Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Malam Yang Menakutkan


__ADS_3

"kamu tidak perlu tau sayang, aku kesini ingin melepas rindu pada mu. mana suami mu sayang apa dia telah mengusir mu?"tanya Ridwan sembari melangkah masuk


"wan, kamu ngapain masuk?"tanya Hania!dia benar-benar takut dengan Ridwan


"ayo lah sayang,kita bermain. aku sudah lama merindukan mu."ucap Ridwan seperti orang mabuk


Ridwan mencoba ingin menyentuh Hania, namun Hania menolak dan memberontak


"kaki kamu kenapa sayang?"tanya Ridwan sembari memegang kaki Hania


"cukup wan, cukup."teriak Hania


tanpa mereka sadari seseorang berhasil masuk ke dalam apartemen sehingga dia lebih leluasa mengambil gambar mereka.


"jangan mendekat wan, kamu mau apa?"tanya Hania


"Aku mau dirimu sayang, setelah kamu menikah, aku menjadi gila. ayo lah sayang."bisik Ridwan


"cukup wan, istighfar. jangan sentuh aku."pekik Hania saat tangan Ridwan menyentuh pipi nya


kini tubuh Hania sudah menempel dengan dinding, air mata nya sudah mengalir. sementara orang itu terus mengambil gambar Ridwan dan Hania


Ridwan mendekatkan wajah nya pada Hania, namun Hania memalingkan wajahnya nya.


"ya Allah, lindungi Hania."batin nya

__ADS_1


"jangan takut sayang, aku akan melakukan nya pelan-pelan."bisik Ridwan


hiks....hiks Hania menangis sejadi-jadinya. dia benar-benar takut. ntah setan dari mana yang menghasut Ridwan hingga tanpa dia sadari, dia melempar tubuh Hania ke atas kasur. Hania meringis kesakitan


"aku mohon jangan sakiti aku wan, aku mohon."ucap Hania lirih


Ridwan melangkah kan kaki nya mendekati Hania yang sudah ada di atas kasur, Ridwan menarik jilbab Hania hingga terlepas.


"Ridwan."pekik Hania sambil menutupi kepala nya dengan tangan


Ridwan menindih tubuh lemah Hania, sementara Hania memberontak. namun tiba-tiba Hania merasa kepala nya pusing dan darah segar keluar dari hidung dan mulut nya.


Ridwan tampak terkejut, sebenarnya dia juga tak tega memperlakukan Hania seperti itu. namun karena kekecewaan nya pada Hania membuat dia lupa diri.


Hania terlihat sesak nafas dan batuk hingga darah terus saja keluar.


Ridwan memberi kode pada seseorang untuk keluar dari kamar Hania.


tak lama ntah firasat apa, Evan pun datang ke apartemen Hania, namun dia terkejut ketika melihat pintu apartemen terbuka.


"Nia."panggil Evan


karena tak ada sahutan dari Hania, Evan pun masuk. betapa terkejutnya Evan melihat sekitaran apartemen sudah berantakan ditambah lagi Hania tak memakai jilbab.


"astaga, Hania."pekik Evan melihat Hania yang sudah tak sadarkan diri

__ADS_1


"maaf, Han."ucap Evan lalu dia menggendong tubuh Hania menuju rumah sakit


sesampainya di rumah sakit, Hania langsung di bawa ke ruang UGD.


"apa yang sudah terjadi pada Hania."batin Evan


Evan tampak mondar mandir di depan ruang UGD, Evan menghubungi pak Arshad.


"keluarga pasien."ucap dokter


"iya dok, saya Kakak nya. gimana keadaan Hania dok?"tanya Evan


"kondisi pasien saat ini sangat lemah, beliau harus di rawat dulu disini agar bisa di kontrol kondisi nya."


"baik dok."jawab Evan


tak lama pak Arshad datang, dia terlihat begitu khawatir pada Hania.


"apa yang terjadi sama Hania, Van?"tanya pak Arshad sedih


"Evan juga belum tau om, Evan akan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi."ucap Evan


Evan pun langsung pergi menuju apartemen Hania.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2