Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
mama


__ADS_3

"tenang lah dra, itu hanya perasaan mu saja."ucap Evan yang berusaha menenangkan Andra walaupun sebenarnya diri nya juga merasa aneh dan takut


Andra menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. "aku benar-benar menyesal, Van. kenapa aku menyia-nyiakan nya disaat dia sehat, sekarang Allah memberikan aku hukuman, dimana aku berada dalam keadaan yang begitu sulit untuk ku."


Evan hanya diam, dia bingung apa yang harus dia lakukan untuk menenangkan Andra.


"kalau memang dia harus pulang, aku ikhlas, Van. aku juga tidak ingin menyiksa istri ku dengan rasa sakit di tubuhnya. berat memang tapi akan jauh lebih berat jika aku harus melihat dia antara hidup dan mati. aku hanya minta dan berdoa sama Allah, aku hanya ingin disaat Hania menghembuskan nafas terakhirnya, aku ingin berada di samping nya, Van."


"mas."panggil Hania dari atas seketika Andra menghapus air mata nya


"iya sayang, kenapa?"tanya Andra sambil menoleh ke arah tangga


Hania tersenyum lalu mendekati Andra.


"kenapa sayang? hmm?"


"malam ini kita ikut pengajian ustadz Somad yuk mas."


"dimana sayang?"

__ADS_1


"di masjid A, nanti malam ada pengajian disana. kita pergi yuk mas."


"iya sayang."


"makasih mas."ucap nya lalu mencium pipi Andra sekilas lalu dia kembali ke kamar nya


"lihat lah, Van. betapa manja nya istri ku sekarang bahkan dia tidak memperlihatkan pada ku betapa sakit nya tubuh nya itu. lebam di tubuh nya sudah semakin banyak, pembuluh darah nya sudah mulai pecah, Van. bagaimana hati aku nggak hancur. kenapa Allah tidak memberikan rasa sakit itu pada ku saja? kenapa harus Hania? dia nggak salah, aku yang sudah menyakiti nya."


"begitulah cara Allah, dra untuk mengingatkan setiap hambanya tentang arti sebuah kehadiran sebelum kehilangan. kalau elu yang sakit, tentu Hania yang akan semakin hancur karena kehilangan elu. tapi mungkin dengan Hania yang sakit, elu menjadi sadar dan selalu menemani Hania hingga ajal menjemput nya. elu seharusnya bersyukur, karena walaupun keadaan nya sangat menyakitkan dan menyedihkan tapi Allah masih memberikan kesempatan sama elu, dra untuk menemani Hania dan merawat nya."


"iya, Van. itu yang selalu aku syukuri hingga hari ini."


...----------------...


selepas Maghrib, Hania dan Andra sudah berangkat ke tempat pengajian dimana ada ustadz Somad disana. Hania terlihat begitu sangat bahagia, sudah lama dia ingin bertemu dan melihat ustadz Somad secara langsung.


sesampainya di tempat pengajian, tampak tempat itu begitu ramai dengan tempat pengajian.


"mas, ayo."ajak Hania senang

__ADS_1


"iya sayang."


kedua nya masuk ke dalam masjid yang begitu besar dan indah, tulisan nama Allah dan nabi Muhammad terukir indah di sekeliling langit masjid.


Hania duduk di bagian paling depan, Allah benar-benar meridhoi Hania untuk dapat melihat ustadz Somad dengan jarak yang cukup dekat.


"permisi mbak."ucap seseorang di samping nya


"iya, silahkan duduk buk."ucap Hania sembari tersenyum


sebelum acara pengajian di mulai, mereka sholat isya berjamaah. tak lama setelah sholat, para jamaah kembali duduk dan menunggu kedatangan ustadz Somad.


Andra terus memperhatikan istri nya yang begitu terlihat bahagia dengan beberapa ibu-ibu di samping nya."


"mama."ucap Andra lirih ketika dia melihat sosok yang sangat mirip dengan mama nya sedang mengobrol dengan Hania


Andra terus memperhatikan seseorang yang begitu mirip dengan mama nya, ibu itu melihat ke arah Andra lalu tersenyum.


"astaghfirullahaladzim."ucap Andra hingga membuat orang di samping nya terkejut. wanita itu sangat mirip dengan mama nya, bahkan Andra bisa mengatakan kalau itu benar mama nya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2