Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Maaf


__ADS_3

"tunggu."ucap Andra


"saya akan menceraikan mu, tapi setelah lima belas hari kedepan. saya akan mengurus semua nya."ucap Andra


"kenapa harus lima belas hari? kenapa tidak sekarang saja kamu ucapkan talak pada ku."tanya Hania dengan suara bergetar


"tidak, karena saya masih ada urusan, saya tidak ingin pekerjaan saya terganggu karena harus menghadiri persidangan."jawab Andra


"terserah kamu saja, saya akan menunggu."ucap Hania lalu dia masuk ke dalam kamar


Andra menatap pintu kamar Hania, dia meneteskan air mata nya "maafkan aku Hania, aku terpaksa menyakiti mu untuk kesekian kalinya."ucap Andra lirih


pak Arshad mendengar percakapan keduanya, namun kali ini dia memilih untuk diam.


Andra pun pergi meninggalkan rumah Hania, sementara Hania sudah menangis lemah di kamar nya. dia tidak pernah membayangkan kalau pernikahan nya benar-benar akan berakhir.


"ya Allah, kalau ini memang yang terbaik, Hania mohon kuatkan Hania, ikhlaskan Hania atas segalanya."ucap Hania lirih sambil memukul dada nya yang terasa sesak


di dalam mobil, Andra juga menangis. dia membayangkan bagaimana perasaan wanita yang sangat dia cintai itu sekarang. bukan hanya Hania yang sakit, dia pun juga sakit.


"maaf sayang. maaf."ucap Andra lirih


cukup lama Andra berdiam diri di dalam mobil. dada nya terasa sesak.


...----------------...

__ADS_1


sementara Evan benar-benar sudah pergi dari kantor Andra, semua karyawan bertanya-tanya ada apa dengan kedua bos mereka itu.


"sekarang tugas gue sudah selesai, dra. semoga kamu bahagia dengan wanita licik itu."ucap Evan lalu dia pun pergi menuju apartemen nya


sementara Andra sudah kembali ke rumah, perasaan nya juga tak kalah hancur.


drrrrtttt


"hallo."ucap Andra


"hallo sayang, kamu lagi dimana?"tanya Saras manja


"aku masih di luar, ada apa?"tanya nya bohong


"iya. ada apa?"tanya Andra lagi


"kapan kamu mengurus perceraian sama wanita itu, dra?tanya Saras


"lima belas hari lagi, setelah itu saya akan menikahi mu."jawab Andra


"kenapa harus nunggu lima belas hari sih sayang, ada apa?"


"saya masih ada urusan, saya tidak ingin repot bolak balik ke pengadilan. bersabarlah saya pasti akan menikahi mu."ucap Andra


"baiklah sayang, aku akan menunggu masa-masa itu."ucap Saras bahagia

__ADS_1


"hmm."balas Andra lalu dia mematikan sambungan telepon


Andra berdiam diri di balkon kamar, pikiran nya ntah kemana, yang jelas sorot mata itu terlihat seperti orang kebingungan dan marah.


Andra menatap langit biru, dia berharap ada wajah kedua orang tua nya disana.


"maaf ma, pa. Andra terpaksa melakukan semua ini."ucap Andra


bayangan wajah Hania, yang mencoba untuk menutupi kesedihannya membuat Andra semakin sakit "ya Allah, maaf."ucap nya lirih


tok...tok


Andra menoleh ke arah pintu


"masuk."titah Andra


"Aden, mbok izin ke rumah ibu Ani ya soal nya ada acara pengajian."ucap mbok Iyem


"iya mbok."jawab Andra


mbok Iyem menutup kembali pintu kamar, dia tak sempat melihat wajah sedih Andra, karena Andra masih di balkon tanpa melihat ke arah mbok Iyem.


"ya Allah Gusti, selamat kan lah pernikahan non Nia sama den Andra ya Allah."ucap nya sambil menuruni anak tangga. dia merasa sedih melihat hubungan Hania dan Andra kembali tidak baik.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2