Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Demam


__ADS_3

terdengar suara mobil Andra di depan rumah, namun Hania enggan untuk menyambut Andra. rasa sakit yang ia rasakan belum mampu untuk nya bertemu dengan Andra.


tap


tap


suara kaki Andra memasuki rumah.


"sudah pulang den?"


"mana Hania?"


"non lagi istirahat di kamar den, seperti nya non kurang sehat."


sekilas Andra melihat ke kamar Hania, lalu dia berjalan ke lantai atas.


"katakan sama dia, saya sudah pulang. tolong siapkan keperluan saya di kamar."titah Andra dengan suara cukup keras hingga Hania pun mendengar nya.


"baik den."


di dalam kamar, Andra duduk di sofa. kepala nya terasa pusing.


ceklek


Hania pun masuk tanpa bicara apapun pada Andra. Hania langsung mengerjakan apa yang sering dia kerjakan beberapa bulan terakhir.


Andra masuk ke kamar mandi, sementara Hania menyiapkan pakaian untuk Andra. setelah selesai dia kembali ke kamar nya.

__ADS_1


Andra yang merasa Hania cuek dengan nya merasa sakit.


selepas sholat Maghrib Hania keluar untuk menyiapkan makan malam untuk Andra.


tak lama Andra pun turun, namun wajah nya sedikit pucat, tampak nya Andra sedang sakit.


Andra duduk di meja makan, dia hanya diam sekekali memijat kening nya. Hania yang menyadari itu hanya bisa bertanya dalam hati.


"mbok, tolong buatkan saya teh hangat ya."titah Andra


"baik den."


Andra langsung makan makanan nya namun tak habis, seperti nya dia benar-benar lagi tidak sehat. Hania hanya menatap punggung suami nya yang tampak lemah.


...----------------...


malam semakin larut, Hania sudah terlelap sejak selesai isya. kemo yang dia jalani tadi pagi membuat dia tak berdaya. sebenarnya dokter menyarankan Hania di rawat namun Hania menolak karena kalau dia di rawat pasti Andra akan tau. sekuat tenaga Hania menahan segala rasa sakit di tubuh nya belum lagi sakit di hati nya.


suara batuk seseorang di luar, tiba-tiba Hania terbangun. dia melihat jam menunjukkan pukul setengah tiga pagi.


"suara siapa itu?"tanya Hania sembari bangkit dari tidurnya


ceklek


samar-samar Hania melihat siapa yang sedang duduk di dapur.


awal nya Hania takut, namun dia memberanikan diri untuk mendekati orang itu.

__ADS_1


"mas Andra."ucap Hania


Andra tampak diam karena dia benar-benar tidak enak badan.


Hania langsung menempelkan tangannya di kening Andra.


"astaghfirullahaladzim, mas demam. kenapa nggak bilang sama aku mas."tanya Hania! sementara Andra hanya memperhatikan Hania


"ke kamar lagi yuk, biar nanti Nia kompres."ucap Hania lalu dia membantu Andra untuk berdiri


sesampainya di kamar, Andra langsung berbaring di tempat tidur.


"sebentar ya mas, Nia panasin air dulu."ucap Hania lalu dia pergi lagi ke dapur


tak lama Hania kembali membawa air hangat dan makanan.


"mas makan dulu ya, sedikit aja. udah itu minum obat."ucap Hania sembari mengambil piring dan berniat untuk menyuapi Andra


"aku makan sendiri aja."tolak andra


"ya udah, ini makan dulu mas."ucap Hania sembari memberikan piring nasi


setelah Andra makan, Hania langsung memberikan obat penurun panas.


"sekarang mas istirahat ya, biar aku kompres kening nya."


Andra membaringkan tubuhnya, dia benar-benar merasa tak enak badan. sekujur tubuh nya terasa panas dingin.

__ADS_1


dengan penuh kasih sayang, Hania menemani suami nya walaupun kondisi nya sangat memprihatinkan.


...----------------...


__ADS_2