannya? Kamu sengaja kan supaya kamu bisa bertemu dengan dokter Lena? Kamu merindukannya kan? Itulah sebabnya kau mengambil kesempatan itu untuk mengundangnya kemari." Kesal Vebby melipat kedua tangannya di depan dadanya.
" Sayang bukan seperti itu sayang." Ucap Saka.
" Aku tidak mau mendengar alasan apapun dari bibirmu." Ucap Vebby masuk ke dalam kamar mandi.
Brak....
Vebby menutup kasar pintu kamar mandi membuat Saka berjingkrak kaget.
" Kalau tahu seperti ini jadinya, aku tadi tidak makan saja." Gerutu Saka dalam hati.
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya...
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All....
__ADS_1
TbC....