Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Pasar Malam #2


__ADS_3

"mas, mau naik itu nggak?"tanya hania sambil nunjuk wahana permainan kora-kora


Andra melihat ke arah orang yang sedang naik wahana itu.


"mau naik mas?"


"nggak."


"hmm, mas takut ya.?"tanya hania sembari terkekeh


Andra hanya melirik Hania.


"ya udah dech kalau nggak mau main apa-apa, ke rumah hantu aja mau nggak?"


"apa sih, aneh-aneh banget permainan nya. pulang aja."


"hmmm, baik lah. ayo kita pulang tapi sebelum pulang kita beli martabak dulu ya."


"terserah kamu."


Hania dan Andra pun pergi dari sana, sebelum pulang keduanya mampir membeli martabak untuk pak Arshad.


"saya mau ke toilet sebentar, tunggu saya disini."


"iya mas."


Andra pun pergi ke toilet umum, sementara Hania masih menunggu martabak nya masak.


"ekhem."suara deheman seseorang


"beli martabak juga neng?"


Hania yang tadi nya hanya melamun seketika melihat ke arah sumber suara.


"hai Han."sapa Ridwan


"pak Ridwan."ucap Hania lirih


"apa kabar?"

__ADS_1


"baik."jawab Hania ragu


"sendirian aja?"


"nggak kok, sama suami tapi dia lagi ke toilet."jawab Hania


"oh, jadi kamu beneran udah bersuami Han?"


"iya wan, bukankah sudah aku bilang sebelumnya. oh ya kamu kok bisa ada disini?"


"iya, kebetulan lewat aja sih."


Andra kembali datang dengan tatapan dingin nya.


Andra berdiri di samping Ridwan seperti tidak kenal pada Hania.


"mana suami mu Han? kok aku nggak pernah lihat. apa jangan-jangan kamu bohongi aku ya? agar aku tidak menagih janji ku pada mu?"tanya Ridwan serius


"kok gitu? emang aku janji apa sama kamu, wan?"


"dulu kata mu, kamu akan nungguin aku sampai aku kembali."


"ini mbak martabak nya."ucap mamang martabak


"terima kasih mang."


"jadi jangan pernah menyalahkan aku."ucap Hania tegas lalu dia berdiri.


"jaga sikap ya bro, jangan pernah mengharapkan sesuatu yang sudah dimiliki orang lain."ucap Andra dingin sembari menepuk pundak Ridwan


"siapa elu?"tanya Ridwan yang sudah siap untuk memukul Andra


"stop."teriak Hania sampai orang-orang melihat ke arah mereka


"stop wan, dia suami ku."jelas Hania


"oh, jadi ini suami mu, Han?"


"iya."

__ADS_1


Ridwan tampak tersenyum licik pada Andra "suatu saat nanti istri elu akan jadi istri gue."


"ternyata sikap kamu kayak gini ya wan, aku benar-benar nggak nyangka."ucap Hania


"aku seperti ini gara-gara kamu Han."


"ayo kita pulang mas."


dengan langkah buru-buru Hania pun pulang.


"assalamu'alaikum."ucap Hania sembari membuka pintu


"wa'alaikumsalam, udah pulang nak?"


"iya yah."


"wah, boneka nya besar sekali."


"iya yah, tadi mas Andra yang main."


"sini mas, biar aku bawa ke kamar."ucap hania sambil ngambil boneka yang di pegang Andra


"obat ayah sudah di minum?"tanya Hania lagi


"sudah nak."


Hania pergi ke belakang untuk mengambil minum.


"dra."


"iya yah."


"besok, apa kamu bisa menemani ayah nyekar ke makam orang tua mu?"


"bisa yah."jawab Andra tanpa ragu


"terima kasih, tak terasa sudah setengah tahun papa mu pergi."ucap pak Arshad sambil membayangkan saat diri nya bersama pak Farhan.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2