Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Kesedihan Andra


__ADS_3

sejak kejadian beberapa hari yang lalu, Hania pun sudah pulang ke villa dengan di temani Lala karena Hania tidak mau lagi di rawat. sementara Andra juga sudah mulai kembali ke kantor walaupun sebenarnya perasaan nya masih kacau.


"selamat pagi pak."sapa Bella sekretaris nya


Andra tidak menggubris sapaan Bella, wajah yang sudah dingin semakin terlihat dingin. barangkali Andra sudah lupa bagaimana caranya tersenyum.


Andra masuk ke ruangan nya, dia menuju balkon. mata Andra menatap nanar jalanan yang begitu ramai, sekekali Andra membuang nafas kasar.


ceklek


Andra mengalihkan pandangan nya ke arah pintu, Evan pun masuk dengan membawa beberapa berkas di tangan nya.


Andra pun masuk dan duduk di kursi kekuasaan nya.


"tolong tanda tangani berkas-berkas ini, dra."ucap Evan! kali ini dia tak berniat untuk bercanda karena dia melihat kondisi Andra begitu terpuruk


Andra membuka berkas-berkas itu, lalu dia menyenderkan kepalanya. seperti nya Andra sudah lama menahan air mata nya, hingga air mata itu jatuh dengan sendirinya.


"dra, elu kenapa?"tanya Evan

__ADS_1


Andra menghapus air mata nya dengan kasar, perasaan nya benar-benar kacau, hidupnya seolah-olah tak ada gunanya, beribu penyesalan menyelimuti hati nya.


Evan berdiri lalu mendekati Andra, yang menunduk sejak tadi.


"tenang lah dra, cerita sama gue apa yang elu tangisi?"tanya Evan


"Van, tolong kamu cari Hania, aku ingin minta maaf sama dia, Van."ucap Andra lirih


rasa bersalah begitu besar tertuju pada seorang wanita yang sudah menjadi istrinya beberapa bulan ini. istri yang tak dihargai dan di sia-sia kan.


"iya, nanti gue suruh semua orang suruhan gue untuk mencari Hania."ucap Evan! dia begitu prihatin pada kondisi Andra


...----------------...


tok tok


Andra berdiri di ambang pintu, tak lama pak Arshad pun membuka pintu. dia terkejut saat Andra di hadapan nya, wajah itu seperti orang yang tidak punya tujuan hidup. pak Arshad merasa kebingungan.


"mau ngapain kamu kesini?"tanya pak Arshad ketus

__ADS_1


"yah, Andra mohon. izinkan Andra bertemu dengan istri Andra, yah."ucap Andra lirih yang kini sudah bersimpuh di kaki pak Arshad.


"siapa yang kamu sebut istri?hah"sentak pak Arshad


"Hania yah, bagaimanapun dia masih istri Andra. dimana dia yah?"tanya Andra


"tidak, saya tidak akan membiarkan kamu bertemu dengan putri ku, sekarang dia sudah bahagia dengan keluarga kecil nya."jawab pak Arshad bohong


Andra mendongak ke atas, dia tak percaya kalau istrinya sudah menikah lagi.


"maksud ayah apa yah?"tanya Andra lirih


"iya, putri ku sudah menikah lagi, jangan pernah kamu ganggu putri ku. saya akan segera mengurus perceraian kalian dan kamu bisa menikah dengan perempuan lain."


"tidak yah, Andra tidak mau bercerai. Andra tau Andra banyak salah sama Hania, yah. Andra sudah menyakiti Hania, Andra sudah melupakan semua tanggung jawab Andra sebagai seorang suami. tapi Andra mohon yah, beri Andra kesempatan sekali lagi saja. Andra mohon yah, Andra mencintai Hania ya, dan Andra baru menyadari itu setelah Hania meninggalkan Andra."ucap Andra dengan air mata di pipi nya


sementara pak Arshad memperhatikan Andra, dia mencoba mencari kebohongan di wajah Andra, namun yang dia temui hanya lah penyesalan di wajah menantu nya itu.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2