Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Putus


__ADS_3

sementara laki-laki itu langsung mengambil pakaian yang berserakan di lantai kemudian dia pun pergi.


"sa...sayang. maafkan aku. aku bisa jelasin semua nya."ucap Saras memohon


Andra mendekati Saras yang masih duduk di atas kasur "apa kamu bilang? maaf?"sentak Andra membuat Saras teperajat kaget


"aku benar-benar tidak menyangka Saras, tubuh mu ini akan kamu serahkan pada semua laki-laki di luar sana. aku begitu percaya dan mencintai mu Saras tapi kenapa kamu mengkhianati aku. kamu jahat, dengan tega nya kamu ingin menjebak ku dengan kelicikan mu itu, tapi aku bersyukur Tuhan masih menyelamatkan ku dari wanita licik seperti mu. oh tidak hanya itu kamu mendekati ku karena kamu ingin terkenal dan harta ku kan?"bentak Andra!dia benar-benar sudah emosi kalau bukan Saras itu perempuan mungkin Andra sudah menghajar nya habis-habisan


"aku minta maaf, dra."


"maaf kamu bilang? apa dengan maaf tubuh kamu ini bisa kembali suci, Saras? saya tidak sudi mengambil bekas banyak orang."ucap Andra dengan suara mematikan


Saras memegang lengan Andra, namun Andra menepis nya "jangan kamu sentuh tubuh ku dengan tangan kotor mu itu."ucap Andra


Saras hanya terdiam, dia merasa takut dan malu.


"kamu ingin terkenal, bukan?"tanya Andra


"saya akan menyebarkan semua nya agar kamu terkenal."

__ADS_1


Saras membelalakkan matanya "jangan dra, aku mohon jangan."mohon Saras


"kenapa? kamu malu?"bentak Andra


"kenapa kamu harus malu Saras, bukankah kamu tidak malu dengan apa yang kamu lakukan?"


sementara Evan hanya berdiam di belakang Andra, di satu sisi dia bersyukur karena Andra sudah tau semua nya, namun di sisi lain Evan merasa kasihan pada Saras.


"ngapain gue kasihan sama ni cewek, dia pantas menerima semuanya."batin Evan


"mulai saat ini jangan pernah ganggu aku lagi, kita putus."ucap Andra lalu dia keluar dari kamar itu.


sementara di dalam kamar, Saras menangis.walaupun dia mengatakan tidak mencintai Andra namun di hati nya ada sedikit cinta untuk Andra. dia merasa frustasi, kini hubungan nya sudah berakhir.


...----------------...


di dalam mobil, kini gantian Evan lah yang menyetir mobil.


"tenang dra."ucap Evan sembari melirik Andra sekilas

__ADS_1


Evan pun melajukan mobilnya menuju rumah Andra. sesampainya di rumah, Andra jatuh ke lantai. ada rasa penyesalan di hati nya.


"dra, tenang lah."ucap Evan kasihan lalu dia membopong tubuh Andra menuju sofa


"mbok, tolong ambilkan minum."pekik Evan


tak lama mbok Iyem pun datang "ya Allah Gusti, den Andra kenapa, den?"tanya mbok Iyem khawatir


"tidak apa-apa mbok."jawab Evan


mbok Iyem mengangguk lalu dia kembali ke belakang, karena dia tau pasti lagi ada masalah.


"minum dulu dra."ucap Evan sembari menyodorkan segelas air putih


Andra pun mengambil gelas dan meminum nya. tampak mata Andra merah dan berkaca-kaca, dia seperti ingin menangis, ntah apa yang membuat dia sedih yang jelas kekecewaan dan pengkhianatan yang dilakukan oleh Saras.


Evan duduk di samping Andra, dia tau bagaimana sahabat nya itu sekarang.


"lihat lah om, sekarang anak om benar-benar sakit karena kebodohannya sendiri."batin Evan

__ADS_1


Andra menarik nafas panjang lalu membuang nya dengan kasar, ingin rasanya dia berteriak dan meluapkan semua nya.


...----------------...


__ADS_2