
di rumah
Andra sedang duduk di ruang keluarga, Andra merasa hidup nya seperti tak ada tujuan. ntah apa penyebab nya.
Ting nong
suara bel
mbok Iyem langsung pergi ke arah pintu.
ceklek
"ada apa Bud?"tanya mbok Iyem
"ini mbok, tolong berikan sama Aden, tadi ada orang ngasih ini."ucap Budi sembari menyodorkan sebuah amplop coklat
"baik lah."ucap mbok Iyem sembari mengambil amplop itu, kemudian mbok Iyem menutup kembali pintu
"den, ini ada titipan."ucap mbok Iyem lalu memberikan nya pada Andra
"dari siapa?"tanya Andra
"mbok juga tidak tau den."
__ADS_1
"hmm."balas Andra dengan deheman sementara mbok Iyem kembali ke belakang
Andra membuka amplop itu, dan Andra benar-benar terkejut dengan isi dari amplop itu.
"****, kurang ajar."umpat Andra yang sudah emosi
di dalam amplop tampak beberapa foto seseorang yang sedang bercinta. tampak jelas foto-foto itu adalah Saras yang terlihat sedang menikmati setiap sentuhan dari laki-laki itu.
wajah Andra memerah, dia melempar semua foto-foto itu.andra mengacak-acak rambut nya.
dari ambang pintu, tampak Evan berdiri disana. ya Evan lah yang mengirimkan semua foto-foto itu. di tangan nya masih ada bukti lain nya yang ia perlihatkan dengan Andra.
"sekarang sudah waktu nya kamu tau semua nya, dra."batin Evan lalu melangkah ke arah Andra
Andra menatap Evan dengan mata yang merah, rasanya ingin dia menghancurkan semua nya.
"ada lagi yang harus kamu tau, dra."ucap Evan sembari melemparkan sebuah flashdisk
Andra mendongak ke arah Evan, dia menatap Evan dengan penuh tanda tanya. tanpa Andra pikir panjang dia langsung membuka nya di laptop.
flashdisk berisi semua bukti sejak mereka balikan, di dalam flashdisk itu terpampang jelas betapa licik nya Saras. Andra semakin marah ketika dia tau Saras hanya memanfaatkan nya dan betapa hina nya Saras dengan tidur bersama laki-laki lain.
wajah Andra merah padam, hati nya dipenuhi dengan kekecewaan, emosi nya memuncak. Andra bangkit dari tempat duduk nya lalu dia melangkah ke arah luar.
__ADS_1
"mau kemana, dra?"pekik Evan sambil mengejar Andra yang sudah seperti orang kesetanan
buru-buru Evan masuk ke dalam mobil Andra.
"klub,dra."tutur Evan sembari melihat ponsel nya, orang suruhan Evan memberikan informasi bahwa Saras sedang berada di sebuah klub.
sesampainya di klub
langkah kaki Andra terus melangkah cepat hingga dia masuk ke dalam tempat terlarang itu.mata nya menatap nanar tempat itu mencari keberadaan Saras.
"dia lagi di kamar, bos."ucap orang suruhan Evan pada kedua nya
Andra masuk ke dalam, dimana Saras berada.
brak
Andra menendang pintu dimana yang sudah diberitahu oleh orang suruhan Evan.
Saras dan laki-laki itu sama-sama kaget, ketika melihat Andra di ambang pintu. Saras yang setengah sadar karena mabuk langsung menutupi tubuh nya yang polos itu dengan selimut.
Andra mengencangkan rahang nya, bagaimana tidak orang yang selalu dia bela dan dia cintai ternyata mengkhianati diri nya.
"sa....sayang. aku bisa jelasin."ucap Saras yang terdengar samar-samar
__ADS_1
Andra menatap nya dengan tajam, membuat Saras tak berani melihat Andra.
...----------------...