Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Senyum Pertama


__ADS_3

Sementara Lala juga sudah ikut menangis.


"Hania pernah cerita sama aku, dra. dia hanya ingin kamu disampingnya sampai dia benar-benar pergi. dia juga berharap kamu lah yang akan menuntun nya membacakan kalimat syahadat saat dia akan pergi. hiks...hiks."ucap Lala


"iya benar, Hania cuma ingin ngabisin waktu sama elu, dra."tambah Evan


Andra kembali menangis


uhuk uhuk


namun, tiba-tiba terdengar suara Hania dari kamar. ketiga nya langsung berlari menuju kamar Hania. Hania yang mendengar langkah kaki begitu terburu-buru masuk ke kamar nya langsung menoleh.


Hania menarik sebelah alis nya "ada apa?"tanya Hania bingung


"sayang mau kemana?"tanya Andra sembari menghampiri Hania yang sudah berdiri di sisi ranjang


"mau ke kamar mandi."jawab Hania


Andra langsung menemani Hania, sementara Lala dan Evan memilih pergi.


setelah dari kamar mandi, Hania kembali membaringkan tubuhnya.


"mas, tidak tidur?"tanya Hania

__ADS_1


"tidur sayang, aku ganti baju dulu ya."ucap Andra lalu dia melangkah keluar menuju kamar nya!Andra memang meninggalkan beberapa baju di villa


"Van, saya mau tidur."ucap Andra sembari menuju kamar Hania


"iya dra."jawab Evan


...----------------...


Andra membaringkan tubuhnya di samping Hania, sebenarnya dia masih ragu untuk tidur di samping Hania. bukan apa, Andra merasa tidak pantas setelah apa yang sudah dia lakukan pada Hania.


Andra kembali bangun dan ingin pergi, namun Hania menahan nya.


"mas, mau kemana?"tanya Hania lirih


"tidurlah di sampingku, mas. sudah lama aku menantikan ini."ucap Hania lagi


Andra memutar badan nya lalu dia membaringkan tubuhnya kembali di samping Hania, dia menatap wajah pucat Hania.


Hania mendekatkan tubuhnya pada Andra lalu memeluk nya, Hania menenggelamkan wajahnya di dada bidang Andra.


"maaf ya mas."ucap Hania lalu ingin melepaskan nya kembali karena sikap Andra tetap saja diam, namun saat Hania ingin melepaskan pelukan nya, Andra langsung menahan nya.


"kamu tidak merasa jijik sama tubuh ini, sayang?"tanya Andra

__ADS_1


"kenapa mas? apa tubuh ini sudah pernah di peluk orang lain?"tanya Hania mendongak ke atas menatap bola mata Andra


Andra tersenyum, untuk pertama kali nya Andra tersenyum begitu tulus di hadapan Hania


"Masya Allah."ucap Hania


Andra menaikkan alisnya "kenapa sayang?"


"ternyata senyum mas itu manis juga ya, Nia nggak pernah melihat senyum mas selama ini."ucap Hania


"sekarang kamu akan selalu melihat senyum ku sayang, maafin aku ya."ucap Andra lalu mencium kening Hania


"mas, aku mau pulang ke rumah kamu aja, aku tidak mau lagi disini, mas."ucap Hania


"iya sayang, besok kita pulang. sekarang kamu istirahat ya."ucap Andra


Hania mengangguk, dia mulai menutup mata sayu itu. Andra kembali menangis, bukan karena apa bagaimana dengan hidup nya kalau Hania benar-benar meninggalkan nya, ntah lah mungkin dunia nya akan tambah hancur.


"ya Allah, hamba mohon. tolong sembuhkan istri hamba. beri hamba kesempatan sekali lagi saja."ucap Andra!mungkin itu adalah pertama kali nya Andra menyebut nama Allah setelah sekian lama dia melupakan kewajiban nya sebagai seorang hamba


tak lama Andra juga ikut memejamkan mata nya sembari memeluk tubuh Hania yang terasa begitu panas dan kurus. wajah istrinya itu tetap cantik walaupun kini sudah tidak seperti dulu lagi, yang ada hanya lah wajah pucat fasih.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2