
Andra menyenderkan kepalanya di sisi ranjang, pandangan itu tampak begitu kosong.
"ada apa dra?"tanya Evan walaupun dia tau Andra sedang memikirkan Hania
"Hania sudah menikah lagi, Van bahkan sekarang dia sedang hamil."jawab Andra lirih
Evan mengangkat alis nya "kata siapa?"tanya Andra lagi
"ayah, semalam aku kesana, ayah bilang Hania sudah bahagia dengan keluarga kecil nya, sudah habis kah kesempatan untuk ku, Van? apa aku terus akan tersiksa dengan beribu penyesalan di dalam diri ini?"tanya Andra menatap Evan dengan lekat
"tenang lah dra, itu kan baru dari om Arshad bukan dari mulut Hania."jawab Evan
"kalau memang Hania sudah menikah, aku sudah ikhlas Van, dia berhak bahagia, selama ini dia selalu tersiksa dengan ku. aku hanya ingin bertemu dengan dia sekali lagi saja, Van."
Evan tampak terdiam "seandainya elu tau bagaimana kondisi Hania saat ini, elu tidak akan pernah mau meninggalkan Hania barangkali sedetik dra, sebentar lagi gue akan mempertemukan kalian."batin Evan
...----------------...
di tempat lain, Hania berada di taman bersama Lala, Hania terlihat begitu bahagia ketika dia masih bisa bernafas dengan baik dan bisa melakukan apapun yang dia mau.
"Han."panggil Lala lirih
"hmm, kenapa la?"tanya Hania sembari mengangkat kedua alis nya dan tersenyum pada Lala
__ADS_1
"gimana kamu sama Andra, Han?"tanya Lala
"hmm, aku juga tidak tau la. mungkin sebentar lagi dia akan menceraikan ku dan menikah dengan Saras."jawab Hania!, karena Hania memang tidak tau apa-apa yang dia tau Andra masih pacaran dengan Saras
"kalau mereka putus, terus dia minta maaf sama kamu, apa kamu akan memberikan dia kesempatan, Han?"tanya Lala
"ins syaa Allah, karena kalau boleh jujur la, aku ingin pergi disaat suami ku ada di samping ku, menuntun ku untuk mengucapkan kalimat syahadat untuk yang terakhir kali nya."ucap Hania dengan air mata di pipi nya
"namun, jika Allah tidak mengizinkan tidak apa-apa la, aku akan terima semua apapun yang terjadi nanti nya."tambah Hania
"Han."lirih Lala lalu dia memeluk tubuh Hania
"Lala, suka sama kak Evan ya?"celetuk Hania sembari tertawa
"hmm, masa sih. kok muka nya merah gitu."ledek Hania
"nggak Han. beneran dech."jawab Lala sembari mengangkat kedua telunjuk dan jari tengah nya
"hmm, kenapa?kak Evan itu baik lho la."
"iya sih la, tapi kayak nya nggak mungkin dech."
"kenapa?"
__ADS_1
"secara aku sama dia beda keyakinan, Han. aku tidak mungkin mengambil dia dari Tuhan nya."
"iya sih la."jawab Hania
"udah ah, ngapain kita bahas masalah ini."ucap Lala terkekeh
setelah puas mengobrol, Hania dan Lala pun masuk dan kembali ke kamar.
drrttt
"assalamu'alaikum ayah."ucap hania
"wa'alaikumsalam nak. gimana kondisi Nia sekarang?"tanya pak Arshad
"Alhamdulillah Nia baik-baik aja yah, ayah tidak usah khawatir. Lala selalu jagain Hania disini."
"syukurlah nak, ayah selalu mendoakan Nia semoga Nia sembuh."ucap pak Arshad walaupun sebenarnya dia tau, kecil kemungkinan Hania akan sembuh sedangkan kanker sudah bersarang di hania.
"iya ayah."
sambungan telpon pun terputus, Hania dan Lala pun lanjut berbaring di atas kasur.
...----------------...
__ADS_1