
tak terasa satu Minggu mereka disana, sore ini sudah saat nya mereka pulang ke tanah air. walaupun Andra adalah pemilik perusahaan tapi bukan berarti dia bisa seenaknya meninggalkan perusahaan yang sudah susah payah dia besar kan.
"let's go. apa ada yang ketinggalan?"tanya Evan
mereka tampak mengingat kembali, setelah memastikan kalau tidak ada lagi yang ketinggalan mereka langsung menuju bandara.
sore ini cuaca sedikit tak bersahabat, ada rasa cemas di hati Hania saat memasuki pesawat yang akan membawa mereka.
"mas."panggil Hania lirih
"hmm, kenapa sayang?"tanya Andra khawatir
"aku takut."ucap Hania lirih
"takut apa sayang?"
"cuaca diluar sangat buruk, mas."ucap Hania
"bismillah sayang, Allah akan selalu melindungi kita, tenang lah, aku selalu di sampingmu sayang."ucap Andra lembut sembari menenangkan Hania
tak lama pesawat mulai menaiki angkasa yang sedikit mendung, beberapa kali pesawat mengalami goncangan di udara, tapi pilot yang membawa mereka begitu piawai sehingga pesawat itu masih terkendali.
"Allahuakbar."pekik Hania takut
"sayang, tenang lah."ucap Andra lembut! walaupun sebenarnya dia juga takut
__ADS_1
setelah beberapa menit kemudian, pesawat pun mulai bisa terbang dengan baik di udara, mereka bernafas lega ketika melihat cahaya terang matahari.
"Alhamdulillah."ucap Hania
...----------------...
di kontrakan Bu rini, Saras terlihat begitu menyedihkan, semenjak dia tau Andra liburan bersama Hania, rasanya pupus sudah harapan nya untuk mendapatkan Andra kembali.
"Saras, dengar kan mama. kamu itu pintar nak, masa kamu mau ngalah sama perempuan itu."ucap Bu Rini!Saras pun menatap Bu Rini
"mama yakin kamu bisa."ucap nya lagi
Bu Rini memberikan kode pada Saras lalu membisikkan sesuatu, ibu dan anak itu tampak nya tak merasa heran dengan segala ancaman Andra dan Evan. Saras kembali tersenyum licik, ntah apa yang akan mereka lakukan.
"gitu dong, masa anak mama kalah sama perempuan sial itu sih."ucap Bu Rini
ntah terbuat dari apa hati Bu Rini, kenapa dia begitu membenci Hania padahal dia yang melahirkan nya.
setelah menyusun rencana, kedua kemudian pergi ntah kemana.
...----------------...
sesampainya mereka di tanah air, Andra sudah di jemput budi.
"Bud."panggil Hania sembari tersenyum
__ADS_1
"non, apa kabar non?"
"Alhamdulillah baik, Bud."jawab Hania
setelah memasukkan koper ke dalam mobil, mereka mulai meninggalkan bandara. rasa lelah begitu terasa di tubuh Hania, namun sebisa mungkin dia menahan rasa sakit itu.
sebelum pulang, mereka mengantar Lala terlebih dahulu, barulah mereka pulang ke rumah. mbok Iyem sudah menyambut kedatangan majikan nya itu, dia begitu merasa bahagia karena melihat Hania.
"assalamu'alaikum."ucap Hania
"wa'alaikumsalam, non."jawab mbok Iyem
Hania duduk di sofa ruang tamu, rasanya kaki nya tak sanggup Menaiki anak tangga.
"kenapa duduk disini sayang?"tanya Andra yang baru saja masuk bersama evan dan koper-koper
"kenapa, Han?"
"nggak apa-apa, Nia cuma mau duduk disini aja dulu."jawab Hania sembari tersenyum
"beneran, Han?"tanya Evan meyakinkan
"iya kak."
kedua nya duduk di dekat Hania, wajah itu tidak bisa membohongi betapa lelah nya sang empunya, namun Hania selalu berusaha untuk terlihat baik-baik saja.
__ADS_1