Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Ke Rumah Mertua


__ADS_3

Andra duduk di balkon kamar nya sembari menikmati pemandangan kota di malam hari, udara terasa begitu dingin setelah hujan.


Setelah cukup lama berdiri, Andra pun duduk di kursi sembari memainkan ponsel nya.


Drrrtttt


Telpon pun berbunyi, rupa nya itu telpon dari Saras.


"Hallo sayang."ucap Saras manja


"Iya, ada apa sar?"tanya andra


"Ih, sayang kenapa gitu sih. Ada apa?"


"Nggak apa-apa, saya lagi capek aja."


"Oh gitu, ya udah sayang istirahat aja ya."


"Oke."


Andra pun mematikan telpon lalu meletakkan nya di atas meja.


Tok..tok


Mendengar suara pintu, segera Andra berdiri dan membuka pintu.


"Mas, maaf ini kopi nya."ucap Hania sembari memberikan secangkir kopi


"Saya nggak minta kopi."


"Iya, saya tau mas. Tapi barangkali mas nya mau, soal nya saya sudah terbiasa membuatkan ayah Kopi setelah makan mas."jelas Hania


Andra pun mengambil kopi buatan Hania, ntah kenapa saat ini Andra menurut saja apa yang di inginkan Hania.


"Permisi mas."ucap Hania lalu meninggalkan kamar Andra


Andra pun menutup kembali pintu.


Andra kembali duduk di balkon, dia pun mulai menyeruput kopi buatan Hania.


Terlihat Andra sedikit tertegun ketika kopi itu masuk ke dalam mulut nya.


Kopi itu terasa sangat pas di mulut Andra, jarang sekali Andra merasakan kopi yang pas seperti buatan Hania.


"Biasa aja."ucap nya tiba-tiba tapi Andra tidak bisa membohongi kalau kopi buatan hania begitu enak.


Tak terasa malam semakin larut, Andra masuk ke dalam dan mulai membaringkan tubuhnya di atas kasur.


Dan tak lama dia pun terlelap.


******


Jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi, Hania terbangun untuk melaksanakan sholat tahajud. Dengan mata yang masih mengantuk, Hania melangkah kan kaki nya ke dalam kamar mandi.


Dingin nya air, terasa begitu sejuk ketika membasahi wajah nya.


Setelah mengambil wudhu, Hania pun sholat tahajud. Cukup lama dia di atas sajadah bercerita kepada sang khalik dengan penuh kenyamanan dan ketenangan.


Selepas sholat, Hania kembali membaringkan tubuhnya hingga suara adzan subuh berkumandang.


"Alhamdulillah, udah subuh."ucap Hania lalu dia berdiri dan mengambil wudhu kembali


Lantunan ayat suci Al Quran terdengar begitu indah dari bibir manis Hania, Andra yang masih terlelap tiba-tiba terbangun.


Tangan nya mencari handphone nya di atas nakas.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi.


Mendengar suara Hania, Andra merasa begitu damai dan nyaman.


"Mirip suara mama."ucap Andra lirih


Cukup lama Andra memandang langit-langit kamar, perasaan rindu nya kepada sang ibu begitu terasa ketika dia mendengar suara Hania.


Tok...tok


Tiba-tiba Andra terkejut. Seketika mata nya melihat ke arah pintu. Baru dia menyadari bahwa suara ngaji Hania sudah tidak terdengar lagi di telinga nya.


Andra pun membuka pintu, rupa nya Hania sudah berdiri di depan nya.


"Ada apa? Pagi-pagi udah ganggu saya."tanya Andra


"Maaf mas, saya cuma mau mengingatkan mas untuk sholat subuh."jawab Hania


"Saya kan udah bilang, saya mau sholat atau tidak bukan urusan kamu, urus saja diri kamu sendiri."bentak Andra


"Astaghfirullahaladzim."ucap Hania pelan


Sementara Andra sudah menutup pintu kamar kembali.


"Ya Allah, ampuni suami hamba."ucap Hania lalu dia pergi ke dapur untuk membuat sarapan


*****


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, Hania sudah siap dengan pakaian kerja nya. Sembari menunggu Andra, Hania menyiapkan sarapan untuk suami nya.


Tap...tap


Tak lama Andra pun turun dengan wajah datar nya.


Lagi dan lagi Andra duduk di meja makan, ntah karena dia kasihan pada Hania atau apa, ntah lah.


"Silahkan mas."ucap Hania lalu dia pun mulai memasukkan sarapan ke dalam mulut nya.


Setelah sarapan, kedua nya pun pergi ke kantor.


"Selamat pagi pak."sapa security


Andra melangkah memasuki kantor, tentu saja dengan wajah datar nya.


"Apa jadwal saya hari ini?"tanya Andra pada sekretaris baru nya


Bella pun menjelaskan nya.


Setelah mendengar penjelasan Bella, Andra pun masuk ke dalam ruangan nya.


"Selamat pagi, mbak Bella."ucap Hania


Wajah Bella terlihat tidak senang dengan kehadiran Hania, baru beberapa hari dia menggantikan sekretaris lama, sikap Bella sudah terlihat begitu sombong.


Karena tidak ada jawaban dari Bella, Hania pun memutuskan duduk di meja nya.


*****


Sore hari nya, Hania dan Andra sedang dalam perjalanan ke rumah ayah nya. Sesuai janji Andra, mau tidak mau dia harus menuruti keinginan Hania.


"Terima kasih ya mas."ucap Hania


Namun, tak ada jawaban dari Andra, dia tetap saja fokus menyetir tanpa melihat ke arah Hania.


Beberapa menit kemudian, kedua nya pun sampai di rumah pak Arshad.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum ayah."ucap Hania


"Wa'alaikumsalam."jawab pak Arshad dari dalam rumah


Ceklek


Pintu pun terbuka, Andra yang tadi nya hanya diam, seketika dia pun tersenyum pada pak Arshad.


Kedua nya menyalami tangan pak Arshad secara bergantian.


"Ayo masuk nak."ucap pak Arshad


Hania dan Andra pun masuk ke dalam rumah.


"Sebentar ya yah, Nia buatkan kopi dulu."ucap Hania


Sementara pak arshad terlihat begitu asik ngobrol bersama menantu nya.


"Kenapa nggak pernah main kesini dra?"tanya pak arshad


"Maaf yah, akhir-akhir ini, Andra banyak kerjaan di kantor."


"Oh gitu."ucap pak Arshad sembari menganggukkan kepalanya


Tak lama Hania pun kembali membawa dua cangkir kopi.


"Siapin makan untuk suami mu nak."ucap pak Arshad


"Tidak usah yah, nanti kita makan di luar aja."ucap Andra tiba-tiba yang berhasil membuat Hania terkejut sekaligus senang


"Ada acara apa nak?"tanya pak Arshad bingung


"Nggak ada acara apa-apa yah, sekali-kali Andra ajak ayah makan di luar."jawab Andra


"Terima kasih nak."


"Sama-sama yah, ya udah ayah siap-siap dulu."titah Andra


Pak Arshad pun mengangguk lalu masuk ke dalam kamar.


"Terimakasih ya mas."ucap Hania


Setelah siap-siap, ketiga nya pun berangkat ke sebuah restoran yang ada di kota.


Sesampainya di restoran, mereka pun duduk di meja yang sudah di pesan oleh Andra.


"Permisi, ini daftar menu nya."ucap pelayan


"Kamu mau pesan apa?"tanya Andra pada Hania


"Terserah mas aja, saya ikut aja kok."jawab Hania


"Ayah, mau makan apa?"


"Ayah juga ikut aja nak."


"Baik lah, seperti biasa ya."ucap Andra pada pelayan


"Baik tuan."


Restoran itu adalah langganan dia bersama kedua orang tua nya dulu, maklum saja jika para pelayan sudah hafal dengan makanan yang sering dipesan oleh Andra.


Tak lama kemudian, pesanan pun datang. Ketiga nya pun mulai menyantap hidangan dengan lahap.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2