
setelah beberapa jam, akhirnya kemo selesai. Hania terlihat begitu lemah. Hania di bawah ke ruang rawat untuk istirahat.
Namun, tanpa Hania sadari ternyata disana ada evan yang sedang menunggu Tante Fera.
kedua nya sama-sama terkejut.
"Nia."
Hania tersenyum "iya kak."
"kamu kenapa?"tanya Evan kaget
"Nia, nggak apa-apa kok kak."
"dok, dia kenapa?"tanya Evan
dokter hanya diam karena dia sudah berjanji dengan Hania untuk tidak mengatakan pada siapapun.
"kenapa dokter hanya diam saja? dia adik saya. apa saya tidak berhak untuk tau kondisi nya?"
"dok. tolong beri saya waktu untuk bicara sama kakak saya."
"baik, jangan terlalu lama ya, Han."
"iya dok."
Hania menatap wajah Evan.
"jelaskan sama saya, Han. kamu kenapa?"tanya Evan
__ADS_1
dia benar-benar menyayangi Hania, dan sudah menganggap Hania seperti adik nya. walaupun mereka baru kenal tapi Evan menyayangi Hania.
"Nia, apa yang terjadi sama kamu?"tanya Evan lagi
"kak, sebelum Nia cerita. Nia mohon cukup kak Evan saja yang tau ya. jangan beri tau mas Andra ataupun ayah. Nia nggak mau bikin mereka sedih dan kasihan sama Nia."
"iya, kakak janji Nia. kamu sakit apa?"
Hania membuang nafas berat"Nia sakit leukimia stadium akhir, kak. umur Nia udah nggak lama lagi."ucap Hania yang mencoba untuk tidak menangis
sementara Evan tak percaya kalau Hania akan mengidap penyakit parah.
"Andra harus tau, Han."
"nggak kak, kakak sudah janji kan sama nia. kalau sampai kakak bilang sama mas Andra, Nia nggak mau lagi kemo kak, itu sama saja Kakak ingin Hania cepat pergi."
"Nia."ucap Evan lirih! dia merasa kasihan dengan Hania
"nggak Nia, itu nggak akan pernah terjadi. kamu harus sembuh. aku akan menemani kamu terus sampai kamu sembuh. sahabat aku butuh kamu Nia."
"tidak kak, mas Andra tidak butuh aku. dia butuh nya Saras."
"tidak Hania, Saras tidak sebaik yang kamu pikirkan, aku akan membuat Andra sadar, Nia. percaya sama aku ya."
"jangan kak, biarkan mas Andra bahagia dengan kekasih yang dia cintai. Nia nggak mau merusak hubungan mereka."
"Nia, kamu berhak bahagia. aku tau Andra mencintai kamu. tapi dia tidak menyadari itu."
"nyonya Hania, dokter meminta anda untuk segera ke ruang rawat."ucap suster yang tiba-tiba datang
__ADS_1
"berjanji lah sama Nia kak."
suster pun mendorong kursi roda Hania ke dalam ruang rawat.
"van, kok ngelamun. kenapa?"tanya Tante Fera
"nggak apa-apa Tan, Tante sudah selesai?"
"sudah, kita langsung pulang aja ya. Tante mau istirahat."
"baik Tan."
setelah mengantarkan Tante Fera, Evan kembali ke rumah sakit. dia ingin memastikan keadaan Hania.
"permisi sus, apa pasien atas nama Hania masih ada disini?"
"maaf tuan, nyonya Hania sudah pulang beberapa menit yang lalu."
"pulang?"
"iya tuan."
"apa saya bisa menemui dokter yang menangani Hania?"
"bisa tuan, mari saya antar."
Evan pun menemui dokter Mia, dia ingin tau bagaimana kondisi Hania yang sebenarnya.
"dok, ada kakak nyonya Hania."
__ADS_1
"silahkan masuk."
...----------------...