Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
END


__ADS_3

hari demi hari terus berganti, tak terasa sudah satu tahun kepergian Hania, sedikit pun andra tak berniat membuka hati nya untuk wanita lain. rasa ingin nya bertemu dengan hania sungguh sangat begitu dalam, walaupun dia tidak tau akhirnya akan seperti apa. menjaga hati untuk orang yang dicintai adalah sebuah keharusan.


kini, Andra disibukkan dengan perusahaan dan panti asuhan yang dia dirikan atas nama Hania. Andra memandang jauh melihat anak-anak tumbuh sehat, mereka terlihat begitu ceria dan bahagia di panti tersebut.


"sayang, lihat lah. ini semua aku lakukan untuk kamu, semoga kamu suka ya."ucap Andra dengan senyum manis di bibir nya


"mas Andra."panggil Bu tuti sebagai kepala panti


"iya buk, ada apa?"tanya Andra


"gimana kalau malam ini kita adain acara yasinan buat mbak Hania?"


andra mengangkat kedua alis nya "hmm, boleh buk."


"terima kasih mas Andra, yasinan nya kita lakukan disini saja ya, mas."


"iya buk, atur saja. untuk makanan nya biar saya yang urus."


"baik mas."


Bu tuti kembali ke dalam panti, sementara Andra langsung menghubungi karyawan rumah makan papa nya untuk menyiapkan semua makanan untuk nanti malam.


...----------------...


malam harinya, selepas Maghrib acara yasinan pun akan segera di mulai.

__ADS_1


"assalamu'alaikum."ucap Evan yang baru datang


"wa'alaikumsalam."jawab Andra lalu menoleh ke arah belakang nya. tampak Lala dan Evan terlihat sedang bergandengan tangan dan tersenyum pada Andra


"wah, kedatangan pengantin baru ni."sindir Andra cengengesan


Lala hanya tersenyum malu, sementara Evan menggaruk kepalanya.


"ayo silahkan masuk la, Van."


"thank you bro."bisik Evan lalu dia duduk di atas tikar yang sudah disiapkan oleh ibu-ibu panti


terdengar suara lantunan surah yasin memenuhi ruangan itu. mata Andra terlihat berkaca-kaca disamping mertua nya, pak Arshad.


semenjak kepergian Hania, pak Arshad tinggal bersama Andra karena Andra tidak mau kalau pak arshad tinggal sendirian, karena bagaimanapun pak Arshad tetap mertua nya karena Hania dan Andra bukan bercerai tapi dipisahkan oleh takdir kematian. hanya pak Arshad yang Andra punya saat ini. sementara Bu Rini, semenjak dia tau kalau Hania sudah meninggal seketika hidup nya hancur, dia di rawat di rumah sakit jiwa karena depresi yang dia derita. sedangkan Saras sudah meninggal dua bulan yang lalu akibat penyakit yang dia derita.


"terima kasih mas Andra, semoga doa yang kita panjatkan bisa sampai untuk Hania disana. semoga mbak Hania tenang disisi Allah."


"aamiin, terima kasih buk."


"sama-sama mas."


setelah berpamitan, Andra dan pak Arshad menuju mobil. pak Arshad sudah masuk lebih dulu ke dalam mobil, sementara Andra masih berada diluar, tampak dia sedang memperhatikan sesuatu di depan panti.


tampak arwah Hania tersenyum manis di depan sana, setelah satu tahun baru kali ini Andra bisa melihat arwah istrinya di depan mata. Andra menangis melihat itu, Andra melangkah kan kaki nya seolah-olah ingin mendekati bayangan itu.

__ADS_1


"sayang."panggil Andra lirih


arwah Hania hanya tersenyum pada Andra sambil melambaikan tangan. Hania terlihat begitu bahagia dan tak lama cahaya itu pun hilang.


"Andra."panggil pak Arshad


Andra pun tersadar dari lamunan nya "iya yah."


"kenapa kamu ngelamun? ada apa?"tanya pak Arshad khawatir


"tidak apa-apa yah."jawab Andra lalu dia segera masuk ke dalam mobil


"sayang, aku senang dan juga bahagia ketika melihat senyum manis mu. semoga kamu tenang disana ya sayang, terima kasih karena sudah memberikan aku kesempatan untuk melihat mu."batin Andra lalu dia pun menghidupkan mesin mobil, kemudian Andra menjalankan mobil menuju rumah.


sejak kejadian itu membuat andra semakin yakin untuk terus mendekat kan diri pada Allah, dengan harapan Allah bisa mempertemukan dan menyatukan diri nya bersama Bidadari surga nya.


...----------------...


assalamu'alaikum.


**hai readers gimana nih kabar nya? masih puasa nggak? semoga lancar yah. oh ya tidak terasa dan Alhamdulillah akhirnya author bisa menyelesaikan novel ini. setelah banyak drama, pengen ganti ini itu, down karena lihat komentar. dan yaaa finally author sadar, author membuat cerita tidak mungkin untuk disukai banyak orang, pasti ada aja yang nggak suka, tapi author tetap harus semangat karena masih banyak teman-teman yang mendukung dan menunggu karya author.


author pengen ngucapin terima kasih yang sebesar-besarnya pada teman-teman yang tidak bisa author sebutkan satu per satu yang Masya Allah nya selalu mensupport author untuk menyelesaikan karya ini. akhir nya karya yang berjudul "takdir memisahkan kita" selesai juga semoga tali silaturahmi kita tetap terjaga ya, semoga ada pelajaran di dalam nya.


author minta maaf atas ketidaksempurnaan karya ini, karna author ingat kan kembali author hanya pemula bukan penulis handal tapi semoga nanti bisa menjadi penulis yang lebih baik. author juga minta maaf apabila ada tutur kata dan juga ketikan author yang mungkin menyinggung perasaan readers🙏

__ADS_1


sekian, sampai jumpa lagi di cerita selanjutnya ya readers. do'akan semoga bisa berkarya lagi**.


__ADS_2